Gadis Cupu Keturunan Mafia

Gadis Cupu Keturunan Mafia
Bab 10


__ADS_3

Di Kelas IPA 2 XI.


Di kelas ini semua siswa - siswi di beri tugas oleh gurunya, Karna semua guru mengadakan rapat tentang acara perpisahan kakak kelas mereka.


"Rel?"panggil Dira.


"Hmmm..."yg di panggil hanya menjawab deheman saja, Dan tetap fokus menulis buku yg disalin dari pelajarannya.


"Anterin aku nanti ya?"pinta Dira.


"Kemana?"tanyanya masih tetap fokus.


"Ke kelas cowok tadi, Aku mau minta maaf sama dia!"sedihnya.


Aurel mendongak, Mengalihkan pekerjaanya, Menaruh penanya beralih menatap Dira"Ya, Nanti aku anterin. Kamu tau gk kelasnya dimana?"tanya Aurel.


Dira menjawab dengan menggelengkan kepalanya dan berucap."Tapi aku akan cari di semua kelas, Kakak kelas kita satu persatu."jawab Dira tenang.


"Terserah kamu ajalah! Aku cuma mau ngikutin kamu aja."kata Aurel pasrah.


Dira tersenyum ke arah Aurel dan mengucapkan Terima kasih. Setelah itu, Ia fokus lagi dengan pelajarannya yg belum selesai.


Pulang Sekolah.


"Ayo Reell...Cepetan! Nanti mereka keburu pulang duluan."ucap Dira tk sabaran.


"Bentar! Ini masih tinggal penaku."jawab Aurel yg masih membereskan alat tulisnya dan dimasukkan kedalam tasnya.


Setelah Aurel meresleting tasnya. Dira langsung menarik tangan Aurel dengan cepat.


"Ayo buruan!! Tuuhh mereka udah keluar gerbang!!"pekik Dira yg berlari sambil menggandeng tangan Aurel yg juga ikut berlari, Karna harus menyamakan langkahnya karna tangannya ditarik oleh Dira.


"TUNGGU!!"teriak Dira memanggil segerombolan remaja tampan di arah parkiran yg sudah ingin memasuki mobilnya.


Dan keempat para remaja tampan tersebut menoleh secara bersamaan ke orang yg memberhentikannya.


Setelah Dira dan Aurel sampai ke tempat pemuda - Pemuda tetsebut.


"Hoss...hoss...hoss"suara nafas keduanya yg terlihat kelelahan berlari, Sambil menetralkan jantungnya yg tk beraturan.


Keempat pemuda tersebut bingung dengan kelakuan kedua gadis ini, Kenapa mereka harus berlari seperti ini? Apa ada yg di lakukannya ke mereka? Sehingga mengejarnya? Seperti di kejar anjing saja. Mereka berempat saling pandang satu sama lain dan saling mengedikan bahunya, Yg artinya tk tahu?.


"Ada apa kalian mengejar kami?"tanya El dingin.


"Gue...Mmmm...Gue..."jawab Dira bingung.


"Cepetan! Gue udah gk ada waktu lagi!!"ucap El dingin.


"Gue ingin minta maaf!!"jawab Dira cepat karna takut ucapan El yg dingin.


"Maaf. Maafin gue soal yg tadi ya? Gue gk berniat buat ngebentak lo tadi, Tapi gue gk mau di bantu sama orang yg belum gue kenal. Tapi? Bukan maksud apa! Hanya saja, Gue gk enak saja di bantuin orang lain. Takutnya gue malah ngerepotin."maafnya merasa bersalah sambil menundukkan kepalanya.


Pemuda tersebut mengangkat sebelah alisnya dan sedikit menyunggingkan senyumnya. Lalu masuk ke dalam mobilnya yg di ikuti ke tiga temannya, Tidak memperdulikan ucapan maaf dari gadis tersebut.


Sedangkan gadis tersebut merasa malu sama teman - temannya. Karna permintaan maafnya di acuhkan begitu saja oleh pemuda tetsebut.

__ADS_1


Dan saat Dira ingin pergi dari sana. Seorang membuka kaca mobil di sampingnya, Dan melemparkan selembar kertas yg dilipatnya ke arah Dira.


Dira menoleh, Melihat orang yg melemparkan kertas tersebut."Apa ini?"tanyanya.


"Bacalah!"singkat pemuda tersebut dan langsung melajukan mobilnya keluar dari parkiran.


Dira mengambil kertas tersebut di bawah kakinya kemudian membacanya, Aurel mendekati Dira. Ia juga penasaran dengan isi dari lipatan kertas tersebut.


*Datanglah ke Club gue nanti malam, Tempatnya di jalan xxx no 43.* Isi dari kertas tersebut.


Dira dan Aurel bingung membaca isi dari kertas tersebut. Kenapa pemuda itu harus menyuruhnya datang ke clubnya? Gak salah? Gak ada tempat lain apa? Misalnya ke cafe kek, Atau ke taman kek, Tempat yg enak. Lah ini ke club. Ia jadi merinding mendengar nama club, Apalagi tempat itu adalah tempat para cowok2 yg suka mabuk - mabukkan dan juga para kupu2 malam yg suka merayu om om, Begitulah isi pikiran dari mereka berdua.


Kemudian Dira menatap ke arah Aurel dengan menaikkan kedua alisnya mengkode seiring ingin bertanya, Aurel yg tau kode dari Dira ia langsung mengaggukkan kepalanya ragu dengan tersenyum. Dan menjawab" Udah turutin saja, Siapa tau di maafin. Nanti aku temenin deh!"


Dira masih tidak yakin dengan isi dari kertas tersebut. Kalau ia ke club, Mau bilang izin kemana sama Paman dan Bibinya itu. Ya, Terpaksa Dira harus berbohong kepada Paman dan Bibinya itu, Demi meminta maaf dari pemuda tersebut.


"Oke. Kita kesana nanti malam! Aku ingin lihat, Apa yg akan mereka lakukan ke kita."ucapnya tanpa ragu lagi dan sediki menyunggingkan senyumanya ke atas.


"Ayo, Kita pulang! Kamu mau nginep disini sampai nanti?"tanya Aurel mengajak Dira pulang, Yg di ajaknya tk kunjung beranjak dari tempatnya.


"Ya, Nggklah! Siapa juga yg mau nginep disini."kata Dira yg langsung menuju ke arah motornya yg di ikuti Aurel.


Mereka berdua langsung melajukan motor maticnya dan menuju rumahnya masing - masing.


_____________________________________________


Skip.


Di Club malam.


"Iya, Kayaknya bener deh Dir, Emang ini tempatnya dari kertas ini"jawab Aurel memberi tahu.


"Coba kita masuk aja dulu, Yuukk"ajak Aurel.


"Tapi?"ucap Dira masih ragu untuk masuk.


"Kenapa?"tanyanya.


"Udah, Ayo masuk! Pasti cowok itu ada di dalam."ajak Aurel lagi yg langsung menarik tangan Dira masuk ke dalam club, Yg di tariknya malah pasrah mengikuti langkahnya.


Di dalam club, Suara dentuman musik DJ yg sangat keras nyaris memekakkan telinga yang juga di hiasi lampu warna - warni yg kelap kelip, Tapi orang yg sangat suka musik malah terlihat senang berjoget ria dengan mengikuti alurnya musik.


"Aduh! Berisik sekali!."keluh Dira yg tak suka sama musik yg terlalu keras.


"Namanya juga club. Kalau mereka malah senang musik keras seperti ini, Apalagi di hiasi lampu kelap kelip begini, Malah seru untuk mereka berjoget."Aurel menjawab keluhan Dira.


"Iya sih! Tapi dimana cowok itu ya?"tanya Dira sambil melihat ke kanan dan kekiri mencari seseorang.


Sepasang netra mata milik seorang melihat ke arah mereka, Dan meyakinkan kalau penglihatannya tidak salah. Tapi mereka berdua tidak menyadari kalau mereka slalu di awasi oleh orang itu.


Lalu seorang pelayan club disini menghampiri mereka berdua dan bertanya."Apakah kalian berdua yg bernama Gardira dan Aurel?"kata pelayan laki - laki muda tersebut.


"Iya! ini memang nama kami."jawab Aurel.


"Mari ikut!"ajak pelayan tersebut.

__ADS_1


Mereka berdua mengangguk, Lalu mengikuti arah dari langkah kaki pelayan tersebut tanpa berkata apapun.


Dan sampailah mereka di depan pintu ruangan yg terlihat sangat sunyi dari arah luar.


"Kalian masuklah, Mereka sudah menunggu. Saya pergi dulu."pamit pelayan tersebut langsung melangkahkan kakinya keluar.


Lagi - lagi Dira dan Aurel hanya menganggukan kepalanya dan berterimakasih. Lalu mereka berdua menatap pintu yg di tunjukan pelayan itu. Aurel ingin membuka pintu itu, Lalu di cegah oleh Dira" Biar aku saja yg buka."kata Dira menawarkan diri.


"Oke."singkat Aurel.


Dira membuka pintu itu perlahan. Lalu ia melihat sebuah ruangan. Seperti ruangan kerja seseorang, Dan sepasang netra matanya melihat ketiga pemuda yg duduk di sofa panjang pojok kanan, Yang memakan cemilan dengan santainya, Ada juga yg sambil memainkan ponselnya dan juga meselonjorkan kakinya ke meja.


Ketiga pemuda tersebut mengalihkan pandangannya ke arah pintu yg terbuka, Yang menampilkan dua orang gadis yg tercengang melihat ke arahnya.


Lalu suara seseorang dari arah belakang kedua gadis tersebut mengagetkannya."Sampai kapan kalian akan berdiri di situ?"ucap Pemuda yg berada di belakangnya, Lalu melewati mereka berdua yg masih berdiri mematung.


"Kemarilah! dan duduk!"perintah pemuda itu yg tak lain adalah El, Yang telah menyuruhnya datang ke club ini.


Mereka berdua tambah tercengang melihat penampilan cowok yg selama ini selalu bikin kesel dan juga nyebelin. Seperti terlihat bukan anak muda yg masih sekolah. Melainkan seperti pria dewasa yang sangat gagah, Saat memakai pakaian kemeja biru yg di hiasi dasi panjang, Celana hitam dan juga sepatu pantofel yg melekat di kakinya tak lupa juga jas yg di kaitkan ke tangan sebelah kirinya. Membuat semua orang yg melihatnya bukan seperti anak remaja, Tapi seperti orang kantoran juga pria dewasa yg sudah berumah tangga.


Mereka berdua buyar dari lamunannya saat tangan seseorang menyentuh pundaknya.


"Ayo! Duduk disana."ajak Rehan yg menghampiri gadis tersebut. Dan langsung berada di tengah antara Dira dan Aurel sambil merengkuh pundak mereka berdua.


Dira dan Aurel melepaskan tangan Rehan masing - masing yg menyentuh pundaknya.


"Gk usah pegang - pegang!!"ucap Dira dan Aurel kompak.


"Wiihh...Kompak amat kalian."jawab Rehan santai dan berjalan menuju sofanya lagi.


"Duduk!!"perintah El lagi, Menyuruh mereka berdua duduk.


Aurel dan Dira memasang wajah datarnya dan berucap" Mau apa kalian, Menyuruh kami kesini?"tanya Dira.


"Udah duduk saja dulu! Kita gk bakal ngapa - ngapain kalian."jawab Azar yg ikut serta dalam ruangan tersebut.


Dira dan Aurel duduk di depan mereka bertiga di sofa yg cukup dua orang saja. Sedangkan El duduk di sofa single miliknya.


"Kalian pernah minum Vodka?"tanya Rehan.


Mereka berdua menggeleng bertanya."Apa itu vodka?"kompaknya.


"Ini vodka, Bir, Miras dan masih banyak lagi, Apa kalian tidak pernah minum?"tanyanya lagi sambil menjelaskan satu persatu minuman yg ada di depannya.


Mereka berdua menggeleng lagi, Dira berucap"Apa yg kalian inginkan dari kita?"tanya Dira langsung ke intinya tanpa basa - basi lagi.


"Kalian akan menemani kami ke Acara pesta minuman di Hotel AR nanti. Dan setiap peserta yg di undang harus membawa pasangannya masing - masing dan juga memakai topeng."jelas Aldo menjawab pertanyaan dari Dira yg terlihat bingung.


"Jadi, Kalian menyuruh kami kesini, Hanya untuk mengajak kami ke pesta itu untuk menjadi pasangan kalian?"tanya Dira tak percaya.


"Iya, Kau akan menjadi pasanganku, Dan temanmu itu akan menjadi pasangan sepupuku, Aldo. Dan itu semua adalah sebagai permintaan maaf kalian kepadaku."jawab El santai.


"Oke. Kita setuju!" jawab Aurel yg langsung menyetujui perkataan dari El. Tanpa bertanya dulu pada sahabat disampingnya.


"Tapi, Kita gk ada gaun buat ke pesta."keluh Aurel tanpa rasa malunya mengatakan itu di depan mereka. Dira yg mendengar keluhan Aurel langsung menginjak kakinya yg membuat sang empu yg di injaknya mengaduh kesakitan.

__ADS_1


Oke sampai sini dulu ya.....


__ADS_2