FIRE OF LOVE

FIRE OF LOVE
Kabar Bahagia


__ADS_3

Dua minggu kemudian...


Kepalaku terasa sakit sekali. Tiba-tiba aku juga sakit gigi. Entah kenapa seluruh otot di tubuhku seakan tegang serempak. Aku tidak bisa bergerak leluasa seperti biasanya. Dan kini aku sedang menunggu hasil pemeriksaan dokter atas diriku. Aku dibaringkan di kasur rumah sakit, tentunya bersama Jake yang menemani.


Dua minggu setelah pernikahan ini terasa damai sekali. Jake pun memintaku untuk berada di apartemen saja. Dia tidak mengizinkanku untuk bekerja. Dan ya, tugas baruku sebagai ibu rumah tangga dimulai sejak seminggu yang lalu. Aku pun mulai beres-beres rumah. Tapi tidak selelah dulu karena Jake selalu menghiburku. Setiap akan pulang kantor dia menelepon dan menanyakan padaku ingin dibawakan apa. Sontak saja hal itu membuatku bertambah bahagia. Jake benar-benar menepati janjinya.


"Bagaimana, Dok?"


Jake bersama dokter yang menangani masuk ke ruangan pemeriksaan ini. Dokter kemudian memeriksa mata dan juga tenggorokanku. Dia kemudian mengeluarkan hasil tes laboratorium kepada kami.


"Tuan, sepertinya kabar baik menyertai Anda. Nyonya Lilia hamil. Kandungannya sudah dua minggu."


Dan begitulah yang dikatakan dokter kepada kami. Sontak aku dan Jake terkejut seketika. Akhirnya kabar bahagia ini kami terima juga.

__ADS_1


"Ya Tuhan, jadi???" Jake tampak tak percaya. Ia mengusap kepalanya.


Dokter yang menanganiku mengangguk. "Ini hasilnya. Tapi mungkin ada yang lebih membahagiakan lagi," kata dokter seraya menyerahkan hasil laboratorium kepada kami.


"Apa, Dok?" tanyaku dan Jake bersamaan.


Dokter tersenyum melihat kami yang serempak. "Sel telurnya berhasil dibuahi oleh dua sel pria. Sepertinya Tuan dan Nyonya akan dianugerahi anak kembar," kata dokter lagi.


"Apa?!!" Aku dan Jake pun terkejut bukan main.


Sungguh bahagia sekali hati ini. Ternyata kami akan dianugerahi anak kembar. Rasanya ingin menangis saja karena masih tak percaya dengan kabar ini. Karena sebelum-sebelumnya kami mengalami kesulitan pembuahan. Tapi semoga saja anugerah itu benar-benar sampai kepada kami.


Sembilan bulan kemudian...

__ADS_1


Lampu operasi dihidupkan oleh tim dokter yang menanganiku. Seluruh peralatan medis juga sudah disterilkan. Sepertinya kebahagiaan itu akan segera lengkap dengan kehadiran buah hati kami. Jake pun sudah siap untuk mendampingi proses persalinan ini. Dia mengenakan pakaian yang sama seperti dokter. Berwarna hijau dengan penutup kepala yang melapisi.


"Silakan berdoa, Tuan, Nyonya. Operasi akan dimulai." Dokter memberi aba-aba untuk kami.


Aku tersenyum, mengangguk. Jake pun memegang erat tanganku ini. Dia terlihat sangat pucat sekali. Dia duduk di belakangku setelah tubuhku dibius penuh. Selang udara dan pemeriksa detak jantung pun terhubung dengan tubuhku. Hingga akhirnya kudengar Jake mulai menahan sesak di dadanya. Mungkin dia harap-harap cemas menantikan kehadiran buah hati kami.


"Lilia, aku mencintaimu. Berjuanglah. Aku di sisimu." Jake menguatkanku.


Tak lama terdengar tangis seorang bayi. Tangisnya begitu kencang sekali. Jake pun tersentak mendengarnya. Dia ingin melihatnya. Tapi tim dokter memintanya untuk tetap berada di sisiku. Hingga akhirnya dokter menunjukkan kepada kami.


"Selamat, Tuan, Nyonya. Kedua bayinya dalam kondisi sehat dan selamat."


Dan akhirnya kebahagiaan itu benar-benar kuraih. Dokter pun memintaku untuk melihat kedua bayi kami. Namun, karena bius begitu cepat berfungsi, aku hanya bisa melirik ke arah mereka. Dan kulihat rambutnya hitam semua. Puji syukur kupanjatkan kehadirat Sang Pencipta.

__ADS_1


.........


...TAMAT...


__ADS_2