FIRE OF LOVE

FIRE OF LOVE
Berpamitan


__ADS_3

Jake benar. Sejak dulu aku memang menginginkan pernikahan ini. Jadi tak pantas untuk bersikap yang tidak menyenangkan hatinya. Jake sudah berjuang agar kami bisa sampai di sini. Aku pun tidak boleh mengecewakannya.


Esok harinya...


Hari ini aku senang sekali. Hatiku berbunga-bunga bak taman seribu bunga yang penuh warna. Dan hari ini aku akan melakukan perawatan tubuh bersama Jinny. Tapi sebelum itu aku harus ke kantor dulu untuk menyelesaikan pekerjaanku. Dan kini tak terasa sudah hampir jam makan siang saja. Seseorang pun kemudian mengetuk pintu ruanganku.


"Masuk!"


Tak berapa lama kulihat seorang wanita dengan raut wajah amat sendu masuk ke ruangan ini. Dialah Aurelia yang membawa tas dan juga map hijau di tangannya. Dia sepertinya telah menyelesaikan serah terima jabatannya.


"Lilia." Dia pun menyapaku.

__ADS_1


"Duduklah, Aurelia," kataku padanya.


Jake hari ini tidak datang ke kantor karena ingin menyelesaikan proyek di pulau F sebelum hari pernikahan kami tiba. Sehingga dia bisa mengambil libur panjang tanpa terganggu dengan urusan pekerjaan. Jake ingin semua masalah dan urusan selesai sebelum pesta pernikahan. Kami pun bekerja sama untuk menyelesaikannya. Saling bahu-membahu untuk pesta pernikahan yang khidmat.


"Aku ... aku ingin bicara padamu sebelum pergi dari perusahaan ini." Aurelia mengatakannya.


"Silakan."


"Aku ... aku ingin minta maaf padamu atas kejadian kemarin." Dia akhirnya meminta maaf padaku. "Aku menyesal. Sungguh menyesal. Nyonya Lea mengancam akan membunuhku jika tidak mau bekerja sama dengannya. Sehingga aku terpaksa melakukannya." Dia mengakui kesalahannya.


Aku menghela napas dalam-dalam. Berusaha tidak marah atas perbuatannya waktu itu. Tapi karena dia juga aku harus menanggung penderitaan. Aku kedinginan di ruangan yang gelap dan lembab. Aku juga hampir jatuh sakit karena diculik. Tapi kembali lagi kuposisikan diriku jika sepertinya. Aku mencoba memahami keadaannya.

__ADS_1


"Ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu. Mengapa kau bisa tahu jika Lara masuk rumah sakit? Sedang dia tidak memberi tahuku?" Aku ingin tahu jawabannya.


Dia menunduk, menelan ludahnya. "Aku yang telah membuatnya sakit perut, Lilia. Aku mengajaknya makan malam lalu kucampurkan obat agar dia merasa kesakitan." Aurelia jujur padaku.


Saat mendengarnya, saat itu juga kutahu jika Aurelia jujur dan mau mengakui kesalahannya. Hanya saja keadaan terus saja mendesaknya sehingga mau tak mau dia melakukan hal seperti itu. Dan kini dia harus menanggung konsekuensinya.


"Aku sudah bicara dengan Jake. Tapi sepertinya dia tidak bisa menoleransi pengkhianatan. Maaf, aku tidak bisa membantumu lebih jauh," kataku.


Kulihat dia mulai menitikkan air matanya. Mungkin merasa sedih dengan kinerjanya selama ini yang harus kandas dan sia-sia. Karena bagaimanapun dia telah bekerja lama di GOC. Dia sudah delapan tahun ikut memajukan perusahaan ini.


"Kalau begitu ... aku permisi, Lilia. Tolong sampaikan permohonan maafku untuk tuan Jake." Dia beranjak berdiri.

__ADS_1


Aku mengangguk, tersenyum. Dia pun meletakkan map hijaunya ke atas mejaku. Lalu setelahnya dia pergi berlalu. Kulihat Aurelia seperti menahan isak tangisnya. Dia sangat tak rela dengan keputusan ini. Tapi inilah konsekuensi dari melakukan pengkhianatan terhadap Jake. Kepala Admin GOC itu resmi mengundurkan diri.


__ADS_2