FIRE OF LOVE

FIRE OF LOVE
Diculik


__ADS_3

Suara air keran yang jatuh menetes terdengar berulang kali di telingaku ini. Aku pun tersadarkan dari keadaanku sendiri. Aku mencoba membuka kedua mata ini. Dan ternyata, aku sedang berada di sebuah ruangan. Ruangan yang lembab dan minim sinar matahari.


Astaga, aku diculik kembali?!!


Aku mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Pelan-pelan kudapatkan ingatanku kembali. Tapi saat teringat dengan kejadian sebelumnya, saat itu juga aku merasa bodoh sekali. Aku dibius oleh teman kerjaku sendiri. Aurelia. Ya, Aurelia yang telah membiusku sehingga aku sampai berada di sini.


Jadi dia adalah mata-mata seseorang untuk Jake???


Kecurigaan selama ini akhirnya terbukti. Tidak salah lagi jika Aurelia adalah suruhan seseorang untuk mengetahui segala aktivitas Jake. Tidak mungkin akan ada yang tahu gerak-gerik Jake jika bukan karyawannya sendiri. Dan ternyata memang benar, hal itu sekarang terbukti. Tapi sungguh tak kusangka sama sekali. Aurelia adalah kepala administrasi di GOC yang sudah lama bekerja. Bagaimana mungkin dia berkhianat kepada bosnya sendiri?


"Argh! Sial! Tubuhku terikat!"


Aku pun menyadari jika tubuhku kini terikat. Entah di mana ini, rasa-rasanya sebuah ruangan yang sudah lama tak berpenghuni. Kulihat lumut-lumut hijau mulai melapisi dinding ruangan ini. Aku pun mencoba untuk bergerak. Tapi nyatanya susah sekali. Sekujur tubuhku diikat di kursi sehingga membuatku tidak bisa bergerak sama sekali.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian...


"Laparnya."


Entah sudah jam berapa ini, perutku sudah mulai keroncongan. Sayang tanganku terikat ke belakang. Jadinya tidak bisa melihat jam. Aku juga tidak tahu di mana gerangan tas dan ponselku berada. Aku hanya memakai seragam kerja dan sepatu pantofel ini.


Aurelia! Kau harus membayar semua ini!


Sungguh aku kesal sekali. Aku ingin menghubungi Jake saat ini dan melaporkan apa yang telah Aurelia lakukan padaku. Aku kesal bukan main dengan tindakannya ini. Beraninya dia membiusku lalu membawaku ke sini. Pastinya ada seseorang yang menyuruhnya untuk melakukan hal ini. Tapi siapa? Untuk siapa sebenarnya dia bekerja? Sedang Biden kini sudah mendekam di dalam penjara.


"Siapa kau?!" tanyaku segera dengan intonasi penuh amarah.


"Nona, maaf. Saya hanya melaksanakan perintah. Saya datang untuk membawakan makan siang," katanya.

__ADS_1


"Apa?! Kau gila?! Cepat lepaskan aku!!!" Aku pun berseru padanya.


Dia diam sambil membawa plastik berisi makanan itu kepadaku. "Ada baiknya Nona segera makan. Tuan dan Nyonya tak lama lagi akan datang."


Dan begitulah yang dia katakan padaku. Sontak aku pun jadi mengira-ngira siapa tuan dan nyonya yang dimaksud. Apakah Andrian dan juga Lea? Tapi mengapa pria ini meminta maaf padaku? Apakah dia orang suruhan Jake yang sedang memancing umpan?


Rencana ini sudah mulai dijalankan. Aku harus berhati-hati. Aku tidak tahu siapa musuh yang sebenarnya. Aku tidak boleh percaya pada siapapun.


"Bagaimana caraku makan sedang tanganku saja terikat? Apa kau tidak berpikir lagi?!" tanyaku dengan kesal.


Pria berjas hitam itu lalu mengeluarkan sebilah pisau dari balik sabuk celananya. Saat itu juga aku terdiam, menelan ludah ini karena kekhawatiran mulai muncul padaku. Aku takut dia melukaiku dengan pisau itu.


"Jangan bergerak, Nona," pintanya lalu membuka tali yang mengikat tanganku.

__ADS_1


Aku memejamkan mata. Aku takut tanganku tergores oleh pisau itu. Tapi ternyata, hal itu hanya sebatas ketakutanku. Karena nyatanya talinya terlepas dari tanganku.


__ADS_2