
Announce : sebelumnya baca ulang part atas dulu ya karna ada yang aku revisi hihi.
.
.
"cuco meong! " seorang penata rias sedikit berteriak gemas saat riasan wajah Eris selsai. Begitupun bagian rambut Eris yang juga selsai tertata rapi dan simpel .
"jadi konsep nya simpel tapi mewah ya,neng. Rumahnya juga edun pisan gede." Yuli, penata rias asal bandung tak berhenti bicara saat mendandani Eris. Ia yang baru sampai tadi malam bahkan belum tidur sampai sekarang karna berkeliling mulai dari tempat dilaksanakannya acara hingga mengagumi kemewahan rumah yang baru dilihatnya. Berakhir dengan ketakjubannya pada bungalow yang dijadikan tempat untuk merias Eris sekarang.
"Hebat si eneng teh cocok sama si aa na, kalo diijinin teteh mah ikhlas jadi yang kedua juga. "
Eris tertawa mendengar perkataan penata riasnya.
"inget suami sama anak dirumah,teh. " Dea, asisten Yuli ikut terkekeh menimpali bos nya yang memang sangat senang bercanda mencairkan suasana.
klek
Semua mata tertuju pada Leon yang menggunakan jas. Simple dengan kesan cool yang sangat cocok dengan wajah datarnya.
Leon ikut diam melihat Eris yang terlihat sangat mempesona. Membuatnya ingin menghabisi bibir Eris yang terlihat menggoda dengan warna dark red yang berani.
"uhuk" Yuli terdengar batuk disengaja yang membuat Leon langsung mengerjapkan mata dan tersenyum. Menghampiri Eris untuk segera menggandengnya menuju pelaminan.
"oh, hm. Udah selsai kan? Papa mama udah nunggu di altar. "
Eris menganggukkan kepala nya lalu berjalan kearah Leon, menahan senyum saat Leon memegang tangannya dan menuntunnya keluar.
Seluruh pasang mata tertuju pada Eris dan Leon yang baru keluar dari bungalow. Beberapa telihat memotret kearah Eris yang menjadi ratu hari ini.
"jangan nunduk. Hubby. " Leon tersenyum, sedikit melambatkan langkahnya mengikuti Eris.
El,Hana dan Adrian yang sudah berada di altar ikut tersenyum. Apalagi saat melihat Eris yang perlahan menegakkan kepala nya dengan senyum hangat dan anggukan kepala saat beberapa orang memberinya bunga.
__ADS_1
Hingga mereka sampai di altar. Pendeta sudah berada diantara mereka. Menganggukkan kepala pada Leon dan Eris yang terlihat bahagia.
"Langsung saja kita mulai dengan janji suci kedua mempelai. Dimulai dari mempelai pria, silahkan saudara Leon wyllie."
Leon terlihat sedikit gugup. Tapi tetap tersenyum pada Eris, menundukkan sebentar wajahnya lalu mulai memegang mikrofon yang justru membuat Eris ikut hilang kendali atas debaran jantungnya.
"Saya,Leon Wyllie. Berjanji untuk membantumu mencintai hidup, menggenggammu dengan lembut untuk kesabaran, karna itulah yang dibutuhkan cinta. Untuk mengatakan kata - kata jika dibutuhkan, dan berdiam jika ternyata kata - kata tak dibutuhkan lagi. Saya, akan tetap setia mencintaimu dalam keaadaan susah maupun duka, susah atau senang, kurus atau bahkan saat kau gendut nanti."
Eris menahan tawanya diakhir janji Leon. Begitupun saksi pernikahan yang beberapa sudah tertawa.
"Silahkan mempelai wanita. Saudari Erisca Yunanda."
"Saya, Erisca Yunanda. Menerimamu menjadi suami saya. Saya berjanji untuk setia padamu,dalam untung maupun malang, di waktu sehat dan sakit. Saya mau mencintai dan menghormatimu seumur hidup, sampai rambut kita sama sama memutih,sampai maut memisahkan."
Leon mengerjapkan mata. Menahan diri saat Eris terlihat serius yang justru membuatnya gemas.
Pastur tersenyum singkat, mendekatkan Leon dan Eris. Menyuruh Leon untuk mencium Eris karna wanita itu sudah sah menjadi istrinya.
cup
"Baik. Kalian bisa lanjutkan nanti, selamat. Semoga pernikahan kalian di berkahi." Pastur itu terlihat kembali tersenyum, lalu meninggalkan pelataran. Setelah memberi petuah pada kedua mempelai.
Sepeninggal pastur. Eris tetap berada didekat Leon,mencubit perutnya sambil berbisik karna alunan musik mulai dimainkan.
"apa apaan sih? bikin malu tau ga."
"Yagapapa. Kan udah sah."
Pandangan Eris beralih pada orang tua mereka yang sama sama tersenyum. Eris beranjak menghampiri Hana saat tangan Hana terbuka untuk memeluknya. Berbeda dengan Leon yang terlihat cuek,bahkan saat Adrian menghampirinya.
"enjoy party,ya!" Leon sedikit berteriak, membiarkan para tamu undangan bergerumul dengan kelompoknya, atau berkeliling untuk berfoto dan menikmati hidangan dengan tema standing yang diambilnya.
"Selamat. Satu anak papa udah sold out, semoga pernikahan kamu diberkahi." Adrian memeluk Leon, menepuk punggungnya sambil menahan air mata yang tiba tiba memaksa keluar.
__ADS_1
"Yon, sesudah kamu nikah. Kalian bakal sering kunjungin kita kan?" Hana menggandeng El dan Eris agar ikut berkumpul dengan Adrian dan Leon yang sudah berada di bawah pelataran.
Eris mengangguk, tersenyum pada El dan Hana yang dibalas anggukan Leon.
"ohiya,Rey kemana?" Eris mengedarkan pandangannya, teringat bahwa sejak tadi ia belum bertemu Rey sekalipun.
"Nah itu Rey sama tunangannya." Hana tersenyum, melambaikan tangannya pada Rey dan seseorang yang membuat Eris menegang. Begitupun El yang terlihat mengerjapkan mata.
Rey melepas gandengan Della disebelahnya. Membalas pelukan Hana dan memeluk singkat Adrian, lalu menepuk bahu Leon yang terlihat acuh.
"Bro,selamat! Doain gue biar cepet nyusul. Hahaha"
Berbeda dengan Rey yang terlihat ikut bahagia. Della tersenyum manis yang terlihat sarkas dimata Eris, apalagi saat wanita itu mendekat kearah Eris membuat Leon siaga karna tau segila apa Della.
"Selamat ya."
Hana melirik Adrian saat Della tersenyum sambil mengusap perut Eris.
Rey tak kalah terkejut dan gugup mengingat kejadian tempo hari dirumah sakitnya. Buru buru Rey tertawa mengalihkan suasana, apalagi beberapa tamu terlihat berbisik dan mencuri pandangan saat Della memegang perut Eris lama.
"e hahaha. Eris pastinya bahagia karna bisa dapetin lo, lo juga beruntung dapetin cewe kaya Eris. Sayang,mau coba dessert sebelah sana?" Tangan Rey langsung memegang sebelah tangan Della yang masih berada di perut Eris. Buru - buru Rey membawa Della menjauh, menjamah dessert paling ujung yang sepi peminat.
"aw,aw. Sakit Rey, lepas!" Della langsung melepas kasar cekalan tangan Rey. menautkan alis nya sebal mengikuti arah pandang Rey yang memperhatikan keluarga mereka masih berbincang dengan diselingi Eris yang terlihat tertawa malu.
"Oh,jadi keluarga kalian belum tau soal kehamilan Eris ya? kenapa? gue yakin lo juga tau soal ini karna Eris cek up di rumah sakit lo,kan?" Ucapan sarkas Della yang terdengar memuakkan membuat Rey mengambil sebotol vodka kecil dan menuangkannya ke loki. Meneguknya sebentar lalu menyimpan loki agak keras.
Rey sengaja memilih tempat ini karna berada dipaling ujung. Pertengkaran sehebat apapun dengan wanita picik didepannya tak akan menganggu para tamu undangan yang terlihat menikmati hidangan.
"Urusan mereka mau kasih tau soal itu atau engga. Lo fikir lo siapa? lo cuma mantan yang udah gaada harapan lagi. Lo lakuin ini karna lo udah hilang harapan kan?" Perkataan Della yang terdengar meremehkan dibalas telak oleh sarkasme Rey yang langsung membuat wanita itu menaikkan sebelah alisnya.
"lo fikir gue bakal nyerah karna mereka nikah? justru ini awal dari semuanya. Lo tenang aja, kontrak kita bentar lagi berakhir saat gue dapetin Leon balik."
Della beranjak, menghentikan langkahnya saat teringat satu hal. Lalu kembali membalikkan badan.
__ADS_1
"Gue tau lo mulai tertarik sama Eris. Gue bakal bantu lo buat dapetin apa yang lo mau. So, lo gausah halang halangin gue buat dapetin Leon balik."