
Saat pulang sekolah, Dua orang gadis yg sedang duduk di atas motornya sambil menunggu seseorang di parkiran yang tak kunjung keluar dari kelasnya.
"Dir, Mana nih mereka? Katanya suruh kita tunggu disini." keluh Aurel menunggu orang yg ditunggunya.
"Udah, Sabar aja dulu. Palingan mereka masih ada jam tambahan, Atau apalah!" jawab Dira santai.
"Ck..Iya, Tapi udah dua jam ini, Kita nunggunya. Masak dari tadi nangkring di atas motor gini, Kayak ayam mau bertelur." decak Aurel kesal sambil membandingkannya dengan ayam.
"Kamu aja kali! Yg kayak ayam, Aku cantik begini di bilang ayam." sahut Dira yg tak terima di katainya.
"Auk ah! Bisa berbusa mulut gue! Ngomong sama kamu. Gak akan bisa mingkem!" final Aurel yg udah malas berdebat dengan sahabatnya yg satu ini.
"Nah! Itu tau! Udah, Sabar aja kenpa sih? Orang sabar itu suaminya ganteng!" katanya sambil merayunya.
"Aku gak butuh ganteng! Aku butuhnya setia!" ketus Aurel.
"Heyy!! Itu kata - kata Aku. Kamu..." ucapan Dira terpotong saat sebuah tangan menyentuh pundaknya.
Dira menoleh ke arah pundaknya yg di sentuh dan beralih ke orang yg menyentuhnya Dan langsung menepis tangan orang itu.
"Gk usah pegang - pegang!! Bukan mahrom!" ketus Dira.
"Muhrim Dira..." sahut Aurel membenarkan katanya.
Dira tidak menjawab, Hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Udah lama nunggunya?" tanya orang yg menyentuh pundak Dira.
"Udah dua jam!! Sampai kaki gue jadi batu ini." ketus Aurel menjawab pertanyaan orang tersebut.
"Emang malin kundang lo? Bilang jadi batu segala." sewot orang tersebut.
" Udah to the poin aja, Mana yg laen?" sela Dira tanpa basa - basi kepada orang tersebut yg tak lain adalah Rehan teman El.
"Santai dong!! Kan kalian yg ingin bertemu, Kenapa kalian yg buru - buru?" balas Rehan menenangkan mereka.
"Ada apa kalian? Kenapa ingin bertemu sama gue?" tanya pemuda yg muncul tiba - tiba, Yaitu El.
"Lo bikin kaget tau gak! Tiba - tiba nongol aja kayak hantu." kaget Dira mengatai El sambil mengelus dadanya yg hampir jantungan.
"Gue cuma mau nyampe'in, Kalau kami gk jadi ikut kalian ke pesta." Imbuhnya lagi yang langsung ke intinya.
"Kenapa?" tanya El tanpa ekspresi.
"Karna kita besok sore mau ke luar Negri, Ikut bokap gue." jawab Dira.
"Kalau masih besok, Kenapa gk mau ikut? Kan Acaranya nanti malam!" celetuk Aldo.
"Apa!! Nanti malam!!" pekik Dira dan Aurel kompak
"Iya." singkatnya.
__ADS_1
"Kenapa harus nanti malam sih!?" keluh Dira.
"Kenapa?" tanya Aldo.
"Gue..." Dira ingin mencari alasan tapi udah di sela oleh El.
"Apa? Gk bisa?" El menyela ucapan Dira.
"Kalian harus ikut! Nanti kami akan jemput kalian di gang itu, Tanpa penolakan!! Kalau kalian gk mau, Kalian akan tau akibatnya!!" tegas El menggertak mereka dengan ancamannya.
"Iya, Iya Kita akan ikut! Taunya mengancam saja!" terpaksa Dira sambil menatap El dengan sinis.
"Bagus!! Cewek penurut!" ujar El dengan sedikit menyunggingkan senyumnya dan berlangsung pergi meninggalkan kedua gadis tersebut bersama teman - temannya.
"Gila!! Tuh cowok! Sok berkuasa banget, Pakek acara ngancam segala, Ke kita lagi." umpat Aurel sebal dengan kelakuan ke tiga cowok itu sambil melamun.
"Biarin saja, Ya sudah!! Ayo kita pulang! Ngapain masih duduk disini? Mau jadi patung penjaga parkir Kamu!!" ucap Dira kesal dengan sahabatnya ini, Bukannya jalan malah melamun.
"Iya, Iya putri tuan!" kesal Aurel.
"Kebalik!" sahut Dira.
"Apanya?" tanyanya.
"Otakmu terbalik!! Kamu taruh dimana otakmu!?" geram Dira.
"Yaa...Di kepala lah! Masak di tongkeng." sewot Aurel.
"Iya, Iya jangan gitu dong!! Bisa budeg telinga aku nih!!" balasnya teriak juga.
"Bodoh!!" ketusnya.
Mereka pulang ke rumah masing - masing dengan satu motor. Karna Aurel membonceng Dira dengan motornya, Makanya dari tadi dira protes mulu, Karna tk kunjung jalan. Tapi, kalau ia bawa motor sendiri. Udah ia tinggal dari tadi sahabatnya itu.
_____________________________________________
Di bandara, Dua orang gadis kembar cantik nan mungil yang baru turun dari pesawat sedang menunggu kakaknya yg menjemputnya.
"Mana nih!! Lama banget Kak El?" gerutu gadis itu.
"Sabar aja dulu." ucap kembarannya menenangkan.
"Awas kalau datang ntar! Gue imunisasi ntar?" geramnya.
Lalu seorang dua pemuda tampan menghampiri mereka, Dan mengagetkan mereka dari arah belakang."Dooorrr....."
"Ehh Kak El jerawatan!" Latah gadis itu yg tak lain adalah Alana adik kembarnya.
"Latah dari mana itu? Bilang gue jerawatan." decak El kesal.
"Hehehe....Yg namanya latah ya, Ucap apa adanya lah kak, Suruh siapa kakak ngagetin aku?" elak Alana sambil cengeesan.
__ADS_1
"Udah2 sekarang kita pulang! Gue capek!!" lerai Alara, Saudara kembarnya sekaligus adiknya El.
"Bisa ngomong juga dia?" celetuk Aldo menyindir Alara.
"Emang gue bisu! Gk bisa ngomong!" seru Alara yang mendengar sindiran Aldo.
"Bukan gitu dek, Tapi sekarang lebih maju maksud gue." sanggahnya.
Alara hanya memutar bola matanya malas dan berlangsung pergi meninggalkan mereka.
"Sana! Lo susul adik gue itu! Kan lo yg udah bikin dia ngambek!." perintahnya ke Aldo.
Aldo menghembuskan nafasnya kasar." Iya, Iya." pasrahnya, Lalu sedikit berlari mengejar Alara.
"Katanya dia gk mau ikut?" tanya El pada Alana.
"Maunya sih gitu kak, Tapi Papa suruh kita pulang semua, Agar ada yg nemenin Mama katanya." ucap Alana memberi tahu sambil berjalan santai beriringan dengan kakaknya.
"Trus kamu kenapa? Merengek minta pulang?" tanya El mencurigai adiknya.
"Mmm...Begini kak, Alana takut salah ngomong. Sebenernya Alana waktu liburan ke Negara J sama Nenek dan Kakek, Alana ketemu sama cinta pertamanya kakak." jawab Alana ragu.
"Maksud lo!!? Kairin gitu!!?" kagetnya.
Alana hanya mengangguk menanggapi pertanyaan kakaknya itu.
"Nggk!! Nggk mungkin! Lo pasti salah lihat." jawab El seakan tk percaya dengan ucapan adiknya.
"Tapi Alana bener kak! Alana gk mungkin salah lihat, Kalau Alana salah lihat gk mungkin Alana merengek minta kesini, Hanya untuk mengatakan itu sama kakak." jelas Alana meyakinkan kakaknya.
"Tapi, Cinta pertama kakak, Waktu itu gk sendirian. Tapi sama seorang cowok kak." imbuhnya.
"Gk mungkin! Alana! Jelas2 kakak lihat sendiri fotonya, Kalau ia benar - benar sudah meninggal karna penyakitnya itu." seru El yg masih tk percaya.
"Terserah kakak sajalah! Mau percaya atau nggk!." ngambek Alana, Langsung berlari cepat dan meninggalkan kakaknya yang masih di tempat.
"Aaakkhhh....Ini gk mungkin! Kalau kamu memang masih hidup! Kenapa gk ngabari gue Kairin!!." teriaknya frustasi sambil menarik rambutnya kasar dan langsung menyusul adiknya ke mobil.
Setelah di mobil, Aldo menanyai sederet peryanyaan sama orang yg di tunggunya.
"Dari mana aja lo? Lama banget! Ngapain aja lo di jalan sama Alana? Lagi ngitung langkah ya lo!" serbu Aldo dengan secerca pertanyaan pada El yg duduk di sampingnya.
"Berisik!! Lo!!" bentaknya.
Setelah di bentak oleh temannya ini, Aldo jadi bungkam dan tak mau bersuara lagi, Karna sepertinya temannya ini sedang marah, Tapi apa yg membuatnya marah? Sedangkan tadi, ia biasa2 saja. Apa karna Alana? fikir Aldo dalam benaknya yang bertanya - tanya.
Lalu ia menoleh ke arah dua gadis kembar tersebut dari kaca spion, Yg satunya memandang ke arah jendela sambil melamun. Lalu satunya lagi mendengarkan musik menggunakan headset sambil memejamkan matanya dan menyadarkan kepalanya ke dasboart.
"Gak kakak, Gak adik sama banget sifatnya." gumam Aldo dalam hati.
"Kak! Gue akan buktiin ke lo, Kalau gue gk salah lihat. Tapi, setelah gue benar. Gue gak akan restuin lo dengannya, Walaupun lo bersihkeras untuk kembali dengannya. Gue yang pertama yang akan menentang kemauan lo. Lihat saja nanti!" Alana dalam hati.
__ADS_1