Friend With Benefit (FWB)

Friend With Benefit (FWB)
hate


__ADS_3

Holaa seperti biasa jangan lupa vote + like biar author crazy up terus hihi.


.


.


Eris memperhatikan jalanan malas. Bergelut dengan hati fikirannya yang saat ini malah tak sinkron.


lo ngapain marah sih? ngapain sebel? Leon cuma atasan lo, temen tidur lo doang, heh!


tapi.. Leon juga pernah bilang, dia punya perasaan lebih dari sekedar temen tidur.


wait, Leon kan udah deket lagi sama Della jadi gaada kesempatan buat lo berharap lebih, Erisca Yunanda!


Eris membuang nafasnya kasar, tampak tak bersemangat. Bahkan sampai tak sadar Rey daritadi memperhatikannya.


"kenapa? " Rey memastikan bahwa dirinya ada dengan mengeluarkan suara, karna Eris yang sedari tadi hanya sibuk menghela nafas dan membuangnya kasar.


"hah? "


Eris mengerutkan alisnya, saat Rey tiba tiba mengajak bicara. Apalagi dengan nada normal walaupun singkat. Kemarin laki - laki itu bicara dengan nada dingin dan menyeramkan walaupun perkataannya panjang.


" Lo daritadi hela nafas terus. What's wrong? // apa yang salah //"


"nope // gaada // "


Jawaban singkat dari wanita disampingnya membuat Rey mengedikkan bahu, lalu berhenti karna lampu jalan didepannya berubah warna merah.


Rey mengambil ponsel disaku celananya, melihat rentetan notifikasi karna sinyal mulai stabil, matanya melirik sebentar ke ponsel Eris yang tergeletak di dashboard. Sejak mereka keluar dari villa Dion, Eris tak sekalipun terlihat menyentuh ponselnya, bahkan ponsel itu terlihat tak bernyawa.


Leon wyllie : Gue titip Eris. Jangan sampe lo macem - macem ke dia.


Leon wyllie : Apalagi nyentuh dia


Ini keliatan berjalan lebih menarik dari yang gue kira. Senyum singkat terlihat dari balik kemudi setelah Rey memikirkan bagaimana kisah klise ini berjalan kedepannya.


tidddd.. tidd...


klakson mobil dibelakang mereka membuat Eris sedikit terlonjak, begitupun Rey yang langsung melajukan mobil nya dengan cepat.


"Apaan sih tid tid tid tid, udah tau lampu nya baru pindah " Eris menggerutu sambil hendak membuka kacanya saat mobil dibelakang mereka menyusul, membuat Rey langsung menekan tombol kunci kaca dipinggirnya agar Eris tak bisa membuka kaca.

__ADS_1


"ish,buka! Orang kaya gitu tuh kebiasaan tau ga, ngagetin! klakson lakson segala, gasabaran banget."


Rey menaikkan sebelah alisnya melihat Eris yang marah marah karna hal sepele dan biasa terjadi, sedetik kemudian dia mengangguk.


suasana hatinya lagi gabaik. ok telinga, siap siap lo bakal dengerin ocehan cewe disamping lo. Bentar lagi sampe, gapapa kuping lo panas dikit.


incoming call


Leon


Rey melihat ponselnya yang bergetar di dashboard samping ponsel Eris. Membuat Eris juga ikut melihat ponselnya yang masih tergeletak.


"hish" Lagi - lagi helaan nafas malas keluar dari bibir Eris membuat Rey gemas sendiri karna kemarahan wanita disampingnya.


Eris menarik juga. Tapi dia bukan tipe gue.


" jangan diangkat! "


Rey yang baru mengangkat tangannya untuk mengambil ponsel mengerjapkan mata sambil sesekali melihat kearah depan dan Eris yang terdengar ketus.


"pokonya jangan diangkat." Eris membalikkan ponsel Rey yang kembali menampilkan panggilan masuk dari Leon.


"gue lagi kesel banget sama dia. "


Eris langsung membuka pintu dan berlari kearah grobak, tersenyum sumringah saat memesan bubur khas cianjur.


" lo mau? mang satu-"


"engga. " Rey berjalan melewati Eris, duduk dibangku yang sudah terisi satu pasangan yang terlihat bertengkar dihadapan bubur didepannya.


"aku gamau tau kamu harus tanggung jawab! pokonya aku gamau pulang kalo kamu gaada kejelasan. ini tuh anak kamu! " Suara wanita yang berada tak jauh dijajaran kursi yang sebaris dengannya membuat Rey langsung melirik mereka.


wanita itu cukup berani membahas hal yang sangat pribadi dan memalukan ditempat umum. walaupun tempat ini tak terlalu ramai tapi tetap saja memalukan. Fikir Rey yang menggelengkan kepalanya.


Eris terlihat memakan bubur di bangku kecil dekat penjualnya. Sesekali tertawa berbarengan dengan si penjual, membuat Rey tanpa sadar ikut tersenyum memperhatikan Eris.


dia natural. Semua yang dia lakuin sesuai isi hatinya, bentar bentar marah, gak lama ketawa, menarik. Rey kembali berdialog dengan dirinya sendiri walaupun suara ribut yang tak jauh darinya membuat Rey sedikit terganggu.


"ini mang uangnya, hahaha makasih ya saya jadi terhibur aduh sampe keluar air mata ketawa terus." Eris sekali lagi tertawa, memberi beberapa lembar uang lalu berjalan menghampiri Rey yang terlihat fokus mendengarkan dan memperhatikan pasangan disampingnya.


"gue udah selsai."

__ADS_1


"oh oke. " Rey berdiri, sesekali menengok pasangan yang masih terlihat ribut.


"mereka kenapa? " Eris ikut menengok, mencari tau kenapa wanita itu menggebrak meja dan menangis.


"bukan apa apa. Buruan masuk."


Rey sudah berada didepan Eris, membuka pintu penumpang dan menyuruh Eris segera masuk.


gue ngapain bukain dia pintu ya? ada ada aja ini tangan. Dia menggeleng saat Eris masuk dan menutup pintunya sendiri,membuat Rey memukul tangan kanannya lalu segera memutar membuka pintu kemudi.


Perjalanan jakarta - puncak yang harusnya bisa ditempuh sekitar satu jam, kini 2 jam lebih mobilnya baru sampai dikawasan apartement Eris.


Dilihatnya Eris yang tertidur pulas. Rey memasukkan mobilnya ke basement. Membetulkan kursi kemudinya agar sedikit kebelakang, lalu menyandarkan badan dan menahan kepalanya dengan tumpuan tangan.


Rey membuka ponsel, meliha chat notifikasi baru dari Della.


08xxxxxxxxxx12 : Lo sama Eris?


Reyhan Wyllie : ya


08xxxxxxxxxx12 : oh oke, bagus.


Rey menaikkan alisnya. sedikit tersenyum karna ia tau maksud Della menanyakan Eris.


Wanita itu masih mencintai adiknya,walaupun status mereka masih bertunangan kontrak, tapi Rey yakin, Della tak akan semudah itu melepas cinta pertamanya.


"hoaaam, ini udah dimana ya? " Eris menguap dan menahannya dengan sebelah tangan sambil meregangkan badan, membuat Rey melirik sebentar. Lalu duduk tegak dan membuka kunci agar pintu bisa dibuka.


"oh udah sampe. oke thank's, gue duluan. " Eris melihat basement sekitarnya, lalu segera keluar dari mobil Rey yang langsung disusulnya.


"Ris! hp lo. "


"ehiya" Eris mengambil ponsel yang disodorkan Rey lalu segera berbalik.


Tubuhnya lelah, hati dan fikirannya juga kali ini merasakan hal yang sama. Eris berjalan gontai kedalam lift. Menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan mata menunggu lift berhenti, lalu segera keluar dan masuk kedalam apartemennya.


"oke, mari berendam. Stop nyakitin perasaan lo sendiri.Huft" Eris menarik nafas, menyimpan ranselnya lalu segera menyiapkan bathup.


Eris menyimpan ponselnya. Berjalan ke kamar mandi lalu merendam tubuhnya. Memejamkan mata menikmati hari berendamnya.


"Sorry, yon. Gue rasa ini yang terbaik daripada kita nyakitin perasaan masing masing sama ke- gak jelasan hubungan kita." Eris tersenyum, menyentuh pinggir bathup yang mengingatkannya pada Leon.

__ADS_1


" gue mau berdamai sama diri sendiri dulu. Gue udah terlalu jauh nyakitin diri gue dengan hubungan tabu."


__ADS_2