
Mereka semua memakai topeng yangg sudah di sediakan, Lalu menghampiri Azar dengan yang lainnya, Dan El melihat seseorang yang juga memakai topeng tapi seperti mengenalinya.
"Siapa dia?" tanya El langsung setelah sampai di sofa yang mereka duduki sambil menunjuk sofa di sampingnya yang terdapat pria yang sedang memainkan handphonenya.
Pria itu mendongak, Mengalihkan pandangannya dari ponselnya ke arah orang yg baru saja bertanya."Hey bro!! Apa kabar!?" tanya pria itu seraya berdiri dan menjabat tangan El.
"Baik." Dingin El, El bingung sama Pria yang sedang menyapa dan menjabat tangannya.
"Lo lupa sama gue?" tanya Laki - laki itu lagi sambil menunjuk dirinya dan membuka topengnya.
Setelah Pria itu membuka topengnya, El mengingat - ingat siapa Laki - laki ini? Pikirnya lalu."Lo, Devan?" tanya El dengan nada terkejut.
"Yes Bro! Gue devan teman masa kecil lo dulu" jawab Devan.
"Lo, Devan yang dulu, Yang naik pohon jambu tetangga terus jatuh ke dalam got itu kan?" celetuk Aldo.
"Yeee...Gak usah di jelasin sama masa lalu gue juga kalik!" kesalnya
"Yaa kan gue cuma mau mastiin doang!" ucap Aldo tanpa rasa bersalah.
"Terus lo Aldo Yang mau nyolong ikan asinnya buk Ramli dulu, Lalu lo di sruduk kambing hitamnya buk Ramli hingga lo masuk ke tong sampah, Yee kan?" balas Devan mengejek Aldo.
"Ngapain lo mau nyuri ikan asin?" sela Azar.
"Karna dulu ia di suruh neneknya beli ikan asin di pasar, Tapi setelah beli, Di jalan ia kemalingan sama kucing. Lalu ia tk sengaja lihat bu ramli jemur ikan asin di terasnya, Dia mempunyai ide gila untuk mencoba curi ikan asinnya bu Ramli, Tapi kambing hitamnya bu Ramli malah nyeruduk pan**tnya hingga kepalanya masuk ke dalam tong sampah." cerita Devan secara detail mengejek balik Aldo.
"Bwahhahahaha....." mereka semua tertawa terbahak - bahak mendengar cerita Devan tentang masa lalu Aldo, Kecuali El dan terutama Aldo yang merasa malu karna imagenya yang cuek dan datar terbongkar sudah di depan teman - temannya.
"Ooh lo mau balas dendam sama gue? Oke. Waktu lo tidur di rumah gue terus lo mmmpppffttt... "Aldo mau mengejek balik Devan tapi Devan cepat membekap mulutnya dengan sapu tangannya.
"Buwaahhhh....Ini sapu tangan bekas apaan asin banget tau nggk!!" kesal Aldo langsung melempar sapu tangan Devan mengenai muka El.
"Itu bekas ingus gue, Kenapa? Enak?" jawab Devan dengan wajah tanpa dosa.
"Rese' banget lo! Dasar ingusan!" umpat Aldo kesal.
"Kalian bisa diem gak!?" gertak El ke mereka berdua dan langsung duduk di kursinya diikuti kedua gadis yang bersamanya.
Mereka berdua langsung diam saat melihat tatapan tajam dari El yang seperti singa yang mau mencabik - cabik mangsanya.
Setelah melihat tatapan tajam El, Devan berubah ke mode serius dan duduk di sebelahnya.
"El, Gimana lo sama Kairin?" tanya Devan serius saat mengingat Cinta pertama El itu. Tanpa tahu siapa yang bersamanya.
"Kairin meninggal." lirihnya.
"Apa?Kenapa? Kapan?" kaget Devan bertuntun.
"Ia meninggal karna penyakit kronis dan sudah dua tahun ini, Ia meninggal." jelas El tak semangat saat menyangkut Kairin.
"Maaf, Gue gak tau El. Lo pasti sedih banget kehilangan Kairin, Karna gue tahu kisah cinta lo sama Kairin." tutur Devan prihatin.
Lalu Devan melihat seorang gadis yang di sampingnya."Dan ini siapa? Cewek baru lo?" tanya Devan yang baru sadar dengan orang yang berada di samping El sambil menunjuknya.
El hanya berdehem menanggapi penuturan Devan. Lalu ia melirik ke arah Dira dan menjawab."Bukan! Perkenalkan ia Dira yang hanya sekedar pasangan gue disini."
Sedangkan Dira hanya mengangguk dan tersenyum paksa tanpa menjabat tangan Devan.
Dan tanpa di sangka salah satu dari mereka ada yang mengepalkan tangannya, Karna tidak suka mendengar pembicaraan mereka berdua yang menyangkut Kairin.
"Lalu, Ini sahabat gue Rehan sama Azar dan ini pasangannya Aldo." jelas El sambil menunjuk mereka satu persatu.
"Perkenalkan gue Devan" katanya sambil berjabat tangan dan memperkenalkan diri ke mereka.
"Gue Rehan"
"Gue Azar"
"Gue Aurel"
Mereka memperkenalkan dirinya masing - masing, Dan Devan hanya menganguk - anggukan kepalanya.
***
Setelah 3 jam lamanya Acara pesta itu selesai, Para cowok - cowok saling Bercanda, Bergurau dan Berbincang - bincang serius dengan yang lainnya. Sedangkan dua gadis itu, Dira dan Aurel hanya menyimak pembicaraan mereka sambil memakan kue - kue yang sudah tersediakan di meja, Tanpa memperdulikan bincangan mereka.
"Bagaimana kalau kita bersulang?" ajak Rehan yang sangat semangat sekali mereyakan pesta.
"Boleh." sahut Devan.
"Ayo! Chers!!" jawab mereka serempak sambil mengangkat gelasnya masing - masing, Juga keempat gadis itu juga ikut bersulang.
Di sisi lain.
__ADS_1
"Kau berikan minuman ini ke mereka yang ada disana, Dan gelas yang ini kau berikan pada lelaki yang memakai kemeja biru itu. Kau paham!" ucap seorang wanita yang juga ikut dalam acara tersebut.
"Dan jangan lupa, Kau tumpahkan salah satu minuman ini ke gadis yang duduk di sampingnya itu." imbuhnya.
"Baik, Akan ku laksanakan." ujar pelayan itu yang memegang nampan berisi minuman beralkohol dan pergi ke tempat seseorang.
"Pasti rencana gue akan berhasil kali ini, Dan kau akan menjadi milikku, Elvaro Raka Rafardhan." gumam wanita itu sambil tersenyum licik.
**
"Permisi ini minuman yang kalian pesan." kata Pelayan itu.
"Siapa yang memesan minuman?" jawab Aldo.
Mereka semua malah mengedikkan bahunya, Yang artinya tidak tahu.
"Ya sudah, Tidak papa kau taruh saja disini." perintahnya.
"Baik" Lalu pelayan itu menaruh minumannya di depan mereka sesuai perintah pria itu.
Setelah itu."Aahh..." teriak Aurel yang bajunya terkena tumpahan minuman itu.
Pelayan itu mau menumpahkan ke Dira tapi terkena senggol oleh lengan Dira yang mau berdiri, Sehingga minuman itu menumpah ke Aurel yang duduk di sampingnya.
"Ahh maaf mas saya tak sengaja menyenggol anda." ucap Dira ke pelayan itu dan merasa bersalah.
"Iya mbk tidak papa" kata pelayan tersebut.
Aldo berdiri dan membentak pelayan itu."Kamu sengaja ya!! Menumpahkan minuman itu ke cewek gue!!" wajahnya yang merah padam emosinya udah sampai ke ubun - ubun, Entah kenapa ia tidak rela melihat Aurel yang di tumpahkan minuman oleh pelayan tersebut.
Pelayan itu kaget mendengar bentakan Aldo. "Ma..maaf saya tidak sengaja mas." ucap pelayan itu gugup dan juga takut.
"Tidak sengaja lo bilang!? Jelas - jelas gue lihat sendiri, Lo sengaja mau lakuin ini ke Dira, Tapi lo kesenggol lengan Dira dan tertumpah ke baju cewek gue!!" bentaknya lagi.
"Sudah - sudah ini cuman minuman! Biar gue yang urus pelayan ini" ucap Rehan menengahi mereka dan berdiri menahan Aldo yang mau memukul pelayan itu, Dengan mengusap bahunya agar lebih tenang.
Lalu Rehan menyuruh pelayan itu untuk pergi.
"Maaf gue ke toilet sebentar." Izin Aurel ke mereka, Karna di rasa bajunya sudah sangat lengket yang terkena tumpahan alkohol.
"Biar gue temenin lo ya." tawar Dira.
Aurel hanya menganggukkan kepalanya dan ingin pergi ke toilet. Namun langkahnya terhenti dan menoleh." Toilet di mana ya?" tanyanya ke mereka.
"Makasih." jawab Aurel.
"Ehh bentar, Gue haus!" Dira menghentikan langkahnya dan menghampiri mejanya lagi untuk mengambil minuman.
"Eh, Itu Alkohol Dira!" seru El yang melihat Dira mengambil minuman di depannya yang baru di pesannya.
"Kenapa rasanya pahit ya?" gumam Dira pelan saat di rasa telah meneguk habis gelasnya yang terisi.
"Maaf gue minum minuman lo, Gue haus banget belum sempat minum lagi." ucap Dira ke El, Lalu pergi menghampiri Aurel lagi." Ayo!" ajaknya ke Aurel setelah minum.
Setelah Dira dan Aurel pergi.
"Kenapa lo peduli sama Aurel? Apa lo udah mulai suka sama Aurel?" tanya Azar curiga.
"Gue gak tau perasaan gue, Entah kenapa gue lihat dia nangis, Sedih atau apalah, Hati gue serasa sakit dan gue ingin selalu melindunginya, Itu saja.'' jelas Aldo tanpa menutup - nutupi perasaannya.
"Lalu kenapa lo selalu debat dengannya?" tanya El.
"Hehe...Yaa gue lebih suka aja, Liat mukanya yang selalu kesal dan cemberut." jawab Aldo cengeesan sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Kalau dia gak mau sama lo gimana?" celetuk Rehan yang malah mengejeknya.
"Siapa sih yang nggk suka sama cowok tampan kayak gue? Seharusnya dia beruntung gue miliki." narsisnya.
Semua temannya memutar bolanya malas mendengar jawaban Aldo yang di rasa sangat narsis seperti Rehan.
"Lo minum bekasnya Rehan ya? Kok jadi narsis gitu melebihi dia" semprot Azar pedas sambil membandingkannya dengan Rehan.
"Enak aja, Bilang gue minum bekas dia. Kalau gue minum bekas dia itu artinya gue ciuman sama dia secara tidak lansung hiiii..." Aldo bergidik ngeri membayangkan minum bekas Rehan.
"Gue juga ngeri, Bekas gue di minum sama lo, Nanti lo malah suka lagi sama gue?" balas Rehan sewot.
"Heh!! Lo kira gue cowok apaan suka sama cowok? Emang jeruk makan jeruk apa!" protes Aldo.
"Udah - udah kalian tahu tom and jerry?" tanya El ke semua temannya.
"Tau" kompaknya.
"Persis! Kayak kalian!!" geram El kesal mendengar celotehan mereka yang tak akan ada habisnya.
__ADS_1
***
Di toilet.
"Rel udah belum!!" teriak Dira dari arah luar.
"Bentar! Tinggal dikit ini! " sahut Aurel dari dalam.
"Aduuhh...Kenapa badan aku jadi panas gini ya?" gumamnya.
"Aurel lama banget sihh" keluhnya.
Ceklek.
"Kamu kenapa Dir? Kayak cacing kepanasan gitu?" tanya Aurel.
"Gak tau nih! Panas banget badan aku, Gerah juga." jawab Dira sambil mengibaskan tangannya ke wajahnya.
"Apa aku mandi aja ya? Supaya gk panas?" tanyanya ke Aurel.
"Udah, Lebih baik kamu mandi aja sana biar gk panas lagi." suruhnya.
"Oke. Kamu tunggu aku disini ya." ucap Dira.
"Iya, Aku tunggu" balas Aurel.
Aurel menunggu di depan toilet. Kemudian ponsel Aurel berdering tanda ada panggilan masuk.
"Hallo"
"Nak! cepatlah pulang ibumu kecelakaan"
"Apaa!! Nggk mungkin!"
"Ibumu sekarang berada di rumah sakit xxx"
"Baik nek! Aku akan secepatnya kesana!"
tut tut tut.
Aurel mematikan ponselnya secara sepihak dan langsung menangis tersedu - sedu karna terlalu khawatir takut ibunya kenapa - napa, Lalu ia keluar dari toilet dan pergi ke luar hotel.
Dan ia melupakan orang yang di tunggunya di dalam toilet. Karna begitu khawatir dengan keadaan ibunya yang masuk rumah sakit.
Sedangkan di dalam toilet.
Dira mandi menggunakan dresnya langsung mengguyur badannya dengan air dingin menggunakan shower.
"Aurel kemana nih! badan gue masih panas, Kepala gue juga pusing. Aahhh...panas" desah Dira tak kuat menahan panas di tubuhnya sambil menggeliat.
Lalu seseorang masuk diam - diam ke dalam toilet yang di gunakan Dira dan langsung membekap mulutnya dengan obat bius hingga membuatnya tak sadarkan diri.
***
Di tempat para cowok.
"Ck...Cewek kalok udah ke toilet lama banget ya" decak Aldo.
"Namanya juga cewek, Paling lagi dandan." sambung Rehan.
El beranjak dari duduknya.
"Mau kemana lo?" tanya Aldo.
"Mau nyusul mereka." sahutnya.
"Gue ikut!!" sela Aldo cepat.
El hanya menjawab deheman saja.
Setelah El dan Aldo sampai di toilet.
"Dimana mereka?" tanya Aldo.
"Paling masih di dalam!" jawab El santai.
"Gue susul mereka aja kedalam deh! Dari pada nuggu kelamaan" ucap Aldo tk sabaran.
"Lo mau di demo sama cewek, Haa..?" ujar El.
"Nggk lah! Tapi di dalam kelihatan sepi gak ada orang." katanya.
"Ya sudah, Lebih baik gue saja yang masuk! Lo tunggu di sini." ucap El menawarkan diri.
__ADS_1
"Baiklah! Jangan kelamaan!" pekik Aldo yang sudah kesal dengan saudaranya ini karna harus selalu mengalah.