Gadis Cupu Keturunan Mafia

Gadis Cupu Keturunan Mafia
Bab 35


__ADS_3

Keesokan harinya, Di sekolah. Para murid sedang berkumpul di lapangan kecuali para murid SMP.


Saat ini Aurel dan Dira sedang menunggu seseorang di pintu gerbang, Tapi mereka malah di hampiri oleh ketiga gadis ganjen kemarin.


"Gays! Ada anak manja nih!" seru salah satu dari mereka pada temannya menyindir gadis di depannya, Ketika ingin melewatinya.


"Iya, Manja dan juga caper!" imbuh teman yang satunya.


Aurel ingin maju menantang mereka, Tapi keburu di hadang oleh Dira.


"Jangan hiraukan mereka, Terserah mereka mau apa." ucap Dira menenangkan sahabatnya.


"Kenapa? Lo takut sama kita?" jawab ketua dari mereka yaitu Tesa.


"Maaf ya, Gue bukannya takut sama semut seperti kalian. Tapi gue cuma males aja ngeladeninya. Mending gue duduk manis di kelas dari pada harus ngeladeni kalian yang bukan apa - apa bagi kita." ucap Dira dengan nada santai.


"Oohh... Ternyata Lo selain manja juga berani ya?" kata Tesa.


"Ngapain harus takut sama cewek yang sukanya sama aki - aki." sindir Dira dengan sinis.


"Apa Lo bilang!" ucap Tesa yang sudah marah ingin menampar Dira, Tapi tangannya langsung di cekal oleh seseorang.


Mereka semua menolehkan kepalanya ke seseorang yang telah mencekal tangan gadis yang ingin menampar Dira di depannya.


"Hah! Kak Xelan?" kaget Tesa ketika tau siapa yang mencekal tangannya.


"Jaga sikap kamu saat di sekolah! Atau tidak aku akan bilang ke Mama." ancamnya.


"Mama? Apa mereka bersaudara?" gumam Dira.


"Lepaskan aku!!" bentak Tesa sambil menarik tangannya dengan paksa.


"Aku tidak peduli walaupun kakak mau aduin semua tingkah aku pun, Aku tidak peduli!! Karna semua ini gara - gara kakak aku tidak di perdulikan lagi oleh Mama!" bentaknya yang sudah marah sampai ke ubun - ubun dan langsung berlalu pergi yang di ikuti kedua temannya.


"Tesa!!" teriak Xelan memanggil saudaranya tapi tak di hiraukannya.


"Maafkan adik aku ya?" ucap Xelan meminta maaf pada mereka berdua.


"Iya tidak apa - apa." jawab Dira.


"Kamu yang kemarin waktu ku senggol dan hampir jatuh itu kan?" tebaknya.


"Oh iya, Kakak yang kemarin nolongin aku kan? Makasih ya kak udah nolongin aku kemarin. Kalau nggak aku udah jatuh." balas Dira ramah.


"Seharusnya aku yang minta maaf, Kan aku yang nabrak kamu duluan."


"Tidak, Ini juga salahku kok! Yang tidak lihat jalan." sanggah Dira.


"Ya sudah, Kita sama - sama salah, Sama - sama benar saja." balas Xelan sambil tersenyum.


"Oh ya nama kalian siapa? Gue Xelan Ragafta Marcelon panggil saja Xelan." tanya Xelan sambil mengulurkan tangannya ke arah Dira.


"Saya Gardira kak" jawab Dira membalas uluran tangannya.


"Terus yang ini siapa?" tanya Xelan lagi sambil menunjuk Aurel.


"Oh, Ini sahabat aku. Namanya Aurel Rosdiana." sahut Dira.


"Salam kenal dengan kalian berdua, Baidowe kalian murid baru disini ya?" tanyanya.


"Iya kak."


"Di kelas berapa?" tanyanya lagi.


"Kelas IPA XI kak. Kalau kakak?" jawab Dira sembari bertanya juga.

__ADS_1


"Saya di jurusan AKA XII. Dan saya juga ketua OSIS disini." jawabnya sembari memamerkan kedudukannya.


"Oh, Berarti kakak sekelas sama yang ke empat murid baru itu ya?" tanya Dira. Yang di maksud Dira adalah suami dan para temannya.


"Iya, Itu siapa kamu?" Xelan balik bertanya.


"Dia itu tunangan kami!" bukan Dira yang menjawab melainkan Aurel yang diam sedari tadi.


"Oh, Jadi kalian sudah bertunangan ya?" ucap Xelan dengan lesu.


"Xelan!!" panggil dua orang cowok dari arah parkiran. Mereka adalah teman Xelan.


"Ish, ish... Jadi ini keinginan Lo ingin masuk pagi ha?" tanya salah satu temannya dengan menggeleng gelengkan kepalanya.


"Iya, Pantes saja telefon kita gak di angkat dari tadi. Ternyata lagi bertigaan dengan cewek cantik." sambung salah satu temannya lagi dengan menyindir.


"Apa sih, Bukan!! Gue cuma ingin lihat kelakuan adik gue di sekolah. Tadi saja dia ingin menampar mereka kalau gue gak keburu dateng." ucap Xelan.


"Dimana adik Lo sekarang? Dia memang keterlaluan semenjak bokapnya pergi. Kalau terus di biarin dia makin ngelunjak sama yang lain." ucap teman Xelan yang bernama Hardan.


Dia berbicara begitu karna dia sangat peduli dengan adik temannya itu. Walaupun dia bukan kakak kandungnya.


"Dia sudah masuk ke dalam." jawab Xelan malas, Karna jika sudah menyangkut adiknya temannya ini slalu ikut campur dengan masalahnya.


"Kalau gitu ngapain kita masih disini? Ayo kita masuk!" ajak Hardan pada Xelan


"Kalian tidak mau masuk?" tawar Xelan pada Dira dan Aurel sebelum masuk.


"Tidak, Kami masih mau menunggu seseorang" Aurel yang menjawab lagi dengan ketus.


"Kalau begitu aku duluan ya? Kalian hati - hati disini ." pamitnya dan segera berlalu dengan temannya.


"Iya kak makasih." sahut Dira.


"Iya, Satunya cuek. Tapi satunya lagi ramah." jawab Xelan sambil tersenyum saat teringat wajah Dira.


"Ngapain Lo, Senyam - senyum kek gitu? Kayak orang stres?" ejek Andra.


"Lo tuh yang stres! Emang di larang kalau orang lagi senyum?" jawab Xelan tak terima sambil melemparkan bolpoinnya ke arah Andra yang malah tepat sasaran mengenai jidatnya.


"Aahhh... Sakit dodol!! Pakek jurus apa Lo kok bisa tepat sasaran?" ucap Andra dengan kesal seraya mengelus jidatnya yang terkena lemparan bolpoin.


"Jurus kadal bocor ekor!" jawab Xelan dengan ketus.


"Jurus apaan tuh?" tanya Andra penasaran.


"Mau tau itu jurus apaan?" Hardan yang menjawab.


"Iya." jawab Andra dengan mengangguk cepat.


"Sini - sini telinga Lo mendekat." ujar Hardan melambaikan tangannya memanggil Andra.


Andra mendekatkan telinganya ke arah Hardan. Dan Hardan membisikan sesuatu ke telinga Andra.


"Brengsek!! Dasar otak mesum Lo!!" teriak Andra sambil memukul kepala Hardan.


"Hahahahahaha.... Jangan sok suci deh Lo!! Otak Lo kalok sendirian juga bengkok!" ejek Hardan dengan tertawa terbahak - bahak setelah mengerjai temannya.


Xelan yang duduk dengan menatap luar jendela tidak menghiraukan gurauan teman - temannya yang sangat membosankan baginya. Lebih baik ia memikirkan cara membuat adiknya berubah seperti dulu lagi agar tidak seenaknya dengan menindas para temannya yang lain.


***


Saat ini Dira dan Aurel sudah memasuki kelasnya, Seseorang yang di tunggunya telah mereka temui.


"Hei, Katanya sebentar lagi kita kedatangan murid baru lagi tuh," ucap salah satu siswi teman sekelas Dira yang sedang berkumpul.

__ADS_1


"Memang cewek apa cowok?" tanya siswi satunya lagi.


"Entah, Kedengarannya cewek kayaknya." ucap siswi tadi yang belum tahu - menahu.


"Tahu dari mana Lo?" tanya salah satu dari mereka.


"Tadi gue denger dari para guru disana." ucapnya.


"Siapa murid baru itu?" tanya Aurel saat mendengar obrolan mereka.


"Mana gue tahu, Tanya aja Sono sama tuh murid!" ucap Dira bodoh amat.


"Ish kamu ini! Emang kalau orang lagi hamil, Moodnya suka berubah - ubah!" sahut Aurel.


"Gak papa yang penting dedeknya sehat!" ujar Dira sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


"Kalau udah lahir mau gue bawa naik ke wahana ya?" ucap Aurel antusias.


"Emang Lo berani? Dulunya aja Lo takut sama mabuk darat! Sok - so'an pengen naik wahana." ejek Dira.


"Kalau kincir angin gue mabuk, Tapi kalau yang putar - putar doang kayaknya nggak kok!" sahut Aurel mengelak.


"Kalau itu sama aja cobek! Malah tambah pusing." kesal Dira sambil menoyor kepala Aurel.


"Dedek! Lihatlah bundamu ini. Dia menganiaya aunty." ucap Aurel yang mendramastis sambil menunduk dan mengelus perut sahabatnya.


Dira tidak memperdulikan sahabatnya yang sedang merajuk padanya. Ia malah asik membaca buku pelajarannya dengan tenang.


"Pagi anak - anak!!" seru bu Tania wali kelas mereka.


"Pagi Bu!!" jawab mereka serentak.


"Saat ini ada murid baru lagi yang akan masuk ke kelas ini." ucap Bu Tania.


"Siapa Bu!" seru salah satu siswa.


"Cewek apa cowok Bu!" sambung siswa satunya lagi dan seterusnya mereka bertanya berurutan.


"Tenang dulu ya? Murid baru itu masih berada di ruang kepsek. Sekarang kita mulai dulu pelajarannya." ucap Bu Tania.


"Baik Bu!!"


Di saat pelajaran di mulai, Tibalah seorang gadis yang masuk tanpa permisi, Membuat para siswa - siswi dan juga guru yang mengajar menjadi bingung.


"Kamu!!" panggil Bu Tania pada gadis yang masuk tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.


Gadis itu malah mengabaikan Bu Tania yang sedang memanggilnya, Ia malah langsung duduk di bangku kosong paling belakang.


Para siswa - siswi yang melihat tingkah gadis yang tidak sopan saat memasuki kelas terutama bagi Bu Tania yang sebagai guru dan wali kelas merasa tidak di hargai oleh gadis itu.


"Tidak sopan sekali dia!" bisik salah satu siswi pada temannya yang melihat tingkah gadis itu.


"Iya, Paling dia tidak pernah di ajarkan tata krama sama sopan santun oleh orang tuanya." bisik teman satunya lagi.


Bu Tania yang sebagai guru dan juga wali kelas di kelas IPA itu, Merasa tidak di hargai dan di hormati.


Kemudian ia malah melanjutkan mengajarnya tanpa memperdulikan keberadaan gadis baru itu.


"Ya sudah anak - anak! Kita mulai saja pelajarannya tidak usah dan tanpa pengenalan" ucap Bu Tania sambil menyindir gadis itu.


Sedangkan gadis itu tak menghiraukan ucapan gurunya, Yang merasa telah menyindir dirinya.


Gadis itu adalah Rena anak dari seorang psikopat yang kejam dan angkuh, Ia adalah anak yang seumuran dengan Dara. Tapi ia lebih memilih sekelas dengan Dira dan Aurel karna dengan sogokan dari sang Ayah yang rela melakukan apapun demi kebaikannya dan juga demi menjalankan misinya.


Jangan lupa terus like komen dan votenya Yaaaaa.....

__ADS_1


__ADS_2