
Kini aku sedang didandani ala putri kerajaan yang cantik jelita. Dandanannya sudah dimulai dari pukul sebelas tadi. Tapi hingga jam tiga sore ini belum selesai juga. Entah mau digimanakan aku ini. Aku menurut saja. Toh ada Jinny yang setia menemani.
Jinny, terima kasih.
Dia membantu menguatkan hatiku agar tidak nervous saat acara berlangsung. Dan ya dukungan moril itu kudapatkan darinya. Dia benar-benar membantuku hari ini.
Pukul enam waktu ibu kota dan sekitarnya...
"Ya Tuhan?!"
Dua kata itulah yang kuucapkan saat melihat penampilanku di depan cermin yang besar. Aku sudah didandani sedemikian cantik dengan mengenakan gaun pengantin berwarna putih yang mewah. Rambutku juga disanggul dan diberi tiara yang terbuat dari permata. Jake benar-benar mewujudkan mimpiku menjadi nyata. Dan kini aku telah siap dipersunting olehnya.
__ADS_1
"Lilia, kau sangat cantik sekali. Pasti tuan Jake akan terkesima melihat penampilanmu hari ini."
Jinny yang sedari tadi menungguku memberi pujian yang menyentuh hati ini. Bagaimana tidak, gaun pernikahan ini akhirnya bisa kupakai dan membalut tubuhku. Sungguh aku ingin menangis saja. Impianku itu akhirnya menjadi nyata.
Aku mengangguk. "Helikopternya sudah datang?" tanyaku kepada Jinny.
"Sudah. Mari kita ke altar pernikahan. Tuan juga sudah menunggu di sana." Jinny menuturkan.
Saat itu juga rasanya hatiku ini terkena embun pagi yang menyejukkan. Jake-ku sudah menunggu di sana. Di altar pernikahan kami yang berada di atas gedung GOC. Ya, Jake menyiapkan atap gedung sebagai pengucapan janji suci kami. Aku dan Jinny pun akan diantarkan ke sana menggunakan helikopter yang sudah menunggu di atas gedung ini. Sungguh hatiku deg-degan sekali.
Beberapa minggu ini aku mendapati kabar yang kurang mengenakkan dari Angelina. Dia sedang mengalami morning sickness yang berat dari anak pertamanya. Sehingga aku pun segan untuk menemuinya. Angelina kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama suaminya. Aku pun tak enak jika berbicara lama di sana. Karena aku tidak kenal dekat dengan suaminya.
__ADS_1
"Baik."
Aku pun diantarkan Jinny menuju atap gedung ini. Kami akan segera menaiki helikopter untuk menuju GOC. Semoga saja acaranya berjalan lancar dan khidmat. Aku ingin menampilkan yang terbaik di hari paling bersejarahku ini.
Sesampainya di gedung GOC...
Kami akhirnya tiba di teras atap gedung GOC dengan diantarkan oleh beberapa anak buah Jake. Aku pun dibantu turun oleh Jinny karena gaunku ini cukup berat dan panjang. Aku juga melihat kamera yang menyala di beberapa sisi gedung. Sepertinya pengucapan janji suci ini akan disiarkan langsung di TV. Entahlah, lebih baik aku bergegas turun saja.
"Jake, kau di mana?"
Keadaan di atap begitu ramai dengan hiasan bunga mawar putih di sekelilingnya. Saat kami datang pun kulihat semua pandangan mata tertuju ke arah kami. Jinny juga segera membantuku berjalan untuk memasuki pagar indah yang terbuat dari bunga. Lalu pada akhirnya aku bisa melihat Jake-ku di sana. Dia mengenakan tuxedo putih dan terlihat tampan sekali. Aku pun merasa terharu melihatnya. Aku kemudian berjalan di atas hamparan karpet merah yang bertabur bunga-bunga. Indah seperti mimpi.
__ADS_1
Jake, aku datang.
Dan pada akhirnya aku siap untuk mengucapkan janji suci malam ini. Bersamanya, bersama Jake yang kucintai.