
Leon mendorongnya ke tempat tidur, melepas sempurna pakaian yang tersisa membalut tubuh Eris.
Sedangkan Eris hanya memperhatikan tangan Leon yang cekatan menyentuh setiap inci tubuhnya.
Leon menenggelamkan kepala nya di da** Eris lalu sedikit bermain disana. Lidah Leon yang terasa hangat membuat Eris lebih menekan kepala Leon karna kenikmatan yang baru ditemukannya.
Laki - laki itu menghentikan permainannya,beralih pada perut langsing Eris. Memainkan lid**nya di area v membuat Eris menaikkan pinggulnya karna permainan Leon yang semakin menghilangkan warasnya.
"Leon. Stop- mhh, m more" suara Eris sedikit bergetar karna menahan kegeliannya. Membuat Leon menghentikan kegiatannya dibawah sana lalu membetulkan posisi nya diatas Eris.
"Hubby, tahan ya."
Eris mengangguk lalu memeluk Leon yang mulai memainkannya.
"Yon. Stop it! "
"Yash, hubby. i've been slow"
Leon mempercepat permainannya membuat Eris semakin mengeratkan pelukannya dan mengeluarkan suara yang membuat Leon semangat.
"You're so cute, you're so sexy, you're hot. My girl" disela permainannya, Leon mengucapkan kata itu dikuping Eris dengan nada yang sedikit dibarengi desahan.
"umh, stop it.Yon"
"sebentar, hubby"
"stop,it. Please"
Leon mengusap air mata Eris sambil mengelus rambutnya.
"ssst, jangan nangis."
Wanita itu hanya memejamkan mata sambil menahan sakit yang menjalar ditubuhnya. Permainan Leon sangat sempurna. Transisi ritme nya yang pelan lalu cepat membuat malam panjang itu semakin panas.
Leon memejamkan mata lalu menunduk melihat cairan bening yang ia keluarkan di perut Eris,membuatnya langsung tersenyum melihat ekspresi kaget yang Eris perlihatkan.
"iiih Leon. Panas" Eris melihat perut nya lalu melihat kearah Leon yang masih menunduk.
"sperm* kan emang panas, yang"
Leon mengambil tissue lalu segera me lap tubuh Eris. Mengusap kepala nya dan mengambil pakaian mereka yang dibiarkan berserakan.
"Ayo mandi" Leon membantu Eris berdiri. Lalu menarik nya segera masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"Bentar, lemes."
"mau mandi bareng? Atau kamu duluan? "
Eris memakai kembali kaos yang diberikan Leon, merebahkan tubuhnya membelakangi Leon.
"Gemes banget" Leon menggendong Eris untuk segera masuk kamar mandi lalu menyiapkan bath up.sesekali memperhatikan Eris yang sedang mengikat rambutnya.
"Jangan liat kesini! Aku mau buka baju" Eris berteriak saat Leon masih mencuri pandang.
"Sayang, aku kan tadi udah liat, udah test drive** juga" Leon tertawa melihat Eris yang langsung menutup matanya melihat tubuh Leon yang polos sama sekali tak menggunakan pakaian.
"Leon, pake bajuuu!
"Iya iya sini dibukain" Leon tersenyum lalu menghampiri Eris yang langsung memberi nya pelototan.
"Udah diem aja, keburu dingin ntar air nya. " Eris yang awal nya menghindar, akhirnya membiarkan Leon membuka kan bajunya, lagi.
Pandangan Eris beralih pada tubuh atletis Leon yang sempurna. Perut Leon yang selalu membuat nya 'naik'.
Eris mengalungkan tangannya pada Leon,memainkan lidah nya di leher. Memberi kiss mark yang membuat laki laki itu memejamkan mata lalu balas menyentuh tubuh Eris.
"shit" Leon memejamkan mata saat lidah Eris bermain di lehernya.
Eris menggeleng lalu melangkah mendahui Leon ke bath up.
"Hubby, kebiasaan banget mancing terus ditinggal" Leon kembali memasang muka sebal saat Eris malah melewati nya dan memasukkan diri ke bathup.
"Lemes"
Eris menyandarkan tubuhnya di bath up disusul Leon yang juga bersandar diujung bath up sebrang nya. Mereka berhadapan, Leon mendudukan badannya aga tegap lalu sedikit condong kearah Eris dan melihat sebentar kearah bawah dadanya yang tertutup busa.
"why are you so hot tonight, Hubby? " Leon mengusap lembut dada Eris sambil terus melihat wajah Eris yang memerah.
"Yon,gue udah lemes"
"Kamu yang godain aku. Ini juga, liat"
Leon menjauh kan tubuhnya lalu menunjuk bekas merah di lehernya karna perbuatan Eris.
"Gue hilaf. Minggir, mau bilas"
Baru saja Eris naik, Leon menahannya lalu menarik pelan Eris hingga dia kembali masuk dalam bath up. Kali ini, Leon menyandarkan tubuhnya ke ujung bath up lalu memeluk Eris dari belakang.
__ADS_1
"Yon, please."
Eris memejamkan mata saat Leon kembali menjilat belakang kuping dan bermain lagi di dada nya.
\*
Eris melangkah dengan baju handuk Leon, mengikuti Leon yang hanya memakai handuk dipinggang.
Malam yang panjang,Leon langsung merebahkan badannya dan menarik Eris, membuat mereka berada di ranjang dengan tanpa pakaian, lagi. Leon mengelus rambut Eris yang bersandar di dada nya.
Senyum Eris sangat terasa disana, entah wanita itu sedang mendengar detak jantung Leon yang berpacu cepat atau karna permainan adu fisik diatas ranjang yang mendebarkan tadi.
"kamu senyum kenapa? " Leon ikut tersenyum, bertanya sambil memainkan rambut Eris. Mencium puncak kepalanya lalu mendekap wanita itu lebih dekat sampai kulit mereka bersentuhan.
"are you happy? "
Leon kembali bertanya, sedangkan Eris menyentuhkan tangannya di perut keras dan panas milik Leon. Ia sangat suka dengan perut sempurna itu, nafsunya sampai gila hanya karna melihat perut Leon.
Leon yang seperti di gelitik tertawa lalu menahan tangan Eris, berucap diatas puncak kepala wanitanya sambil menautkan kaki telanjangnya diatas kaki Eris.
"fetish kamu ya?"
Eris mengangguk malu, tertawa dengan tangan yang masih menyentuh setiap inci perut pria itu.
"fetish kamu apa? " Eris balik bertanya sambil mendongakkan wajah nya pada Leon.
"Semua tubuh kamu"
Eris mengerutkan kening lalu memukul lengan Leon untuk menjawabnya lebih serius.
"aw, aw ko mukul?"
"Serius! " Eris menarik selimut lebih atas lalu mendudukkan badannya,
"Ya emang serius. Semua bagian tubuh kamu bikin aku horny. Apalagi ini, " Leon menyentuh bibir Eris, lalu beralih pada dada Eris
"ini" tangan Leon yang lagi lagi masuk kedalam selimut dan menyentuh langsung bagian atas dada yang sontak membuat Eris menepisnya.
"Gue mau tidur,Yon."
__ADS_1