
Leon hanya memperhatikan Eris yang sibuk mem packing barang. Lalu lalang didepannya memasukan benda yang kira kira penting dan harus untuk dibawa.
"by, udah jam 10 malam. Bobo yu, lanjut besok. "
Eris menghela nafas. Lalu duduk disofa samping Leon dalam ruang pakaian.
"Gue gamau ribet besok. Jadi kita selsain malem ini. "
"Besok kan sore,by. Berangkatnya. " Leon merebahkan kepala dipundak Eris. Melingkarkan tangan kebelakang pinggang wanita itu.
"Tetep aja. "
"by,astaga." Leon mengerutkan alis saat Eris beranjak. Membuat dirinya terjatuh kepinggir karna wanita itu berdiri tanpa aba - aba.
"Gak perlu bawa baju banyak. " Lanjut Leon, sambil mengeluarkan kembali pakaian yang sudah rapi tertata didalam koper, membuat Eris langsung mengambil alih kopernya dan menggerutu sebal pada laki - laki itu.
"ish! Kita disana tuh seminggu, bukan sehari dua hari. Kalo lo gamau bantu, sana! "
Eris mendorong Leon keluar. Menutup pintu ruang dan melanjutkan kegiatan mem - packing semua yang akan mereka butuhkan.
Diluar sana, Leon menghela nafas. Pasrah dengan menjatuhkan diri keatas kasur. Pandangannya menerawang dengan mata terpejam. Maldives, keindahan pantainya sudah tertutup dengan luka lama yang membutakan semuanya.
Leon melirik Eris yang masih sibuk didalam ruang pakaian. Senyumnya tertarik mengingat wanita itu berhasil masuk kedalam ruang hatinya yang berantakan dan menata nya kembali.
Walaupun hubungan mereka bermula dari kesalahan dan nafsu belaka, tapi wanita itu mampu meredakan semua ketakutannya, membuatnya kembali menemukan kepercayaan yang dulu sempat hilang.
Perlahan, Leon hanyut kedalam mimpinya. Mimpi yang selalu indah karna kini rasa takutnya sudah menghilang.
Eris keluar dari ruang pakaian sambil menghela nafas. Senyumnya terbit melihat laki - laki yang memejamkan mata diatas ranjang mereka.
Leon itu aneh. Kadang nyebelin, kadang gajelas, tapi dia bisa bikin gue ngerasa jadi sempurna. Eris duduk di tepi kasur samping Leon, tangannya terangkat hendak menyentuh bibir laki - laki itu.
"Hubby. "
Eris langsung menarik kembali tangannya saat mata Leon perlahan terbuka. Laki - laki itu tersenyum, menahan tangan Eris dan bergeser, menarik Eris agar wanita itu merebahkan badan disampingnya.
"Hubby, maaf ya. Gue bikin lo kesel hari ini." Lanjutnya sambil memeluk Eris. Mengelus kepala wanita itu yang bersandar di dadanya.
Tanpa menjawab, Eris balas memeluk Leon. Menelungkupkan wajahnya dengan sedikit helaan nafas dan tersenyum.
"Nice dream,Leon." Ucap Eris dengan suara kecil yang masih bisa terdengar oleh Leon.
"loh? mau tidur? kirain mau manja dulu."
__ADS_1
"Cape." Jawab Eris singkat.
Leon mengecup puncak kepala Eris, lalu mengangguk. Ikut memejamkan mata dan kembali melanjutkan mimpinya, mimpi yang lebih indah karna pelukan wanita disebelahnya.
***
Cahaya matahari masuk kedalam celah kamar.
Eris membuka perlahan mata dengan Leon yang memeluknya dari belakang. Setelah melepaskan tangan Leon, Eris duduk ditepi kasur, meregangkan badannya lalu beranjak membuka jendela.
Udara segar dan cahaya matahari mampu menjernihkan kembali fikirannya. Eris beralih menundukan kepala, mengusap perutnya lalu menahan senyum.
"Hubby. " Pelukan seseorang dari belakang, membuat Eris sedikit terperanjat karna kehadiran Leon yang tiba tiba.
"Morning kiss."
"Yon, umh. " Eris menahan nafasnya. Saat Leon dengan cepat membalikan badan lalu menautkan bibirnya.
Ciuman singkat yang membuat Leon menjauhkan wajah lalu tertawa karna ekspresi wanita itu.
"Nafas, sayang."
"Leon! masih pagi, astaga udah bikin kaget aja. " Eris mencubit lengan Leon yang membuat laki - laki itu tersenyum gemas.
"kaget apa anu? " Ledek Leon sambil mengecup pipi Eris.
"mau mandi ga?" Tawar Leon sambil menggendong Eris ala bridal style, membuat wanita itu mengerjap dan langsung memukul dada bidang Leon.
"Leon! turunin ga! turunin." Leon mendongakkan wajahnya. Seperti tak mendengarkan permintaan Eris, lalu menutup pintu kamar mandi. Dengan sedikit senyum, Leon berjalan menuju bathup. Mendudukkan Eris di kursi kecil yang ada disampingnya.
"Gue mau manja hari ini." Ucap Leon sambil menyiapkan air, membuat Eris melotot lalu beranjak yang langsung ditahan Leon.
"by, please. Gue udah nurut loh ikut liburan kesana. "
Eris hanya menatap Leon datar lalu membuang nafasnya dan mengangguk, yang membuat Leon langsung tersenyum lebar.
"Bukain. " Leon menghadapkan tubuhnya pada Eris, memberi kode agar wanita itu membantunya menanggalkan pakaian.
"Buka sendiri,lah. Punya tangan,kan." Jawab Eris sedikit judes.
"Gue kan mau dimanja, astaga. Jangan galak galak, nanti kalo anak kita ikutan galak gimana? " Leon mengerutkan alisnya, menatap sebal Eris yang sudah tak peka.
"Hish." Wanita itu menahan senyum karna tingkah Leon, lalu membuka bajunya dan sedikit mengigit bibir bawahnya saat melihat abs perut Leon yang semakin terbentuk.
__ADS_1
"Pegang aja. Gausah ditahan gitu. " Leon sedikit tertawa. Menarik tangan Eris menyentuh abs nya.
"Eh bentar. Sangkar bawah belom dibukain,By. Masa cuma atas doang. Gabersih dong mandinya? "
Wanita itu mengerutkan alis, lalu mendorong Leon saat sadar arah pembicaraannya.
"Hubby. "
gruuuuukkk
Eris menahan tawanya saat Leon mendekat dan menghela nafasnya.
"Tuh kan, lama sih. Keburu laper gue."
Laki - laki itu mengecup singkat bibir Eris. Sedikit mengigit bibir bawahnya dengan sebelah tangan membuka lingerie yang digunakan wanita itu.
"Yon,um." Eris mencoba menjauhkan tubuhnya,mengambil udara yang terasa sulit dihirupnya karna permainan Leon yang lebih agresif.
Leon melepas ciumannya, menggendong Eris kedalam bathup dan menempatkan wanita itu diatas pangkuannya.
"I wanna play one game,babe. How about start from here. // aku ingin bermain satu permainan, sayang. Bagaimana jika kita memulai nya dari sini// "
Lidah Leon yang terasa panas mulai menyusuri leher jenjang Eris. Meninggalkan beberapa tanda bibirnya disana.
"um, Yon. Stop. "
"Hubby, jangan gerak dulu. Kamu mau aku k*****r disini? "
Eris memukul dada Leon, lalu langsung turun dari pangkuan Leon dan membalikkan badannya, membuat laki - laki itu tertawa lalu memeluknya.
***
Satu jam lebih mereka didalam kamar mandi. Eris melirik jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Lalu bergegas ke ruang ganti, diikuti Leon yang mengerutkan alis mendengar notifikasi masuk dari ponsel wanita itu.
Leon membaca email yang baru saja masuk, lalu sedikit berlari kearah Eris yang membuat wanita itu sedikit menjerit karna kemunculan Leon yang tiba - tiba saat Eris baru saja hendak memakai bajunya.
"Leon! asgaga. Apasih?"
"Lo pilih pesawat yang jam sebelas pagi?" Leon buru - buru mencari baju nya, membuat beberapa baju menjadi acak acakan.
"Hah? jam sebelas? semalem gue pilih pesawat yang jam dua,ko." Suara Eris ikut terdengar panik. Handuk yang dikenakan untuk menutupnya tubuhnya langsung luruh karna Eris juga buru buru mengambil pakaiannya.
"Selsai? " Leon menatap Eris saat ia sudah memakai bajunya dengan rapi, sedangkan Eris masih berlari ke meja riasnya.
__ADS_1
"Belom! Yon, lo bawain koper ke basement, cepet! " Eris refleks memerintah Leon yang membuat laki - laki itu menahan tawanya karna gemas.
Leon melirik arloji dipergelangan tangannya lalu buru buru mengambil koper dan sedikit berlari menuju basement.