
Di Kelas IPA XI.
"Rel, Aku ke Toilet dulu ya? Kebelet nih!"ucap Dira sambil meremas roknya.
"Mau Aku temenin?"tanyanya.
"Gak usah, Cuma sebentar kok! Kamu masuk saja duluan. Aku pergi dulu!"ucapnya sambil berlari karna kebelet pipis.
Di Toilet.
"Akhirnya" ucapnya lega.
Ketika akan membuka pintu, Tiba - tiba.
Byuuuuurrrrrrr.......
"Oh my Got!! Siapa yg lakuin ini!!"Pekiknya.
"Hahahahahaha" tawa mereka.
"Haha....Emang enak mandi air dingin!"ucap Reina ketua geng centil.
"Kalian!! Apa yg kalian lakukan ke gue!!" Bentaknya.
"Iya, Itung - itung kita berbaik hati loh? Sama lo, Karna takutnya belom mandi. Lalu kita mandiin deh! Biar seger lagi"kata Tea sambil melipatkan tangannya di dada.
"Makanya, Jadi cewek tuh jangan keganjenan!"kata Rini sambil memandang sinis.
"Apa yg kalian bicarakan? Gue gk ngerti!!"Marahnya.
"Alaahh...Jangan sok polos deh lo! Lo sengaja deketin gebetan - gebetan kita kan. Pura2 sok cuek lagi ke mereka! Tau - taunya Caper."ucap Reina marah.
"Apa yg kalian LAKUKAN!!!?" sebuah suara bariton laki - laki menggema di kamar mandi, Dan mengagetkan mereka berempat.
"Haahh E..El"takutnya mereka.
"Apa yg kalian lakukan!!? Sama gadis ini!!?"ucapnya lagi, Matanya memerah tangannya terkepal erat dan mukanya merah padam. Entah mengapa ia bisa semarah ini, Melihat gadis yg slalu Cerewet dan menghina dirinya di perlakukan begini oleh mereka.
"Ma...Maaf kita gk sengaja menemukan di..Dia disini, Su sudah basah kuyup."bohong Reina sembari menunduk takut melihat kemarahan cowok yg di sukanya.
"Apa lo bilang!! Gk sengaja menemukan gue disini? Jelas - jelas kalianlah yg ngerjain gue, Menaruh ember di atas pintu. Kalian bilang ini gk sengaja?" marah Dira sambil menggelengkan kepalanya dan memandang sinis mereka, Dan bibirnya bergetar.
"Kalian juga bilang! Gue cewek ganjen yg merebut gebetan kalian? Emang siapa yg kalian maksud? Dia!!" bentaknya lagi sambil melototkan matanya dan menunjuk ke arah El. Dan badannya yg menggigil juga gemetar hebat karna kedinginan dan wajahnya juga pucat pasi akibat di siram air Es oleh mereka, Setelah lama ia bicara, Ia langsung tk sadarkan diri di tempat.
Mereka berempat terlonjak kaget melihat Dira pingsan. Terutama El, Ia langsung membawa Dira ke UKS dan tidak memperdulikan mereka yg berdiri mematung di samping pintu toilet. Dan mereka akan menanggung semua yg mereka perbuat pada Dira sehingga membuatnya pingsan. Apalagi sekolah ini adalah milik keluarga Rafardhan, Keluarga Elvaro.
El terus melangkahkan kakinya buru - buru ke arah UKS sambil menggendong Dira ala brydal style dan setelah sampai di UKS. Ia langsung menelepon Dokter pribadi ayahnya di Rumah Sakit.
__ADS_1
Setelah dokter sampai dan selesai memeriksanya. Dokter itu keluar dari UKS dan di tanyai sederet pertanyaan oleh mereka.
"Bagaimana keadaan sahabat saya dok? Apakah ia baik - baik saja? Apakah sahabat saya sudah sadar dok?"tanya Aurel bertuntun melihat Dokter keluar dari UKS.
"Bagaimana keadaanya om?"tanya El cemas.
"Satu - satu dong kalau nanyak? Emang, Kalau mulut bebek, Gk bisa ngerem."tegur Azar ke Aurel sembari mengejek.
"Diem Lo!! Bekicot!! Orang lagi khawatir juga"ucap Aurel kesal.
"Keadaanya baik - baik saja. Ia hanya butuh istirahat dan badannya yg kedinginan juga sudah mendingan. Dan suster juga sudah mengganti bajunya yg basah. Sebentar lagi ia akan sadar, Dan ini berikan resep obatnya sesudah makan ya?."kata Dokter menjelaskan sambil memberikan bingkisan resep obat ke arah Aurel.
"Baik Dok! Terimakasih!." ucap Aurel menerima bingkisan obat tersebut.
"Sama - sama. Saya pergi dulu, Mari pak." Pamit Doter itu kepada Pak guru yg di samping Aurel.
"Iya, Makasih dok! Hati - hati."jawab Pak guru.
Sedangkan El, Sudah masuk terlebih dahulu kedalam UKS untuk melihat keadaan Dira, Dan di susul semua temannya termasuk Aurel juga.
"Auucchh....Kepalaku pusing sekali." lirihnya sambil memegang kepalanya.
"Aurel? Dimana kamu?"ucapnya lemah.
"Lo udah sadar? Gimana keadaan lo?"tanya El sedikit cemas.
"Sahabat lo, Di luar lagi bicara sama dokter."ucap El memberitahu.
"Lo harus makan! Setelah ini lo harus minum obat agar cepat sembuh!! "ucapnya lagi.
Dira menaikkan sebelah alisnya bingung." Kenapa lo peduli sama gue? Gue kan bukan siapa2 lo? Lo juga belum kenal gue? Dan...."ucapan Dira terhenti setelah sebuah telunjuk tangan mendarat di bibirnya.
"Sssstttt.....Udah lo diem aja dulu, Turutin kemauan gue, Nanti gue ceritain dan memperkenalkan diri gue ke lo, Dan sekarang lo makan dulu biar cepat sembuh." jelas El Khawatir.
"Hey! Gue ini bukan orang sakit! Tapi cuma pingsan tau. Kenapa lo berlebihan banget sih?"protesnya.
"Lo mau makan? Atau gue suapin lo, Pakai mulut gue?"ancamnya, Yg membuat Dira langsung bungkam dan menuruti kemauannya.
Mengapa El bisa berada di toilet tadi? Karna waktu ia akan menuju ke kantin. Ia tidak sengaja melihat Dira lari terbirit - birit menuju toilet wanita. Awalnya ia tk peduli dengannya, Tapi setelah melihat 3 cewek yg berjalan mengendap - ngendap seperti pencuri menuju toilet sambil membawa ember berisi air, Ia jadi penasaran apa yg akan ke tiga cewek itu lakukan, Setelah itu ia berjalan ke arah toilet wanita tanpa sepengetahuan temannya, Ia pergi ke arah toilet dan di depan pintu menuju toilet ia mendengar suara teriakan seorang gadis yang lagi marah, Ia ragu untuk masuk ke dalam toilet wanita karna takut salah paham. Dan setelah ia mendengar tawa dari seseorang dan juga kemarahan seseorang akhirnya El memberanikan diri untuk masuk ke dalam toilet. El di kagetkan dengan sebuah pertikaian antara mereka berempat dan yg satunya sudah basah kuyup akibat di kerjai oleh mereka bertiga. Entah mengapa ia sangat marah melihat gadis ini di perlakukan seperti itu oleh mereka.
"Dir kamu udah sadar?"tanya Aurel khawatir setelah masuk dan langsung duduk di sebelah kiri ranjang Dira. Sedangkan di sebelah kanan ranjang, Tempat El duduk sambil menyuapi Dira.
"Iya, Aku udah mendingan kok!"jawabnya sambil tersenyum dan mengunyah makanan yg di suapi El.
"Syukurlah!"leganya." Tapi kenapa kamu bisa pingsan?"tanyanya penasaran.
"Mmmm...Aku ceritanya nanti saja ya? Uhuk...uhuk...uhukk"Dira tersedak saat bicara seraya mulut yg masih mengunyah.
__ADS_1
"Kalau orang lagi makan tuh, Jangan di ajak bicara!!"omel El ke Aurel."Nih minum!!"El memberikan air untuk Dira.
"Iya maaf."ucap Aurel meminta maaf.
"Makasih"Dira menerima air di gelas tersebut sambil tersenyum. Sedangkan yg di senyumin malah memasang wajah cueknya. Tapi di dalam hatinya ia juga tersenyum namun ia gengsi untuk menunjukannya.
Dira langsung memasang wajah masamnya saat senyumnya tidak di balas."Dasar!! Cowok Aneh!! Di senyumin bukannya membalas tapi, Memasang wajah cuek."gumamnya yg masih di dengar oleh El. Karna jarak di antara mereka sangat dekat cuma 10 cm.
Dira meminum air di gelas penuh itu hingga habis tk tersisa, Karna kekesalannya membuat ia sangat haus. Namun gelasnya bukan di berikan ke El melainkan ke Aurel.
"Nih Rel gelasnya!."kesalnya."Udah, Gue udah kenyang!!"ucapnya ke El.
"Ya sudah, Lo istirahat dulu disini."kata El perhatian.
"Nggk!! Gue udah sembuh! Gue mau masuk kelas!!"ketusnya.
"Tapi, Lo belum cukup pulih!"nasehatnya.
"Ingat, Gue cuman pingsan, Bukan sakit!! Lagian lo bukan siapa2 gue! Kenapa lo peduli ama gue."keras kepalanya.
"Tersedah lo lah!! Gue udah gk peduli! Lo mau kemana kek, Gue juga gk peduli!!"emosinya sambil beranjak dan meninggalkan Dira dan Aurel disana.
"Rel? Apa aku salah ngebentak dia? Aku emang udah sembuh Rel! Tapi dianya aja yg keras kepala! Ada apa dengannya? Kenapa dia begitu peduli sama aku?"lirihnya merasa bersalah kepada El.
"Ya sudah, Kamu jangan pikirin itu lagi, Mending kita ke kelas dulu. Biar masalah cowok itu kita pikirin nanti."ucap Aurel menasehati.
Sedangkan yg di nasehati hanya mengangguk pelan dan jalan beriringan menuju kelas.
Di Kelas IPS XIl.
"Bro! Gimana keadaannya cewek itu?"tanya Aldo.
"Baik"singkatnya.
"Maaf ya? Kita tadi gk nyamperin lo kesana, Karna kita tadi di panggil sama kepala sekolah buat urus acara perpisahan kita nanti."ucapnya lagi.
"Hmmm....Yg ditanyai malah membalas deheman saja.
"Lo, Udah kenalan belom sama tuh cewek?"tanya Rehan.
"Gk!"singkatnya lagi.
"Gue jadi aneh deh sama lo? Kenapa lo begitu peduli ama tuh cewek? Sedangkan lo gk kenal ama tuh cewek!"tanyanya mengintimidasi.
"Gk papa!! Udah deh, Jangan berhubungan sama cewek itu lagi!! Dan gue juga gk mau mengenal atau berhubungan 7dengan cewek itu lagi! Ngerti!!"marahnya sambil meninju tembok yg berada di sampingnya. Sedangkan yg lain tidak berani menjawab ucapan El lagi, Kalau sudah marah begini. Bisa - bisa mereka yg jadi pawang kemarahannya itu.
"Kenapa gue begitu peduli sama tu cewek? Ada apa dengan gue? Gue begitu kasihan melihat tuh cewek yg di bully sama mereka. Gue jadi ke inget sama Kairin yg juga di bully oleh temannya dulu. Kairin gue kangen sama lo! Kenapa lo begitu cepat ninggalin gue. Gue gk bisa melupakan lo Kairin. Apakah gue bisa membuka hati gue untuk wanita lain? Tidak!! Tidak!! Di dalam hati gue hanya untuk Kairin seorang."lamunnya dalam hati, Dan menangis dalam diam, Sambil mengepalkan tangannya dengan kuat dan menyapu semua barang yg ada di meja belajarnya juga berteriak sangat keras, Yg membuat semua orang di dalam kelas itu terlonjak kaget dan pergi meninggalkan kelasnya. Karna takut dengan El jika sudah begitu.
__ADS_1
Dukung terus Author ya? Agar cepat up terus...