
Eris berjalan mondar mandir didalam kamar yang luas itu. Diliriknya jam yang sudah menunjukkan pukul 1 malam, tapi Leon belum juga kembali.
Bahkan beberapa kali Eris menelfon tapi malah suara operator yang menjawabnya.
Leon kemana,ya? dia tau tempat ini, gamungkin nyasar,kan? ehiya disini ada hiu ga,ya.
Eris menggelengkan kepala dan memejamkan mata dengan kuat saat fikiran anehnya muncul ketika ia melihat keluar jendela.
Tak lama, suara pintu terbuka. Leon mengerutkan alis melihat Eris yang masih berdiri didepan jendela.
"Gue kan udah bilang lo gausah nunggu gue. Maji gabilang sama lo?" Leon melepas hoodie yang membalut tubuhnya. Lalu mengambil kaos didalam koper yang ada di atas kasurnya.
Pandangan Leon langsung melihat kearah Eris setelah melirik hanya ada beberapa set lingerie dan bikini didalam koper kecilnya.
"tadi lo keluar pake baju gitu?"
"Iya, ini kan gara - gara lo. ceroboh, pake salah ambil segala." Jawab Eris tak kalah sinis. Kekesalannya kembali muncul karna laki - laki itu yang selalu membuatnya ingin mengeluarkan makian.
"Ya,maap. Kan buru buru,by."
Leon menurunkan kopernya kelantai. Lalu menjatuhkan dirinya diatas kasur. Memejamkan mata sebentar, kemudian melirik Eris yang masih berdiri didekat jendela.
"Sini." Laki - laki itu menepuk sebelahnya yang kosong, meng intrupsi Eris agar bergerak naik ke kasur sebelahnya.
"lo abis darimana?"
"abis jalan - jalan didepan." Jawab Leon sambil mengelus puncak rambut Eris dan mengecupnya.
Eris mengangguk, memejamkan mata perlahan walaupun fikirannya mengajak berdebat.
***
__ADS_1
Mata Eris yang masih terpejam mengernyit saat tidak mendapatkan Leon disebelahnya. Eris membuka matanya perlahan, memanggil Leon diruangan yang masih gelap itu.
"leon?"
"lo dimana?" Dua kali Eris memanggilnya tapi sama sekali tak ada jawaban dari laki - laki itu.
Eris beranjak, mencari saklar lampu kemudian menyalakannya. Lalu melangkah ke kamar mandi, tapi tak juga menemukan Leon.
Hingga ia mengambil long cardi nya dan beranjak keluar kamar. Ruang yang pertama Eris tuju adalah dapur yang tak juga ia temukan Leon disana.
Eris menarik nafasnya. Lalu mengernyitkan alis saat melihat pintu belakang sedikit terbuka.
"leon?" Matanya tertuju pada satu arah. Leon yang memeluk lutut sambil menenggelamkan wajahnya.
Buru - buru Eris menghampiri Leon. Melepas satu helai longcardi nya lalu menyampirkannya pada pundak Leon karna udara saat ia keluar cukup dingin.
"lo ngapain disini?" Tanya Leon yang langsung mendongakkan wajah dan menyipitkan matanya melihat Eris.
"Balik ke kamar gih. Nanti gue nyusul." Leon mengelus pipi Eris, tersenyum singkat sambil melepas longcardi yang disampirkan Eris.
Eris menggeleng. Memeluk Leon dari samping dan mengelus kepalanya.
"are you ok?"
"Gue gapapa." Leon melepas pelukan Eris, lalu menarik wanita itu agar segera beranjak.
Eris menggigit bibir bawahnya saat Leon berjalan didepan. Dia merasa laki - laki itu jadi lebih dingin saat mereka sampai ditempat ini,bahkan terkesan menolaknya.
Buru - buru Eris menggeleng, menjauhkan semua overthinking tentang Leon.
"Istirahat,ya. Masih jam 3." Ucap Leon setelah mereka memasuki kamar.
__ADS_1
Leon mematikan kembali saklar lampu, melirik Eris yang ada dibelakangnya.
"nice dream." Jawab Eris sambil mengangguk dan berjalan melewati Leon. Naik keatas ranjang lalu menarik kembali selimutnya.
"hubby."
Eris merasa ranjangnya sedikit bergerak, bersamaan dengan suara Leon yang mendekat dan tangan laki - laki itu yang memeluknya dari belakang.
"Besok gue suruh pak Mar anterin baju lo,ya. Disini ada Yuan, lo gaboleh pake baju gini lagi kalo keluar kamar." Ucap Leon dibelakangnya.
"Yon, kalo lo kurang nyaman sama tempat ini, kita bisa pulang besok."
Eris membalikkan badannya, menjawab Leon dengan jarak yang sangat dekat.
Laki - laki itu mengelus bibir Eris, mendekatkan wajahnya lalu ******* bibir wanita itu. Membuat Eris sedikit gelagapan karna ciuman Leon yang tiba - tiba.
"give me a power." Ucap Leon lemah disela ciumannya.
Tangan Leon sudah bergerak membuka tali lingerie wanita itu. Mengecup leher yang merupakan spot favorite nya lalu menaikkan Eris agar beranjak keatasnya.
Eris menahan tangan Leon yang sudah membuka lingerie yang dia kenakan, menyisakan pakaian dalam yang juga sudah setengah terbuka.
"Tell me, are you ok?" //beritau aku. Kamu baik baik aja?//
Leon tersenyum sambil mengangguk. Menahan Eris tetap diatasnya sambil ia beranjak duduk bersandar di tepi kasur.
"Yon, lo bisa cerita ke gue."
"cerita apa,sih?hubby. I'm ok." Jawab Leon sambil mengeluarkan sedikit senyumnya, merapikan kembali tali lingerie dan bra wanita itu yang sudah terbuka.
"Lo cape? Tidur,yu. Istirahat."Lanjut laki laki itu.
__ADS_1
Eris mengangguk, segera turun dari pangkuan Leon dan memiringkan badannya. Memejamkan mata dipelukan Leon yang selalu terasa nyaman dan hangat.