
Tentu saja pertanyaan itu tidak perlu kujawab. "Jadi Anda berniat untuk langsung mengeksekusiku? Tidak ingin bermain-main dulu dan menyenangkan dirimu?" tanyaku, berusaha tidak terlihat takut.
"Wanita sialan!!! Mati saja kau!!!" Kembali Lea tidak terima dengan perkataanku.
"Sshh. Tahan emosimu, Sayang. Kita akan segera memulai permainan."
Andrian menahan Lea agar tidak bertindak lebih jauh. Dia kemudian beralih kepadaku lalu mendekatkan pisau itu ke wajahku.
"Kau adalah seorang pengkhianat, Lilia. Tidak pantas untukmu hidup di dunia. Karenamu Lea kalah dalam persidangan cerainya. Dan karenamu Jake mengintimidasiku. Sehingga aku harus bersusah payah untuk bangkit dari keterpurukan. Kau penipu yang ulung." Dia berkata pelan tapi sangat mematikan.
Jake, cepatlah datang. Mereka sudah menaruh pisau di dekat wajahku.
"Sudah cepat selesaikan! Jangan berlama-lama lagi! Aku masih banyak urusan!" Lea berbicara seperti itu kepada Andrian.
Andrian pun terdiam. Dia mendengarkan ucapan Lea. Dari raut wajahnya terlihat kesal karena Lea seenaknya memerintah. Tapi dia berusaha menahan kekesalannya. Dia kembali beralih padaku.
__ADS_1
"Maaf, Lilia. Sepertinya mantan majikanmu sudah tidak sabar lagi untuk mengakhiri semua ini. Mari kita selesaikan malam ini juga." Andrian mulai menjambak rambutku.
"Akkh!"
Saat dia melakukannya, saat itu juga kedua tanganku menahannya. Karena kedua tanganku ini sudah terlepas dari ikatan. Tapi Lea segera menarik tanganku dari tangan Andrian. Dia pun mengunci tanganku ke belakang. Lea memegangi tanganku agar tidak banyak bergerak. Andrian pun kembali menjambak rambutku. Dan rasanya sungguh sakit sekali.
"Kita akhiri sekarang, Lilia."
Dia juga mulai mendekatkan pisaunya ke wajahku. Saat itu juga aku memejamkan mata karena tidak bisa bergerak sama sekali. Sepertinya malam ini aku benar-benar akan dihabisi. Dan ya, hanya ada kami bertiga di sini. Lea yang memegangiku dan Andrian yang berada di hadapanku. Saat itu juga aku memasrahkan diri. Aku tidak punya jalan keluar lagi.
"Jangan bergerak! Diam di tempat!"
Andrian dan Lea terdiam di tempatnya.
"Angkat tangan kalian!"
__ADS_1
Orang-orang berpakaian hitam itu pun meminta Lea dan Andrian untuk mengangkat tangannya. Satu orang di antara mereka segera mendekati Lea. Sedang satu lagi membuang pisau yang sedang Andrian pegang. Andrian diborgol bersama Lea.
"Benar-benar pasangan yang menyedihkan."
Suara seseorang pun terdengar dari balik kegelapan. Suara langkah kakinya mendekati ruangan ini. Dan ternyata suara itu adalah suara seseorang yang sangat kukenal.
Jake ....
Aku pun tak percaya jika Jake akan datang. Kulihat dia begitu berwibawa saat sinar lampu ruangan mengenai dirinya. Dia kembali datang untuk menyelamatkanku.
"Ayah!"
"Ayah!"
"Ayaaaah!"
__ADS_1
Namun, tak lama dari itu aku melihat beberapa anak kecil menyebut kata ayah di sini. Mereka datang dengan seorang wanita yang sedang hamil besar. Entah siapa wanita itu.
Jake tersenyum melihatku. Dia lalu beralih ke Lea dan Andrian. "Baiklah. Sekarang semuanya sudah jelas. Sepertinya tidak akan ada lagi pengajuan banding di pengadilan kali ini."