FIRE OF LOVE

FIRE OF LOVE
Dimulai


__ADS_3

"Sudah, Nona. Sekarang makanlah. Saya sengaja membelinya di restoran cepat saji untuk memastikan tidak ada racun yang hinggap di makanan ini." Dia memintaku untuk segera makan.


"Hei, tunggu!" Aku pun menahannya yang beranjak pergi. Dia pun berhenti melangkahkan kaki. "Siapa kau sebenarnya? Mengapa bersikap baik padaku? Bukankah kau yang menculikku?" tanyaku, setelah dia meletakkan kotak nasi di pangkuanku.


Dia terdiam dengan tetap masih membelakangiku. Dia tidak menjawab sama sekali. Lalu kemudian pergi berlalu. Tak tahu mengapa dia misterius sekali.


Sebenarnya apa yang terjadi?


Dan karena perutku sudah lapar, aku tidak lagi bisa membiarkan kotak nasi ini dianggurkan. Lantas saja aku segera mengambil minumnya lalu segera mencuci tangan. Aku pun mulai menyantap makanan. Tentunya dengan penerangan yang temaram.


Benar ternyata apa kata orang, jika sedang kepepet apapun akan dilakukan. Seperti yang kulakukan saat ini. Aku kelaparan dan makan saja pemberian orang yang tak dikenal. Tanpa peduli dengan keamanan makanan ini. Aku pasrah saja. Aku juga tidak ingin memikirkannya. Semoga saja memang tidak ada apa-apa.


Malam harinya...

__ADS_1


Aku mulai kedinginan. Aku juga kebelet ingin pipis. Tapi aku tak tahu harus ke mana dan bagaimana cara melepaskan ikatan di kakiku ini. Sedari tadi aku sudah mencobanya tapi selalu saja gagal. Ikatan ini begitu kuat walau simpulnya mudah terbuka. Entahlah, mungkin saja aku yang memang tidak ada tenaga.


Saat ini sudah pukul delapan malam waktu sekitarnya. Pastinya Jake juga sudah sampai di Swiss dan membaca pesan dariku. Tapi nyatanya tak ada tanda-tanda dia akan mencariku. Padahal aku sudah sedari pagi di sini. Dan ya, aku mulai berkecil hati. Apakah ini sudah menjadi rencana sebelumnya untuk menghilangkan diri? Aku belum tahu pasti.


"Silakan, Nyonya."


Tak lama pintu ruangan terbuka dari luar. Samar-samar aku pun melihat seseorang yang datang. Dia mengenakan gaun berwarna hitam dengan wajah yang tak tampak jelas. Maklum ruangan ini gelap dan minim pencahayaan. Aku pun hanya bisa mengira-ngira saja siapa yang datang. Lalu akhirnya suara seseorang kudengar.


"Biarkan aku di sini dan hidupkan lampunya."


"Halo, Nona Lilia." Dia pun menyapaku.


Saat mendengar dia menyebut namaku, saat itu juga aku seperti mengenali suaranya. Aku pun mencoba melihat ke arahnya. Tapi lampu yang dihidupkan ini sangat menyilaukan mata. Hingga akhirnya dia berdiri di hadapanku. Membuatku bisa melihatnya lebih jelas.

__ADS_1


Lea?!!


Dan ternyata Lea lah yang datang ke ruangan ini. Dia ternyata telah merencanakan semuanya. Termasuk menyuruh Aurelia untuk membiusku.


"Bagaimana rasanya hidup bergelimpangan harta, Nona Lilia?" Dia bertanya padaku sambil menghidupkan puntung rokoknya.


"Jadi kau adalah dalang dibalik runtuhnya Sky Grup, Nyonya Lea?!" tanyaku kepadanya.


Dia mengembuskan asap rokoknya ke wajahku. "Jika iya, kenapa? Apakah kau merasa dirugikan?" tanyanya yang membuatku naik pitam.


"Kau benar-benar keterlaluan!" Aku pun kesal dengannya.


"Hahaha." Dia tertawa lalu menjauhkan dirinya dariku. "Aku pikir kau akan mati. Tapi ternyata Jake cepat membaca pesan itu. Aku tak menyangka sama sekali." Dia mengatakan.

__ADS_1


"Pesan? Pesan apa?!" tanyaku.


Dia melihatku. "Kau tidak tahu? Atau Jake yang tidak menceritakan padamu?" tanyanya balik. "Hati-hati, Lilia. Saat seorang pria sudah tidak jujur pada wanitanya, maka tinggal menunggu kehancurannya." Dia berkata seperti itu padaku.


__ADS_2