Friend With Benefit (FWB)

Friend With Benefit (FWB)
maldives 1


__ADS_3

Leon melingkarkan tangan Eris dipinggangnya. Speedboat yang dikendarainya perlahan bergerak, membuat Eris semakin mengeratkan pelukan dan memejamkan matanya dengan keras.


"Leon! pelan - pelan bawanya." Eris terus memejamkan mata, apalagi ini kali pertamanya ia menaiki speedboat.


"Iya, ini pelan."


Speedboat yang dikendarai Leon perlahan berhenti. Eris mengerutkan alisnya lalu membuka mata.


"ko berhenti? udah sampe?"


"Kita tunggu bentar lagi."


Hamparan laut yang tenang sejauh mata memandang membuat Eris mengerjapkan mata. Bongkahan kecil tebing yang mengelilingi dan matahari yang mulai turun, memancarkan warna orange keemasannya.


Villa yang Leon katakan sudah terlihat,tapi speedboat yang dikendarainya belum juga bergerak.


"golden hour. Waktu yang pernah paling istimewa." Leon berujar sambil menahan senyum ketirnya.


Tempat ini penuh dengan kenangan masalalu, apalagi villa yang berada ditengah lautan depan mereka. Datang kembali ketempat ini, berarti ia sudah siap untuk bayangan lebih jelas soal kenangan masalalu. Soal orang yang sampai saat ini mengisi penuh hatinya, soal penghianatan yang juga dimulai disini.


"Yon."


"lo suka senja ga?" Leon kembali membuka suara. Bertanya pada Eris yang menempelkan dagu di bahunya.


"Gaterlalu,sih. Kayanya gue sial terus pas senja." Eris sedikit tertawa, mencoba mengingat hal hal indah di waktu yang seringnya ia gunakan untuk tidur.


"Bentar,ya. Lo harus liat most sunset nya Maldives."


Matahari terus turun, semburat warna orage yang tadinya terang perlahan berubah menjadi sedikit kehitaman, Mata Leon terus memperhatikan perubahan gradasi warna indah dihadapannya.


flashback onn


"Kenapa, tuhan ciptain sesuatu yang indah itu durasi waktunya sedikit?" Leon berbicara dengan suara kecil sambil bersandar dibahu wanita yang ada disebelahnya.


"Karna tuhan mau, kita bisa lebih ngehargain waktu. Seringnya kita sadar hal itu indah disaat waktu terakhir,kan? Kaya matahari tenggelam yang lebih indah dari waktu saat dia terbit."


flashback off


"Ris, lo lebih suka matahari terbit atau tenggelam?" Leon mengelus tangan Eris yang masih setia memeluknya dari belakang.


"Tenggelam. Walaupun gue benci durasi nya yang singkat. "


Pandangan Eris terkunci melihat gradasi warna ajaib didepannya. Langit yang perlahan pekat dengan beberapa bintang yang mulai muncul diatas mereka.


Leon menyalakan kembali speedboatnya. Masih dengan senyum ketir dan mata sedikit sayu, membawa Eris tepat kedepan villa yang terlihat sudah ada Yuan dengan seorang wanita disebelahnya.

__ADS_1


"Tuan muda, selamat datang kembali. Lama tidak bertemu." Seorang wanita paruh baya tersenyum hangat dan menundukkan kepalanya pada Leon.


"Maji." Leon tersenyum,membalas sambutan wanita yang ada didepannya, lalu menundukkan kepala pada wanita yang ia sebut Maji, membuat Eris ikut menundukkan kepalanya.


"Saya mau tinggal dikamar utama."


Ucapan Leon membuat Yuan langsung melirik Maji yang terlihat kaget lalu kembali memasang senyum hangatnya dan mengangguk.


"Tentu,tuan muda. Selamat menikmati liburan anda."


Maji menundukkan kembali kepalanya,lalu meminta Yuan segera memindahkan barang barang Leon ke kamar utama.


Pandangan Maji terlihat sangat bahagia saat mereka datang. Tapi, ketika Leon meminta kamar utama, raut wajah wanita itu sedikit berubah.


"Jika ada yang anda butuhkan lagi, silahkan beritahu Yuan." Maji tersenyum, berpamitan pada Leon dan Eris karna ia harus segera menata ruang makan mereka.


Leon melirik Yuan, memberi kode dengan tangannya pada laki - laki itu agar ia segera pergi dari dalam kamar utama yang ditempatinya.


"akhirnyaaa, gerah banget astaga,pegel." Eris meregangkan badannya, berguling kanan dan kiri saat tubuhnya menyentuh sprei kasur dengan ukuran king size itu.


"Gue mandi duluan."


Eris mengangguk sambil mendudukkan badannya. Perkataan Leon terdengar sedikit dingin dan kurang bersemangat.


Paling juga dia cape. Fikir Eris sambil mengedikkan bahunya dan beranjak.


Dee? Apa tempat ini ada hubungannya sama Della? Gue ko jadi agak ganyaman ya dikamar ini. Eris menggigit bibir bawahnya. Menarik nafas panjang memikirkan orang yang dimaksud Yuan siang tadi.


"hubby."


Sebuah sentuhan tangan dan deru nafas yang terasa di pundaknya membuat Eris tersentak lalu melirik Leon yang sudah ada dibelakangnya.


"udah selsai?" tanya Eris yang hanya dijawab anggukan oleh Leon.


"lo mau mandi? mau gue siapin airnya?" Leon mengikuti Eris yang hanya dibalas gelengan kepala.


***


Eris memandang lurus tembok bercat putih didepannya. Ada perasaan tak enak didalam hati yang sejak mereka sampai di tempat ini perasaan tak enaknya semakin mengganjal.


Apalagi sikap Leon yang berubah sedikit dingin. Senyumnya yang terlihat ketir dan jelas Eris merasa ada bagian masalalu Leon disini.


Bener kata Leon. kenapa gue gak cari destinasi lain aja ya. Gue ngerasa jadi makin ganyaman. Eris menghela nafasnya sambil memejamkan mata.


Eris melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 7 malam. Ia segera membilas badannya lalu keluar kamar mandi.

__ADS_1


leon kemana? tadi masih disini. Pandangan Eris mengedar keseluruh ruang kamar yang cukup luas itu. Lalu kembali menghela nafas saat sama sekali tak menemukan Leon.


tok..tok..tok...


"Permisi,Nyonya. Makan malam sudah siap."


"Iya Maji, terimasih." Sekali lagi Eris menahan senyumnya. Mengedikkan bahu lalu berjalan menuju koper yang diletakkan Yuan.


damn. Gue gamungkin pake baju gini keluar,astaga. Eris membongkar koper kecilnya, memandang semua baju yang kebanyakan berisi bikini, dan beberapa set lingerie.


Eris menarik nafasnya. Lalu mengambil satu set lingerie berwarna merah dan memakai dua lapis long cardi nya.


Setelah merasa cukup. Ia berjalan keluar, menemukan hanya Yuan dan Maji yang ada di


meja makan.


Pandangan Eris yang semula terpaku pada seluruh hidangan seafood didepannya teralih mengingat suaminya yang tak ada diruang makan.


"Um, leon mana,ya? Maji,Yuan." tanya Eris sambil tersenyum dan mengambil beberapa seafood yang cukup menggugah perutnya yang mulai keroncongan.


"Tuan Leon bilang beliau ada urusan malam ini. Mungkin kembali ke villa agak malam, beliau juga bilang Nyonya Eris tidak usah menunggunya." Jelas Maji dengan panjang lebar membuat Eris mengerutkan alisnya.


"urusan? masih disekitar villa,Ma?"


Maji tersenyum singkat,lalu menggelengkan kepala yang membuat Yuan mengerjapkan mata.


"Maji,Leon kesana?" tanya Yuan dengan raut wajah yang tak bisa diartikan.


"Nyonya Eris, silahkan dinikmati hidangannya. Pasti perjalanannya melelahkan,kan?" Maji melirik Yuan, segera mengalihkan pembicaraan yang dibalas senyum kecil Eris.


Beberapa menit mereka saling diam. Menikmati hidangan yang ada dihadapan mereka hingga Yuan pamit lebih dulu, membuat Eris sedikit merasa canggung berada didekat Maji yang sebenarnya terlihat ramah.


Ingatan tentang seseorang membuat Eris memberanikan diri karna rasa penasarannya yang sudah diujung lidah.


"Maji."


"Iya,nyonya?" Maji yang semula sibuk bolak - balik membereskan bekas makan mereka, berhenti sejenak. Menganggukkan kepala saat Eris terdengar memanggilnya.


"Aku mau tanya."


Eris menggantungkan kalimatnya. Membuat Maji mengerjapkan mata lalu mengangguk, memberi kode agar Eris melanjutkan pertanyaannya.


"Maji kenal Dee?"


Pertanyaan Eris membuat Maji sedikit tersentak dan langsung mengusap tengkuknya.

__ADS_1


"Maaf Nyonya. Saya, kurang tau."


__ADS_2