Gadis Cupu Keturunan Mafia

Gadis Cupu Keturunan Mafia
Bab 14


__ADS_3

Pada malam hari Dira sedang membolak balikan badannya di depan cermin bersiap - siap untuk ke pesta. Ia menggunakan dres merah maroon selutut, Berlengan panjang dan bertali pinggang, Juga di padukan dengan higs hells yang berwarna hitam, Dan tak lupa juga make up natural yang membuatnya semakin cantik seperti seorang putri yang turun dari kayangan. Tapi ia merasa risih memakai dres, Karna sebelumnya ia tak pernah memakai dres dan higshels.


"Aku cocok gk sih! Pakai ini!?" tanyanya pada diri sendiri.


"Ternyata aku cantik juga ya pakai dres, Tapi pakai kacamata apa nggk ya?" bingungnya yg masih melihat dirinya di cermin.


"Pakai ajalah! Buat penyamaran juga." jawabnya.


Lalu Dira teringat sesuatu yang di berikan cowok tadi." Oh ya? Itu undangan apa ya, Yg di berikan cowok tadi?" gumamnya sambil mencari tasnya yg ada undangannya.


Kemudian Dira membuka undangan tersebut" Whatt!! Bukannya ini, Undangan untuk pesta yang mau aku datangi sekarang ini?" tanyanya dengan diri sendiri.


"Aku harus kasih tau Aurel!" ucapnya buru - buru sambil mengambil hp dan tasnya yang berada di nakas.


Dira keluar dari kamarnya dan berpapasan dengan diki yang ternyata lewat depan kamarnya, Dan bertanya."Waaww...Kakak mau kemana? Tumben dandan cantik bnget, Pakai dres lagi!" kagumnya.


"Mau ke pesta! Kakak mau pergi nih! Awas!!" ucapnya sedikit teriak dan berjalan menyeggol lengan Diki karna terburu - buru.


"Kalau jalan jangan lari - lari kak! Jatuh tau rasa kau!!" teriak Diki mengejek kakaknya.


Sedangkan Dira tak menghiraukannya karna sedang terburu - buru.


Dira turun dari tangga dan keluar rumah dengan tergesa - gesa, Melewati orang yg berada di ruang tamu dan ia tak menghiraukannya.


Namun sebuah panggilan sang Papa menghentikan langkahnya."Dira!" panggilnya.


"Iya Pa!" jawab Dira.


"Mau kemana kamu? Kenapa memakai dres?" tanya Hikman yang mencurigai putrinya.


"Iya, Tumben kamu pakai dres, Biasanya gk pernah pakai dres." sambung Bibi.


"Mmmm Dira mau ke pesta ulang tahun teman Pa, Bi, Paman." jawab Dira sedikit gugup.


"Sama siapa?" tanya Hikman.


"Sama Aurel Pa!" sahut Dira cepat.


"Mmm...Ya udah Pa, Bibi, Paman! Dira pamit dulu, Aurel udah nunggu di luar! Asalamualaikum! Daahhh..." pamit Dira sambil melambaikan tabgannya ke atas.


"Hati - hati! Walaikumsalam!!" jawab mereka serempak.


Setelah di luar rumah.


"Hey! Dir Sini!!" panggil Aurel.


"Iya bentar!" sahutnya.


Lalu Dira menuju ke Aurel yg berada di Lorong gang, Sambil melepas higshelsnya yang di rasa susah untuk berjalan.


"Kenapa kamu lepas higshelsmu?" tanya Aurel.


"Biasa! Gk pernah pakek beginian, Jadi agak susah jalannya." jawab Dira.


"Pantas saja susah! Itu sih ketingian! Gimana kalau tukeran punyaku?" tawarnya.


"Boleh deh! Dari pada kakiku lecet atau jatuh nanti jadi ngerepotin kamu." ujar Dira.


"Nah! Itu tau!" jawab Aurel.


"Sialan kau!! Aku ngomong gini caper sama kamu!" kesal Dira.


"Caper kok sama Cewek!?" sewot Aurel.


"Kenapa? Gak boleh?" ketus Dira.


Aurel tak menghiraukan ucapan Dira lagi dan langsung bertukar higshels, Agar Dira gampang untuk berjalan.


"Nah! Kalau gini kan enak!" lega Dira.


"Ya sudah, Ayo! Pasti tuh cowok udah nunggu di depan gang!" Ajak Aurel.


"Ayo!" singkatnya. Lalu Dira teringat sesuatu dan memberhentikan langkahnya." Rel tunggu deh!"


"Ada apa lagi sih?!" kesal Aurel yang terpaksa menghentikan langkahnya karna panggilan sahabatnya.

__ADS_1


"Kamu sudah liat undangan tadi gak!?" tanya Dira.


"Undangan apa?" Aurel malah balik bertanya.


"Yang tadi itu!" sahut Dira.


Aurel mengingat - ingat."Oh, Undangan yang di kasih cowok tadi itu?"


"Iya! Masih muda udah pikun." gerutu Dira.


"Heh! bukan pikun ya! Tapi L-U-P-A lupa!" protes Aurel yang mendengar gerutuan Dira sambil mengeja huruf kata2nya.


"Sama saja! Tapi kamu bawa kan?" tanyanya lagi.


"Ya bawa dong! Masak nggk sih!" sahut Aurel lebay.


"Bagus! Ternyata kamu pintar, Tadi aja pura2 lupa." ujar Dira sambil memujinya.


"Iya dong! Aurel gitu loh!" bangganya sambil mengibaskan rambutnya ke belakang.


"Cihh...Baru di puji gitu aja, Udah lebay!" cibir Dira.


Tin...tin...


Suara klakson mobil mengagetkan mereka berdua yang sedang berdebat, Terlihat seorang pemuda tampan yang menurunkan kaca mobilnya." Masuk Cepat!" titahnya ke dua gadis tersebut.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil pemuda tersebut di kursi belakang. Setelah masuk, Pemuda tersebut langsung melajukan mobilnya menuju ke tempat pesta yang ditujunya.


Di dalam mobil.


"Kalian disana harus jaga sikap! Jangan bar - bar, dan juga jangan berdekatan dengan pria manapun, Kecuali kita, Mengerti!" peringat pemuda yang duduk di kursi depan, Yaitu Aldo.


"Mengerti!" jawab mereka berdua serempak.


"Dan satu lagi, Jangan pernah menyentuh minuman apapun disana, Kecuali kami yg memberinya." peringatnya lagi.


"Iya, iya udah tau! Tapi kenapa kita tidak boleh berdekatan dengan pria?" tanya Aurel penasaran.


"Karna kalian itu wanita, Karna disana bebas melakukan apapun semau mereka. Maka dari itu, Kami harus menjaga kalian dengan baik. Supaya kalian tidak di apa - apain sama laki - laki yang ada disana." jelasnya.


"Nanti kita akan ambilkan untuk kalian." jawab Aldo.


"Kenapa sih! Kalian harus ke pesta itu?" tanyanya lagi.


"Karna itu adalah integritas kami! Kalau kami tidak hadir dalam satu orang pun yang di undang, Maka mereka akan..."Aldo menjeda ucapannya" Udahlah, Kalian diam saja! Turuti saja kemauan kita, Yang terpenting kalian harus jaga sikap! Udah itu saja." kesal Aldo yg terus ditanyai oleh Aurel.


Sedangkan Dira dan El yang sedang menyetir, Hanya menyimak pembicaraan Aldo dan Aurel yang seperti tanya, jawab. Lalu,


"Kenapa lo bilang kalian! Gue aja udah diam dari tadi." protes Dira pada Aldo.


Aldo mau menjawab protesan Dira tapi udah di sela oleh orang di sampingnya.


"Udah! Jangan berisik! Kita udah sampai." ucap El yang hanya diam sedari tadi, Sambil mematikan mesin mobilnya dan turun.


Semuanya turun dari mobil dan merapikan pakaiannya masing - masing.


Aldo ingin menggandeng tangan Aurel, Lalu langsung di tepis oleh sang empunya."Jangan modus!!" ketus Aurel.


"Siapa yang modus? Kita sesama pasangan disini harus bergandengan tangan." balas Aldo yg tak terima di katainya.


"Kan masih disini! Belom sampek ke dalem juga." sewot Aurel.


"Udah, Udah!! Kalian ini, Masih saja saling adu mulut! Mending gue nikahin, Biar kalian adu di ranjang sekalian!" sela El yg sudah pusing mendengar perdebatan mereka yang tak kunjung selesai, Dan langsung pergi meninggalkan mereka.


"Ogah!!" jawab Aldo dan Aurel serempak.


"Nikahin aja! Biar sah, Debatnya." sambung Dira dan menyusul langkah El yang meninggalkannya.


"Nyambung aja lo! Pinguin!" seru Aurel.


"Dia pinguin, Lo Cobek! " ejek Aldo sambil menyusul temannya.


"Dasar! Cosolin!!" kesalnya dan ikut menyusul mereka.


Mereka sampai di pintu masuk hotel tersebut dan di hadang dua penjaga berbadan besar dan berpakaian serba hitam.

__ADS_1


"Mana undangan kalian?" tanya penjaga tersebut, Sambil menyodorkan tangannya.


Tanpa basa - basi."Nih!" Aldo menyerahkan dua undangan kepada mereka.


"Kenapa dua? Harusnya empat!" ucap penjaga tersebut.


"Kok bisa! Katanya harus sama pasangan?" tanya Aldo dengan ekspresi terkejut.


"Iya, Pasangannya juga harus punya!" jawab penjaga itu.


"Tenang, Nih!" Dira menyerahkan dua undangan lagi kepada penjaga tersebut.


"Ya sudah! Kalian boleh masuk!" perintahnya.


Mereka masuk ke dalam bersama - sama. Lalu El mencurigai mereka berdua dan bertanya." Dapat dari mana kalian, Undangan itu?"


"Dari Cowok." singkatnya. Tanpa menatap orang yang bertanya. Ia malah sibuk menyapu semua ruangan dengan kagum." Waaww the best, Belum pernah gue kesini sebelumnya."


"Norak lo!" cibir Aldo.


"Bodoh!!" ketusnya.


"Siapa?" tanya El lagi menyela perdebatannya.


"Gk tau! Kemaren orang itu memanggil kita, Waktu kita di tinggal lo di parkiran. Sepertinya ia bukan murid sana deh! Seragamnya saja, Beda." jawab Dira tenang.


"Lo tau orangnya?" sambung Aldo.


"Ya taulah! Gue kan masih muda, Gak pikun!" sewot Dira.


"(Sepertinya ada yang tidak beres ini, Pasti ada orang yang bermaksud tertentu sama dua gadis ini, Gue harus selidiki secepatnya)" El dalam hati.


"Ya sudah, Ayo kita masuk! Mereka pasti sedang menunggu kita." Ajak El ke mereka.


Setelah mereka sampai di tempat ruangan yang luas, Penuh dengan suara musik dan suara orang - orang yg berada dalam ruangan tersebut, Juga bau berbagai minuman yang menyengat di indra penciuman. Lalu seseorang mengagetkan mereka.


"Woy!! Kalian lama banget gue tunggu2." seru Rehan mengagetkan semuanya.


"Lo bisa gak? Gak bikin orang jantungan terus!" geram Aldo ke Rehan.


"Maaf deh!" sesalnya.


"Mana Azar sama cewek lo?" tanya El.


"Mereka disana." tunjuk Rehan ke tempat mereka.


"Ayo, Kita kesana." ajaknya.


Seseorang melihat mereka dari jarak jauh." Bagus!! Ternyata kalian datang juga." ucapnya sambil tersenyum sinis.


"Gue harus beritahu ini ke kakak!" imbuhnya lagi, Dan pergi meninggalkan tempatnya.


Di tempat lain, Seorang wanita dan Laki - laki sedang bergulat panas di dalam kamar.


Lalu, Sang adik mengetuk pintunya.


Tok...tok...tok


"Kak!"panggil sang adik dari luar pintu.


"Bentar!" teriak seorang laki - laki yang berada dalam kamar tersebut.


ceklek.


Seorang laki - laki yang hanya menggunakan boxer keluar dari kamarnya dan berdiri di ambang pintu.


"Ada apa?" tanyanya to the poin.


"Mereka sudah datang kak!" seru sang adik memberitahu.


"Bagus!! Kamu jalankan rencananya dulu, Aku akan menyusulnya." jawab laki - laki tersebut sambil tersenyum misterius.


"Baik kak." sahut sang adik sambil meninggalkan kakaknya yang masih di ambang pintu.


"Lihat saja, Aku akan membalaskan dendam keponakanku pada Anakmu." gumam laki - laki itu.

__ADS_1


Siapakah yang ia incar? Penasaran ya?.....


__ADS_2