FIRE OF LOVE

FIRE OF LOVE
Persiapan Pesta


__ADS_3

Aurelia, semoga kau bisa mendapatkan ketenangan setelah ini. Selamat menempuh hidup baru. Tentunya dengan suasana kerja yang baru.


Esok harinya...


Pagi ini kepada admin GOC diambil dari karyawan pria terlama divisi keuangan perusahaan. Jake sendiri yang memintanya untuk menggantikan Aurelia. Dan sementara waktu dia akan menggantikan tugasku di perusahaan. Sedang Jake sudah kembali bekerja seperti sediakala. Dia memintaku untuk melakukan perawatan sebelum pesta pernikahan. Sebagian undangan juga telah jadi dan siap untuk disebar. Sepertinya pesta akan berjalan lancar.


Baiklah. Mari memanjakan dirimu, Lilia.

__ADS_1


Kini aku baru sampai di sebuah salon kecantikan yang besar. Tapi aku tidak sendiri, melainkan bersama Jinny. Pengantin baru itu disibukkan dengan permintaan kami. Mungkin memang ada perjanjian di antara Jake dan juga Jinny. Entahlah, tapi yang jelas aku sudah mulai merasa dekat dengan mantan istri siri dari Tuan Petrus ini.


"Jadi nyonya dijatuhi hukuman lima tahun penjara?" tanya Jinny saat kami melakukan perawatan bersama.


Aku mengangguk. "Kuasa hukumnya berdalih jika nyonya sengaja dijebak oleh Jake. Sehingga dia mendapat keringanan masa hukuman dari tuntutan yang diajukan." Aku mengatakannya.


Sidang kemarin memang sempat terjadi adu mulut antara pengacara Lea dan Jake. Kuasa hukum dari mantan istri Jake itu menyangka jika semua yang terjadi ada unsur kesengajaan. Dalam arti Jake yang menjebak Lea untuk melakukannya. Pengacara Jake pun tidak terima. Dia merasa dirugikan atas tuduhan tersebut. Alhasil sidang berjalan panas saat kedua kuasa hukum beradu mulut di depan hakim. Dan pada akhirnya hakim memberi keputusan terakhir.

__ADS_1


"Aku harap mereka bisa tersadar dari kejadian ini. Dan kau berbahagialah, Lilia. Karena hal itu memang pantas kau dapatkan setelah perjuangan yang begitu panjang. Aku tahu tak mudah untuk mengerti tuan Jake. Tapi aku yakin dia bisa menjadi pasangan yang baik." Jinny mengatakan.


Aku mengangguk. Memang benar apa yang dikatakan olehnya. Karena nyatanya aku hampir saja gila karena Jake. Perjalanan cinta kami sungguh seperti ombak di lautan lepas. Kadang tenang, kadang juga terjal. Tapi aku harap menjelang hari pernikahan tidak ada lagi cobaan. Karena kami sudah melalui masa-masa sulit sebelumnya. Dan semoga kebahagiaan selalu menyertai kami di manapun berada.


Satu minggu kemudian...


Undangan pernikahan telah disebar. Sepuluh hari lagi pesta pernikahan akan segera digelar. Dan ya, aku begitu deg-degan. Semakin mendekati hari semakin tak kuat jantungku ini. Apakah ini yang dinamakan kebahagiaan sejati?

__ADS_1


Saat ini kami sedang melihat lokasi acara akan diadakan. Tapi bukan di gedung pertemuan. Melainkan di sebuah pulau bertanah hijau. Yang mana merupakan pulau khusus untuk orang-orang konglomerat bermain golf. Dan ya, aku bersama Jake di sini.


Pulau ini begitu luas dan tertata rapi. Sepertinya seribu undangan cukup untuk dihadirkan di sini. Tapi masalahnya, kami akan berpesta dengan tema outdoor. Dan tentunya akan menggigil kedinginan jika dilakukan malam. Entah bagaimana nanti, aku mengikut saja. Karena kuyakin Jake telah memikirkannya.


__ADS_2