FIRE OF LOVE

FIRE OF LOVE
Menyetujui


__ADS_3

Aku rasa memang harus berkorban dalam hal ini. Tidak bisa tidak. Tapi untuk saat ini aku harus tetap bersembunyi di sini sampai hari pernikahan Jinny tiba. Itu pun aku akan tampil di hadapan publik secara sembunyi-sembunyi. Baru setelahnya Jake mengizinkanku untuk menampakkan diri. Sekaligus untuk memancing pemain utama dari runtuhnya Sky Grup. Karena kerugian yang ditimbulkan tidaklah main-main.


Lantas aku pun menyiapkan diri sebelum hari itu tiba. Aku harus menguatkan mental untuk menerima segalanya. Jake sudah menyiapkan peralatan khusus untukku. Dia juga sudah meminta timnya berjaga 24 jam penuh. Aku rasa kami bisa secepatnya mengakhiri peperangan ini. Dan tidak ada lagi pertarungan yang terjadi. Ya, semoga saja rencana berjalan sesuai harapan. Aku sangat berharap banyak pada Tuhan.


Satu minggu kemudian...


Hari bahagia itu akhirnya tiba untuk Jinny. Di mana ia kini tengah merayakan pesta pernikahannya. Gedung tempat diadakan pesta pun disewa langsung oleh Tuan Petrus. Dan ya, pria tua berkaca mata itu tampak memberi tepuk tangan saat Jinny resmi berstatus suami istri dengan pasangannya. Sedang aku masih di balik tirai untuk melihatnya. Aku berdiri di sini sambil menggunakan topi dan juga kaca mata yang besar. Aku menyamar kali ini.

__ADS_1


Dia cantik sekali.


Pada akhirnya satu per satu peperangan ini berakhir. Dan kini mulai menunjukkan titik temu dari kebahagiaan yang sudah lama dinanti-nanti. Aku pun ingin sekali giliranku tiba untuk berada di sana. Tentunya tanpa terhalang restu orang tua ataupun kolega. Dan aku yakin Jake lah yang akan berada di sampingku nanti.


Selamat, Jinny. Maaf aku belum bisa memberi ucapan secara langsung. Jake melarangku untuk hadir terang-terangan di acara pesta pernikahanmu. Dia khawatir musuh melihatku dan mengacaukan pestamu. Maka dari itu aku berdiri di sini. Di dekat tirai besar dengan penyamaran yang belum terbongkar.


"Ingin seperti dia?"

__ADS_1


"Rasanya dadaku akan pecah jika hari bahagia itu benar-benar tiba," kataku.


Dia menoleh ke arahku. "Kenapa?" tanyanya.


Aku pun mendongakkan kepala untuk melihatnya. "Kau ingat bagaimana awal kita bertemu?" tanyaku sambil memerhatikan wajahnya yang kini sudah tercukur bersih dari rambut-rambut halus sekitarnya.


"Tentu. Aku ingat itu. Dan tidak akan pernah melupakannya." Jake menjawab lalu mencium keningku.

__ADS_1


Sungguh rasanya senang sekali. Aku pun menggandeng mesra tangannya sambil merebahkan kepala ini di bahunya. Jake sudah benar-benar berubah dan lebih menyayangiku. Rasanya tak pantas lagi untuk curiga ataupun meragukannya. Karena dia sudah berjuang untukku. Aku mencintainya dan dia juga mencintaiku. Aku berharap cinta kami akan abadi selamanya. Sebagaimana matahari menyinari dunia.


Lantas kami pun memandangi acara potong kue pengantin dari sini. Tanpa ada yang tahu jika kami berada di sini. Aku pun bermanja ria dengannya tanpa sungkan sekali. Jadi ya sudah, mari jalankan rencana selanjutnya agar pesta pernikahan itu dapat segera terselenggarakan. Sekalipun mempunyai risiko yang besar. Aku sudah terlanjur jatuh ke palung cinta yang terdalam. Lalu apa lagi yang bisa kulakukan?


__ADS_2