FIRE OF LOVE

FIRE OF LOVE
Menemani Ke WO


__ADS_3

Dia berpesan lalu mulai menurunkan tali tengtopku. Dia pun membenamkan wajahnya di dadaku. Saat itu juga fantasiku mulai menuntun pikiran ini. Aku membiarkannya melakukan apa saja. Aku miliknya, milik Jake Thompson-ku.


Esok harinya...


Pagi yang cerah telah datang dan membuat kami terbangun lalu segera mandi bersama. Dan ternyata, Jake ingin melanjutkan yang semalam. Alhasil kamar mandi kembali menjadi saksi deru napas kami. Berulang kali mencapai puncak bersama hingga akhirnya kelaparan dan makan di restoran bawah. Jake melampiaskan hasratnya sampai aku tidak kuat lagi untuk berjalan. Tapi demi ke wedding organizer hari ini harus kulakukan.


"Ini adalah tema pernikahan kekinian, Tuan. Romantis dan juga elegan. Mirip seperti pesta kebun tapi lebih banyak hiasan bunga hidupnya. Tuan bisa memesannya H-30 pesta."


Dan begitulah yang dikatakan oleh pegawai WO saat kami mengunjunginya. Kami sedang berada di gerai WO yang ada di pusat kota. Tepatnya berada di perukoan yang mewah. Dan ya, pegawai WO menunjukkan kepadaku tema apa saja yang sedang kekinian. Aku pun melihatnya sambil mempertimbangkan.


"Jake, aku ingin yang simpel saja. Tidak perlu banyak dekorasinya." Aku pun meminta kepada Jake.


Jake mengangguk lalu melihat dekorasi simpel yang ada. "Apakah WO ini menyediakan semua jasa pernikahan? Mulai dari tamu datang sampai pulang?" Jake pun menanyakannya.

__ADS_1


Pegawai WO mengangguk. "Jika Tuan menginginkannya, kami bisa mendiskusikan dengan tim. Mereka akan membantu mempersiapkan semuanya. Mulai dari souvenir sampai katering masakan. Dan juga band yang akan mengiringi selama acara pesta. Tentunya dengan profesional kerja." Karyawan WO kembali mengatakan kepada kami.


"Bagaimana, Lilia? Kau setuju untuk menyerahkan semua urusan pernikahan kita kepada WO ini?" Jake bertanya padaku.


Aku pun berpikir cepat sebelum menjawabnya. "Sebenarnya aku belum dapat memastikan pilihanku, Nona. Bolehkah aku bawa pamfletnya untuk perbandingan?" Aku meminta izin membawa katalog milik WO ini.


Pegawai WO tersenyum padaku. "Tentu, Nona. Tapi kami tidak mempunyai banyak stok untuk katalognya. Mungkin Nona bisa membelinya agar kami bisa mencetaknya lagi." Dia ternyata menjual katalog WO-nya.


Hah, jadi begitu tenyata. Ujung-ujungnya duit. Aku pun menggerutu dalam hati.


Sungguh jika menemui WO seperti ini aku jadi ilfeel sendiri. Pelayanannya kurang memuaskan. Rasanya jadi ragu untuk melanjutkan kerja sama pesta pernikahan. Dia begitu perhitungan.


Jake, kita cari WO lain saja yang loyal. Aku tidak mau memakai jasanya.

__ADS_1


Lantas kami pun segera pergi setelah mendapatkan katalog dan juga contoh sovenirnya. Aku menggandeng mesra tangan Jake sambil berjalan keluar WO ini. Aku ingin mencari yang lain. Kali-kali saja kutemukan yang pas di hati.


"Sepertinya dia karyawan baru." Jake bicara padaku sambil menghidupkan mesin mobilnya. Dia kemudian melajukan mobil keluar dari parkiran ruko ini.


"Dia perhitungan. Aku tidak menyukainya," kataku terus terang.


Jake tersenyum. Dia mengusap kepalaku. "Kau suka yang lemah lembut seperti semalam?" Dia malah menggodaku.


"Jake!"


"Hahahaha..."


Jake pun tertawa sepuas hatinya. Mungkin senang melihat wajahku yang kesal. Dia selalu saja menggoda dan mengingatkanku dengan adegan di atas ranjang. Dia benar-benar ingin kuterkam.

__ADS_1


"Awas, ya!" Aku pun memasang wajah sebal di hadapannya.


__ADS_2