Gadis Cupu Keturunan Mafia

Gadis Cupu Keturunan Mafia
Bab 32


__ADS_3

Di sekolah Arigas school.


Arigas adalah nama simpanan Kakek Ares ya..


Dan sekolah itu milik Kek Ares, Kakek Dira dan si kembar.


Skip.


El yang sudah sampai di sekolahnya duluan dengan keempat temannya yaitu, Aldo, Rehan, Azar dan juga Ergan yang juga ikut pindah sekolah ke Negara J. Karna mereka tidak bisa hidup tanpa sang ketua.


Kemudian Dara yang sejak tadi menunggu kakaknya di halaman sekolah malah bertemu dengan kakak iparnya yang sudah sampai duluan.


"Kak! Kak Dira kemana? Bukannya Kak Dira katanya mau bareng kakak?" tanya Dara saat melihat kakak iparnya tanpa istrinya.


"Memang Kakakmu belum datang?" El tanya balik.


"Ya elah!! Malah tanya balik lagi! Kalau udah dateng gak mungkin Dara tanya sama kakak dan nunggu kalian kayak patung dari tadi disini." sewot Dara dengan pertanyaan kakak iparnya.


"Bentar! Kakak telfon dulu ya?" ucap El ingin menelfon istrinya.


"Hey!! Bukannya dia ngambek sama lo?" sela Aldo.


"Iya sih! Gue coba aja, Siapa tau ngangkat." ucap El.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan" suara operator di ponsel El.


"Gimana kak?" tanya Dara.


"Gak aktif." jawab El lesu takut terjadi apa - apa dengan istrinya.


"Tuh kan! Udah gue duga, Kalau gak di angkat pasti gak aktif!" sela Aldo.


"Bacot aja lo!!" sinis El.


"Di bilangin juga!" Aldo.


"Gimana kak? Gak aktif nomornya?" tanya Dara memastikan.


"Hmmm"


"Memang kak Dira bareng siapa berangkatnya?" tanya Dara lagi.


"Bareng-- Aurel! Oh iya Aurel." tanpa basa basi El langsung menelfon sahabat istrinya yang dia ingat mereka jalan bareng.


Panggilan terangkat.


"Hallo?"


"...."


"Di mana Dira? Apa dia baik - baik saja?"


"...."


"Oh ya sudah hati - hati!" Kemudian El bernafas lega, Ketika mendengar ucapan sahabat istrinya.


"Bagaimana kak?" tanya Dara.


"Kakakmu masih berada di perjalanan katanya sedang terkena macet." jelas El.


Dara hanya berohria saja."Ya sudah kalau gitu kita tunggu saja kak Dira disini, Masak mau kita tinggal?"


"Kalian berempat, Masuklah dulu. Nanti ku susul." ucap El pada ke empat temannya.


"Okelah bro kita kedalam dulu ya? Awas hati - hati." ucap Aldo.


"Iya, Hadapi singa betina lo yang lagi marah." sambung Azar.


"Jangan lupa persiapkan diri lo." timpal Rehan.


Ucap mereka semua sambil menepuk bahu El masing - masing sambil menakutinya.


"Hehe.. Kak El, Maaf ya? Er gak ikutan." ucap Ergan sambil mengangkat tangannya, Karna ia sudah di tatap dengan tajam oleh sang empu sebelum berbicara dan langsung berlari menyusul ketiga temannya yang sudah masuk duluan.


"Dasar teman lakcnat!!" kesal El.


"Dar, Garen sama Garda kemana?" tanya El sambil melihat ke arah gerbang.


"Kak Garen sama kak Garda sudah masuk duluan, Mereka sekarang sedang ada lomba olimpiade taekwondo di dalam tempat pelatihannya." ucap Dara memberitahu.


"Oh sampai kapan?"


"Nanti sore kak! Memang kakak ada perlu sama kak Garen dan kak Garda?" tanya Dara penasaran.


"Iya, Ada sesuatu yang harus kakak bicarakan sama mereka." ucap El.


"Oohh" jawab Dara sambil mangut - mangut mendengar ucapan kakak iparnya.

__ADS_1


Tin...tin...


Suara klakson mobil.


Mobil Aurel dan Dira berhenti di hadapan mereka berdua.


"Nah! Itu kak Dira udah dateng!" seru Dara.


"Hay Dar!" sapa Aurel saat turun dari mobil.


"Hay juga kak!" jawab Dara.


"Rel, Dar! Masuk aja yuk! Gerah disini gak ada angin tapi ada api." sindir Dira pada suaminya sambil menatap sinis.


El yang hanya diam ketika mendengar sindiran istrinya dan menghampirinya."Bun! Maafin Ayah yang tadi Bun!" ucap El.


"Maaf! Saya gak kenal anda!" jutek Dira.


"Kak jadi masuk gak nih?" tanya Dara.


"Ayok!!" ajak Dira sambil melangkahkan kakinya duluan.


Di saat Dira ingin memasuki kelasnya, Seorang murid laki - laki tak sengaja menabraknya.


Dan untungnya saja, Dira tak jadi jatuh. Karna murid yang menabraknya tadi cepat menangkapnya dengan memegang pingganya dengan satu tangannya.


Ekhemmm


"Lepasin! cewek gue!" ketus El sambil menarik tangan Dira dari pelukan pria itu dengan kasar.


"Maaf ya? Saya tidak sengaja tadi buru - buru." ucap pria itu meminta maaf.


"Tidak papa kok!" jawab Dira sambil tersenyum ke arah pria itu.


"Lain kali kalau jalan pakek mata! Jangan pakek dengkul!" sinis El kepada pria itu.


"Iya, Sekali lagi saya minta maaf!" ucap pria itu lagi sambil mengatupkan kedua tangannya dan meninggalkan mereka berempat.


"Apaan sih! Lepasin gue!" ketus Dira pada suaminya.


"Gak!" Mulai sekarang Bunda jangan jauh - jauh dari Ayah!"


"Plis deh! Jangan manggil gituan kalau disini, Malu tau!"


"Iya! Tapi mangilnya harus aku kamu jangan lo gue!" perintah El.


"Masih anggap suami nie? Katanya gak kenal." goda Aurel.


"Apaan sih Rel! Gue salah ngomong barusan! Gue juga masih kesel sama dia." ucap Dira sambil menunjuk suaminya.


"Sudah! Sana masuk!! Dara, Aurel jaga istri gue dengan baik! Jangan sampai lecet! Apalagi dia sedang berbadan dua!" ucap El dengan tegas ke dua wanita yang bersama istrinya.


"Baik sang suami!" jawab mereka bersamaan sambil mengangkat tangannya seperti komandan.


Kemudian ketiga gadis itu masuk ke dalam sekolahnya dan memasuki kelasnya masing - masing yang di ikuti El dari belakang.


Di kelas IPA XI.


Aurel dan Dira sampai di kelasnya. Sedangkan Dara menuju ke kelasnya sendiri yaitu di kelas Vlll A di sekolah paling belakang.


Di sekolah itu SMP dan juga SMA di jadikan satu tempat, Tapi sekolah itu hanya di batasi pagar besi antara SMP dan SMA. Dan nama sekolah mereka sama karna yang mempunyai sekolah itu hanya orang satu yaitu, Kek Ares kakek Dira.


***


"Kemaren kamu kemana aja sih?" tanya Dira pada sahabatnya.


"Ikut Aldo." singkat Aurel.


"Napa sih kamu nempel terus sama Aldo? Apa kalian udah jadian." tebak Dira sambil menunjuk wajah sahabatnya.


"Apaan sih? Nggk tauk! Gue cuma di ajak dia kemarin sambil beli-- Biasalah buat cewek, Hehe..." jawab Aurel sambil tertawa kecil.


"Apa?" tanya Dira penasaran.


"Itu yang di taruh di bawah." jawab Aurel tak langsung memberi jawabannya.


"Apa sih!? Roti merah maksud kamu?" tebak Dira.


"Iya hehe..."


"Bilang aja gitu! Ribet amat sih mau bilang roti merah doang!" kesal Dira.


"Habisnya aku malu." elak Aurel.


"Alah! Ngelak aja kamu! Sesama perempuan juga, Ngapain malu?"


"Yaa... Walaupun sih! Tapi aku tetap malu."

__ADS_1


"Sudahlah! Tuh guru udah masuk! Jangan bicarain itu lagi." ucap Dira.


"Pagi anak - anak!!" seru guru yang baru datang menyambut mereka.


"Pagi bu!!" jawab murid serentak.


"Oh ya? Katanya disini ada murid baru ya?" tanya guru itu.


"Ada bu!!" seru salah satu murid.


"Silahkan bagi yang murid baru perkenalkan nama kalian masing - masing di depan." ucap guru itu.


Kemudian Dira dan Aurel yang merasa, Mereka langsung memajukan kakinya kedepan kelas dan memperkenalkan diri mereka masing - masing. Setelah itu mereka kembali ke bangkunya.


"Perkenakan untuk murid baru disini, Nama ibu bu Tania. Ibu adalah guru matematika dan juga wali kelas kalian disini." ucap bu Tania sambil memperkenalkan dirinya kepada Aurel dan Dira.


"Iya bu!!" jawab Aurel dan Dira bersamaan.


Setelah 4 jam berlalu. Saat ini pelajaran di kelas ini telah selesai dan sekarang waktunya mereka beristirahat menikmati suasana yang sangat di sukai para murid sekolah.


"Rel! Kantin yuk? Laper nih!" ajak Dira ke sahabatnya sambil mengelus perutnya.


"Ayo! Lagian kamu kan belum sarapan dari tadi." balas Aurel sambil menarik tangan sahabatnya.


"Hmm Oke."


Di kantin.


"Wah! Ini nih kantinnya?" tanya Aurel kagum ketika melihat kantin sekolahnya yang begitu besar dan luas.


"Iya dong! Ini kan kantin untuk dua sekolah sekaligus." jawab Dira bangga.


"Emang siapa sih? Yang punya sekolah yang disatukan begini?" tanya Aurel kepo.


"Kek Ares" jawab Dira santai.


"What!! Kek Ares?" kaget Aurel ketika mendengar nama Kek Ares yang mempunyai sekolah ini.


"Heemm."


Dara yang datang bersama yang lainnya dari arah depan mereka berdua memanggilnya.


"Kak Dira!! Kak Aurel!!" seru Dara memanggil kakaknya dari jauh sambil melambaikan tangannya.


"Nah! Itu mereka." ucap Aurel.


"Sudah, Kita cari tempat duduk dulu yuk! Keburu ramai." ajak Dira.


"Gak nunggu mereka dulu?" tanya Aurel.


"Gak usah! Nanti mereka akan nyamper sendiri." jawab Dira sambil menarik tangan Aurel. Tapi yang ditariknya bukanlah tangan sahabatnya melainkan tangan suaminya.


"Ayo!! Lebih baik kita duduk di pojok sana." ucap Dira tanpa menolehkan kepalanya.


"Dir! Aku masih disini loh!" jawab Aurel sambil menahan tawanya.


"Terus, Yang gue pegang siapa dong?" tanya Dira yang masih enggan menoleh.


"Liat aja sendiri." sahut Aurel.


Dira kemudian menoleh ke tangan seseorang yang di pegangnya dan beralih ke orangnya. Ia membulatkan matanya ketika tahu siapa yang di pegangnya dan langsung refleks melepasnya.


"Kenapa di lepas sayang?" ucap El sambil menggoda istrinya.


"Ish Aurel! Kenapa gak bilang sih?" kesal Dira pada sahabatnya.


"Memang kenapa? Dia kan suamimu." jawab Aurel santai.


"Aku tau itu, Tapi aku kan masih marah dengannya."


"Sudahlah, Cuma masalah sepele begitu di besarin." ucap Aurel.


"Apa? Sepele kamu bilang?" sahut Dira tak terima.


"Udah kak! Mending diem aja deh, Kak Dira kan lagi hamil dia itu sensitif banget akhir - akhir ini dan gak mau di salahin sedikit pun." bisik Dara ke Aurel.


"Mmm iya ya, Bener kata kamu." balas Aurel sambil berbisik juga.


"Kita jadi makan gak sih? Keburu bel nih." omel Rehan pada semuanya.


"Kenapa lo gak makan dulu aja? Kenapa juga harus nunggu kita disini?" ketus El.


"Kalau bilangnya kayak gitu dari tadi, Kita gak bakal nunggu nih! Kita kan sahabat setia tidak maju sebelum di perintah." sahut Rehan menasehati.


"Bener tuh! Kata Rehan." timpal Azar.


Sedangkan Aldo dan Ergan hanya menyimak pembicaraan mereka yang sangat membosankan bagi mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2