FIRE OF LOVE

FIRE OF LOVE
Terharu


__ADS_3

Jake ....


Aku meneteskan air mata tanpa sadar. Aku begitu terharu dengan ucapannya pagi ini. Hingga akhirnya dadaku terasa sesak sekali. Tapi sesak bukan karena sedih, melainkan karena bahagia di hati.


"Ya. Baik."


Dan pada akhirnya aku pun menganggukkan kepala. Aku merasa bahagia. Benar-benar bahagia yang tak terkira. Pesta pernikahan itu tak akan lagi lama.


Malam harinya...


Lelah. Itulah yang kurasakan saat baru sampai di apartemen ini. Aku tiba pada pukul tujuh malam. Dan ya, saatnya merebahkan diri sejenak dari aktivitas yang begitu padat.


"Jake belum memberiku kabar. Apakah dia masih berada di pengadilan?"


Jake selalu mempunyai banyak urusan. Tapi aku harap dia masih sempat untuk memberikan kabar kepadaku. Aku pun mencoba melihat status terakhirnya. Dan ternyata tidak ada tanda-tanda dia sudah senggang. Jake belum juga menghubungiku.

__ADS_1


"Baiklah. Mungkin lebih baik mandi dulu."


Lantas aku pun bergegas mandi untuk menyegarkan diri sambil menunggu kabar darinya. Dan ya, aku menikmati masa-masa tenang ini. Masa di mana tak ada lagi peperangan. Melainkan hanya ada cinta kasih yang saling menyayangi, saling menjaga privasi.


Dua puluh menit kemudian...


Segar rasanya setelah mandi. Semangatku pun mulai muncul kembali. Kuambil pakaian dari dalam lemari lalu kenakan pakaian yang sedikit seksi. Aku juga berdandan minimalis tapi tetap terlihat imut dan menggairahkan. Kupadukan blash on pink dan juga lipgloss merah di bibir ini.


"Kenapa dia belum pulang juga, ya?"


Tak tahu mengapa hatiku resah. Dia sepertinya sangat sibuk hari ini sampai tidak lagi sempat mengabariku. Aku pun mencoba menunggunya sambil duduk di sofa tamu. Kuambil lotion untuk melembabkan tubuhku. Dan tak lama bel apartemen juga berbunyi. Aku pun riang karena berharap dia yang datang.


Lantas lekas saja aku menuju pintu untuk membuktikannya sendiri. Aku mengintipnya dari kaca pembesar yang ada di pintu ini. Dan ternyata memang benar Jake lah yang datang. Dia membawa sesuatu di tangannya.


"Jake!"

__ADS_1


Aku pun lekas membukakan pintu untuknya. Aku segera menyapanya. Tapi saat membuka pintu, saat itu juga aku dibuat terdiam olehnya. Ternyata Jake membawakanku sekuntum bunga. Bunga mawar merah yang merekah indah.


"Selamat malam, Beb. Aku bawakan ini untukmu."


Dan entah mengapa mataku mulai berkedut saat melihatnya membawakan aku bunga. Tak biasanya dia seperti ini. Atau dia sedang ada maunya lagi? Entahlah, lebih baik aku segera menghambur ke pelukannya.


"Kenapa lama sekali pulangnya?" Aku pun mulai manja dengannya. Melingkarkan kedua tangan ini di lehernya.


"Kita masuk dulu," katanya, lalu membawaku masuk ke apartemen. Dia pun segera mengunci pintunya.


"Aku menunggumu sedari tadi. Tapi pesanku tidak dibaca juga." Aku memasang wajah cemberut di hadapannya.


Dia memandangiku. "Sudah besar masih ngambek juga? Apa mau dicubit?" Dia mencubit dada kiriku.


"Jake!" Aku pun terkejut karenanya.

__ADS_1


"Dia melepaskan pelukan. "Aku mandi dulu. Nanti kuceritakan padamu. Rasanya aku butuh asupan untuk menurunkan tekanan darahku," katanya lalu mencubit hidungku ini.


Jake segera berlalu dariku. Aku pun memerhatikannya yang sedang menuju kamar mandi. Sepertinya dia benar-benar lelah hari ini. Jadi ya sudah, aku juga menunggunya selesai mandi terlebih dahulu. Lalu setelah itu baru berbincang mengenai sidang yang terjadi. Semoga saja akan ada kabar baik untuk kami.


__ADS_2