
"Lilia, Lara masuk rumah sakit. Dia keracunan!" Aurelia memberi tahuku.
"Apa?!" Saat itu juga aku terkejut seketika. Tak menyangka jika berita ini memang benar adanya. "Jangan bercanda, Aurelia." Aku pun masih tak percaya.
"Ini benar, Lilia. Kau ingin menjenguknya? Pihak rumah sakit meminta keluarga Lara segera datang agar mereka bisa melakukan tindakan secepatnya. Tapi Lara tidak mempunyai keluarga." Aurelia memberi tahuku lagi.
"Astaga ...."
Saat itu juga aku membenarkan apa yang Aurelia katakan tentang Lara. Jika Lara memang tidak mempunyai keluarga di sini. Dia sebatang kara di ibu kota.
"Kita menjenguknya sekarang." Aku pun tidak mempunyai pilihan selain menjenguknya di rumah sakit.
Lantas kuambil tas dan juga ponselku. Aku akan menjenguk Lara pagi ini. Aku tidak boleh diam saja karena bagaimanapun Lara adalah bagian dari keluarga besar GOC.
Di perjalanan...
__ADS_1
Aku membawa mobil yang diberikan oleh Jake. Aurelia pun duduk di sampingku. Kami masih berada di perjalanan menuju rumah sakit. Kami ingin menjenguk Lara segera. Kabar buruk tentangnya kuterima pagi ini. Padahal kemarin sore dia masih baik-baik saja. Aku pun tak mengerti mengapa. Namun, ada baiknya segera menjenguknya saja.
"Rumah sakit Cempaka ruangan Dandelion nomor sembilan." Dan begitulah yang Aurelia katakan padaku.
Aku mengangguk. Tak lama lagi kami juga akan sampai di tempat tujuan. Namun, karena jalanan mulai ramai, laju mobilku tidak bisa kencang. Kulihat dari kaca tengah mobil, Aurelia pun tampak gelisah. Mungkin dia amat mengkhawatirkan Lara karena tidak ada yang menjaga di sana. Dan ya, sebisa mungkin aku mengambil jalur cepat agar bisa segera sampai di sana.
Jake, Lara masuk rumah sakit. Apakah kau sudah mengetahuinya?
Saat ini nomor Jake masih belum bisa dihubungi. Mungkin dia masih berada di dalam pesawat sekarang. Kulihat jam digital di mobil pun sudah menunjukkan angka delapan. Seharusnya dia sudah sampai di Swiss pagi ini. Tapi entah mengapa dia belum juga ada kabar. Apakah mengalami keterlambatan penerbangan karena cuaca yang silih berganti?
Tak lama kami pun sampai di rumah sakit untuk menjenguk Lara. Aku pun masuk ke parkiran lantai dasar rumah sakit ini. Dan ya, Aurelia segera memakai maskernya. Mungkin dia tidak bisa mencium aroma rumah sakit yang sedikit berbeda. Aku pun segera memarkirkan mobilku di antara mobil lainnya.
"Lilia, aku punya sesuatu untukmu." Aurelia berkata padaku.
"Apa?" Aku pun menoleh ke arahnya sambil mematikan mesin mobilku ini.
__ADS_1
"Ini." Dia pun menyemprotkan sesuatu padaku. Sontak aku pun menepiskan sesuatu itu dari wajahku.
"Apa ini, Aurelia?!" Aku pun merasa kesal dengan perbuatannya.
"Lilia, maaf. Tapi aku harus melakukannya." Dia pun berkata seperti itu.
"Apa?!"
Aku tak mengerti apa maksudnya. Tapi tak lama kelamaan aku mulai merasakan pusing di kepala ini. Otakku jadi tidak bisa berpikir kembali. Pandanganku juga berubah menjadi gelap. Aku pun samar-samar melihatnya. Saat itu juga kusadari apa yang Aurelia semprotkan padaku tadi.
Dia ... musuh dalam selimut ....
Aurelia ternyata ingin membiusku. Aku pun mencoba membuka pintu mobil ini untuk meminta pertolongan. Tapi sayang, sudah tidak sempat lagi. Kesadaranku mulai menghilang. Dan akhirnya aku tidak sadarkan diri. Aku tidak ingat apa-apa lagi.
Beberapa saat kemudian...
__ADS_1