Gadis Cupu Keturunan Mafia

Gadis Cupu Keturunan Mafia
Bab 30


__ADS_3

Di kediaman Anggara.


Saat ini mereka semua sedang bersantai di ruang keluarga sambil menikmati sebuah bolu dan cake buatan Mutia istri hakim.


"Eemm, Kue buatanmu enak sekali Mut!" puji Shafira yang sedang mencicipi kue.


"Makasih mbak" sahut Mutia sambil tersenyum.


"Belajar dari mana?" tanya Nek Risma yang juga ikut mencicipi.


"Saya belajar dari ibu saya dulu nyonya." jawab Mutia.


"Oh, Jangan panggil saya nyonya, Panggil saya Mama! Karna kamu sudah ku anggap menantuku juga."


"Baik nyo-- Eh Ma." sahut Mutia yang belum terbiasa.


"Kenapa kalian semua tidak tinggal disini saja untuk selamanya?" tanya Kek Ares memberi mereka usul.


"Maaf tuan, Saya tidak bisa. Karna di Negara B adalah tempat tinggal kami satu - satunya dan juga banyak kenangan kami yang berada disana saat anak kami lahir, Di saat kami merawat Dira dari kecil semua itu tidak bisa kami lupakan." sahut Hakim menyambung.


"Oh baiklah, Saya tidak akan memaksa karna saya tahu kenangan tempat dari orang - orang yang kita sayang juga tidak bisa kita lupakan."


sahut Kek Ares yang juga mengingat masa lalunya.


"Assalamualaikum!" ucap mereka bertiga yang baru datang yaitu El, Dira dan Dara.


"Waalaikumsalam!" jawab para keluarga.


"Gimana jalan - jalannya?" tanya Shafira Mamanya.


"Enak dan Seru Ma!!" Dara yang menjawab.


"Kenapa kamu yang jawab? Mama tanya sama kakak dan kakak iparmu bukan kamu."


"Aku kan cuma mewakili Ma."


"Ya kan beda tanggapan mereka sama kamu."


"Sama kok! Ya kan kak?"


"Iya Ma!" jawab Dira.


"Ma Pa semuanya, El antarin istri El dulu ke kamarnya ya?" sela El.


"Kenapa gak disini dulu? Nenek pengen ngobrol sama cucu nenek itu." jawab Nek Risma sambil menunjuk Dira.


"Gimana Bun?" tanya El sang suami.


"Tidak papa Yah!" jawab Dira sambil mengangguk.


"Ya sudah Bunda kesana dulu ya? Ayah mau cek kerjaan dulu di kamar." jawab El.


"Baik Yah!"


Kemudian Dira ikut bergabung dengan yang lainnya di ruang keluarga sambil berbicang - bincang ringan. Sedangkan El suaminya melangkahkan kakinya ke kamar.


"Tadi perginya kemana saja?" tanya Papa Hikman.


"Mmm ke---"

__ADS_1


"Ke mana saja lah Pa, Papa kepo sekali sih! Tadi Dara ajakin Kakak ke sekolah Dara, Kan


kakak besok akan memulai sekolah barunya." Dara yang menjawab memotong ucapan kakaknya. Karna ia tahu mereka bukannya jalan - jalan melainkan hanya pergi ke rumah sakit.


"Oh, Dira gimana? Apa kamu mau melanjutkan sekolahmu besok?" tanya Papanya.


"Iya Pa, Dira besok akan sekolah lagi." jawab Dira.


"Kenapa wajahmu pucat sekali nak? Apa kamu capek?" tanya Bibi Mutia menyela pembicaraan mereka, Sehingga mengalihkan semua pandangan yang lainnya ke arah Dira.


"Iya, Kamu sakit ***?" tanya Nek Risma.


"Nggk kok Nek Dira cuma kecapean saja kok." elak Dira.


"Kalau kamu capek, Mending istirahat gih! Dari pada pingsan seperti kemaren." cemas Hakim Pamannya.


"Iya, Biar Mama antar ya?" tawar Shafira.


"Tidak usah Ma! Biar Dara saja yang antar kakak ke kamarnya." sela Dara cepat.


"Baiklah!! Tuntun kakakmu ya?" ucap Shafira khawatir.


"Iya Ma!"


Sampai di kamar, Dira dan Dara masih berdiri di depan pintu.


"Kak! untung Dara terus yang jawab pertanyaan mereka! Kalau tidak mereka bisa curiga sama kakak." ucap Dara sambil melipat tangannya di dada.


"Makasih ya? Atas bantuan kamu." jawab Dara sambil tersenyum.


"Sama - sama kak, Tapi ini gak gratis loh! Nanti kalau aku butuh bantuan juga kakak harus bantuin aku. Oke?"


"Aku ikhlas kok bantunya, Tapi nanti kalau aku butuh bantuan juga kakak gak mau bantu gitu?" sewot Dara


"Kalau kakak mesti bantulah sayang!!" geram Dira dengan adiknya ini.


"Nah gitu dong! Tapi yang ikhlas, Kan aku juga ikhlas bantunya. Sudah sana masuk ke dalam! Wajah kakak makin pucat tuh! Suami juga udah nungguin di dalam." usir Dara sambil mendorong kakaknya pelan.


"Jangan dorong - dorong gitu dong! Kalau kakak jatuh gimana? Gak kasian apa sama ponakan kamu ini?" protes Dira.


"Hehe... Maaf kak Dara lupa kalau ada dedek bayi disini. Dedek bayi jangan nakal ya di dalam perut Mama." ucap Dara yang menunduk sambil mengelus perut kakaknya.


"Baik Aunty" jawab Dira dengan menirukan suara anak kecil.


"Emuaachhh bobok yang tenang ya?" ucap Dara lagi sambil mencium perut kakaknya yang masih rata.


"Udah udah! Kakak geli tau kamu elus terus." keluh Dira.


"Hmmm Bay bay! Aku pergi dulu kak!!" pamit Dara menuju ke ruang keluarga lagi.


Kemudian Dira masuk kedalam kamarnya dan melihat suamniya yang lagi bersender di kepala ranjang sambil memangku laptopnya.


"Yah! Aurel sama yang lainnya kemana?" tanya Dira setelah masuk menghampiri suaminya.


"Lagi ikut Aldo ke markas!" jawab El sambil memandang istrinya.


"Markas? Bukannya markas Ayah ada di Negara B?" ujar Dira.


"Iya, Yang di Negara B markas utama. Sekarang yang berada disini adalah markas cabang." jawab El.

__ADS_1


"Oh kapan buatnya?" tanya Dira polos.


El menaruh laptopnya di atas laci, Kemudian menghampiri istrinya." Sudah lama! Disini kan tempat Nenek dan Kakek Ayah! Tapi waktu dua tahun yang lalu Ayah pindah ke Negara B, Karna Ayah tidak mau mengenang masa lalu Ayah disini." jawab El.


"Pasti dengan cinta pertama Ayah lagi kan? Tapi kenapa Ayah sekarang tinggal disini?" tanya Dira penasaran.


"Memang Bunda mau kembali ke Negara B lagi?" El bertanya balik.


"Nggk!!" jawab Dira cepat.


"Justru itu Ayah kesini ikut siapa? Terus status Bunda sekarang apa?" cerca El.


"Hehe maaf Bunda gak inget kesitu Yah!" jawab Dira tertawa kecil.


"Kamu itu! Sudah Ayah mau mandi." El bangkit dari duduknya, Mengambil handuknya ingin ke kamar mandi.


"Yah! Tunggu!!"


"Apa lagi? Mau ikut mandi?" El menjawab dengan malas.


"Mmm... Kalau boleh!" jawab Dira ia sangat malu Setelah menjawabnya bahkan sekarang wajahnya sudah seperti tomat matang.


El yang awalnya tidak semangat jadi berbinar ketika mendengar jawaban istrinya.


Tanpa babibu lagi El menghampiri istrinya yang duduk di samping ranjang dan menggendongnya menuju kamar mandi ala brydal styel.


Mereka saat ini sedang mandi bersama di dalam kamar mandi, Entah apa yang mereka lakukan di dalam hanya mereka yang tau. Karna author juga tidak tau.


Biarlah mereka menikmati indahnya surga dunia.


Skip.


Di Negara K.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya sang Ayah menghampiri putrinya yang sedang bermain ponselnya.


"Sudah sangat baik Yah!" jawabnya.


"Oh ya Yah! Ibu dimana?" tanya sang anak.


"Ibu.. ibumu... Sudah meninggal." jawab sang Ayah menatap nanar putrinya.


"Apa!! Tidak mungkin Yah!! Tidak mungkin!! Ayah bercanda kan?" kagetnya sehingga sampai menjatuhkan poselnya ke lantai.


"Ayah tidak bercanda nak! Ayah bersungguh - sungguh." Ayahnya meyakinkan putrinya yang tidak terima ketidak adaan sang ibu.


"Apa Ayah tau siapa yang menabrak kami berdua dan membuat ibuku meninggal?" tanya wanita itu yang di bilang anak pria itu.


"Ayah tau, Setiap saat dan sampai saat ini Ayah slalu membalaskan dendam kalian dengan cara menghancurkan keluarganya."


"Kenapa Ayah cuma ingin menghancurkan keluarganya? Kenapa tidak Ayah bunuh saja keluarganya satu persatu? Biar mereka tahu bagaimana kehilangan seseorang yang kita sayangi? Karna nyawa harus di balas dengan nyawa." ucap wanita dengan suara yang menahan amarahnya itu menghadap lurus kedepan dan netra matanya yang tersirat dendam yang takkan ada habisnya.


"Bersabarlah dulu, Karna orang yang kita hadapi sekarang bukan dari kalangan biasa. Mereka semua mempunyai sebuah geng mafia dan gangster yang tersembunyi. Jika kita akan membalaskan dendam kita, Kita harus menggunakan cara licik dan juga menyamar." saran sang Ayah.


"Baiklah Yah, Sekarang aku turuti perintah Ayah. Tapi untuk lain kali Ayah jangan pernah melarangku. Karna siapapun yang sudah berani berurusan denganku mereka akan habis di tanganku." ucap wanita itu sambil tersenyum devil.


"Jangan gegabah! Sebaiknya pulihkan dulu fikiran dan tubuhmu. Baru lusa kita akan memulainya dengan pergi ke Negara J. Karna sekarang mereka semua sedang merayakan pesta di atas penderitaan kita." jawab sang Ayah.


"Bersenang - senanglah kalian sekarang! Besok terimalah ajal kalian!! Hahahaha!!!...." seru mereka bersamaan seraya tertawa jahat.

__ADS_1


__ADS_2