
"Jadi dia sudah menceritakan semuanya?" tanyaku pada Jinny.
Jinny mengangguk. "Tuan meminta bantuanku karena semingguan ini kau selalu tidak cocok dengan WO yang dituju. Maka dari itu aku menawarkan WO kenalanku. Dia sudah berpengalaman dalam menangani pesta yang besar. Jadi kurasa tidak salah memilihnya." Jinny menuturkan.
Aku mengerti. "Baiklah. Kalau dia sudah memilihnya, aku mengikut saja. Tapi bagaimana dengan gaun pengantinnya?" tanyaku pada Jinny.
"WO kenalanku siap menanggung semuanya. Total dana yang harus dikeluarkan berkisar satu milyar untuk satu malam pesta pernikahan." Jinny mengatakannya lagi.
Apa?!! Satu milyar untuk satu malam?!! Jake buang-buang duit saja!
Saat mendengarnya, saat itu juga hatiku kesal. Budget pesta pernikahan kami ternyata berkisar satu milyar. Aku tidak bisa membayangkan uang sebanyak itu dihabiskan dalam waktu satu malam. Tapi mungkin saja Jake ingin merayakannya besar-besaran. Entah berapa total aslinya dari pesta perayaan ini. Aku juga tidak tahu pasti.
"Baiklah. Kapan aku bisa memilih gaun pengantinnya?" tanyaku lagi.
__ADS_1
"Hari ini. Siang ini juga founder WO kenalanku akan datang. Dia sedang berada di perjalanan."
Dan akhirnya janji temu itu kudapatkan. Persiapan pesta pernikahanku pun akan segera dilakukan. Sungguh aku sudah tidak sabar.
Malam harinya...
Hujan deras mengguyur ibu kota saat priaku baru sampai di apartemen ini. Dia pun lekas mandi lalu makan malam bersamaku. Dan kini kami sedang berbincang mengenai pesta pernikahan yang akan diselenggarakan. Tapi, saat mendengar berapa total biaya yang dikeluarkan, aku pun ingin pingsan.
"Apa?!! Satu koma lima milyar?!"
"Aku sudah menabung dari jauh-jauh hari, Beb. Aku tidak berjudi lagi. Aku juga tidak minum lagi. Ya, paling hanya sesekali. Tidak seperti dulu. Itu semua karenamu. Aku menabung untukmu," katanya yang membuat hati ini terenyuh.
Sungguh perkataan Jake yang sederhana ini mampu membuat hatiku luluh dan semakin menyayanginya. Dia yang dulu seorang penggila judi kini mampu menabung demi mengadakan pesta besar untukku. Sungguh aku sangat beruntung memilikinya. Ya, walaupun perjalanan pahit harus aku lalui bersamanya. Tapi kini kebahagiaan itu telah tiba.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan persiapannya?" tanyaku lagi.
"Aku sudah bicara dengan Jinny. Jinny akan membantu mengaturnya. Semua kuserahkan padanya. Jadi mulai besok kau bisa bersiap-siap untuk pesta. Mungkin ingin melakukan perawatan agar terlihat lebih cantik lagi." Dia berbicara tanpa beban.
Aku terkekeh. Tertawa sendiri karena memang tidak ada yang perlu ditutupi lagi dari kami. Jake sudah mulai terbuka padaku untuk segala hal. Dan aku akan memegang amanah yang diberikannya.
"Em, baiklah. Jadi aku tinggal terima beres saja?" tanyaku memastikan.
Jake mengangguk. "Undangan sudah mulai dibuat dan akan disebarkan minggu depan. Rencana awal bulan kita akan melangsungkan pernikahan." Dia berkata lagi.
"Awal bulan?" Aku pun mencoba melihat tanggalan. "Apa?! Tiga minggu lagi?!" Aku pun tak percaya jika akan secepat ini.
Dia tertawa kecil melihatku, lalu menarikku agar duduk di atas pangkuannya. "Bukankah ini yang kau inginkan? Mengapa seperti keberatan saat waktunya dicepatkan?" tanyanya yang membuatku terdiam seribu bahasa.
__ADS_1
"Jake ...." Aku pun bingung harus menjawab apa.