
"Sekarang kau ceritakan dimana Dira sekarang!" tanya El kepada Aurel setelah berada di markasnya bersama semua teman - temannya, Kecuali Aldo yang sedang ia suruh membeli makanan.
"Dira? Maaf gue gak tau." jawab Aurel sambil menunduk.
"Jangan bohong! Gue tau lo bohong, Pasti ada yang kalian sembunyiin dari gue."
"Kalau gue tau apa lo akan menyusulnya? Setelah apa yang telah lo lakuin padanya?" tanya Aurel ketus.
"Gue lakuin ini semua hanya demi keselamatannya bukan karna kesenangan gue semata." jelas El.
"Gue tau! Dira pergi bukan karna dia benci sama lo, Tapi dia tidak bisa hidup bersama orang yang masih mencintai orang lain. Dia tau kalau lo masih cinta sama cinta pertama lo itu kan?"
"Tidak! Untuk apa aku masih mencintai seseorang yang telah tiada."
"Aku juga tahu orang itu telah tiada, Tapi cintamu untuknya masih ada kan?"
"Aakkhhh... Susah kalau ngomong sama lo!" teriak El frustasi.
Tin..tin...
Sebuah mobil datang dari luar markas.
"Itu pasti suara mobil Aldo!" El segera keluar untuk menemui sepupunya.
"Mana pesanan gue?" tanya El langsung setelah menghampiri sepupunya.
"Nih! Kenapa lo pesan ice cream? Gak biasanya lo suka ice cream yang jumbo lagi!" tanya Aldo heran.
"Terserah! Gue sekarang lagi bete' Pengen makan ice cream, Sekarang lo urus gadis lo itu dan bujuk dia supaya mau meberitahu dimana Dira." jutek El.
"Dan satu lagi, Jangan bilang siapa - siapa kalau gue pesen ice crem ke lo. Ngerti! Kalau nggk gue sita ortu lo!" ucap El lagi dengan ancamannya kemudian pergi ke ruangannya dengan memakan ice creamnya sambil berjalan.
"Gak waras kali tuh anak! Ortu mau di sita! Dia kira ortu gue barang apa? Mau disita. Kenapa sekarang sikapnya jadi aneh gitu?" gumam Aldo heran.
Lalu Aldo masuk ke dalam marskas menemui Aurel dan teman - temannya.
"Lo dari mana saja?" tanya Azar ketika melihat temannya datang.
"Gue habis ke Alfa beli makanan, nih!" sahut Aldo sambil memberikan makanan ringan ke Azar, Lalu menghampiri Aurel.
"Wiihhh perhatian banget lo ke kita!" puji Rehan senang yang malah merampas makanannya.
"Iya, Setiap hari gini kan enak bang! Biar gue jadi gemuk disini." sambung Ergan.
"Kalian, Kalau masalah makan gak pernah nolak." sindir Azar.
"Ya gak nolak lah! Namanya juga makanan apalagi yang gratis, Ya nggk Er?"
"Iya Bang!" jawab Ergan sambil menganggukan kepalanya.
Aldo tidak menggubris celotehan mereka dan malah fokus memandang Aurel dengan intens.
"Rel! Gue mau tanya sama lo dengan serius, Dan gue mau lo jawab dengan jujur." ucap Aldo serius.
"Kalau lo mau tanya dimana Dira? Maaf gue gak bisa." tolak Aurel langsung.
"Tidak bukan itu, Gue hanya ingin tau Dira dari keluarga siapa?" tanya Aldo lagi.
"Kalau itu, Gue akan jawab. Tapi lo jangan bilang kalau gue yang beri tahu lo." lirih Aurel.
"Iya, Gue janji." janji Aldo.
__ADS_1
"Sungguh?" tanya Aurel tak yakin.
"Iya." jawab Aldo dengan tersenyum manis.
"Gue pagan janji lo ya? Sebenernya Dira dari keluarga paman Hikman Anggara." jawab Aurel pelan.
"Apa!? Paman Hikman Anggara!?" kaget Aldo sambil mengulang perkataan Aurel.
"Kenapa? Apa kamu kenal dengan Paman Hikman?" tanya Aurel curiga.
"Mmm Tidak! Gue kaget saja. Ku kira mereka adalah keluarga aslinya, Ternyata bukan." elak Aldo sambil tersenyum palsu.
"Oh! Gue kira kenal. Mereka adalah keluarga Pamannya adik dari Ayahnya Paman Hikman. Dira sudah 15 tahun di tinggal oleh kedua Ortunya dan di asuh Pamannya, Dan sekarang dia ikut kedua ortunya ke--" Maaf! Gue gak bisa ngasih tau." jelas Aurel yang tak bisa meneruskan ucapannya.
"Tidak papa! Gue ngerti, Karna lo sebagai sahabatnya pasti tidak bisa ingkar janji kan?" tebak Aldo.
Aurel hanya mengangguk sambil tersenyum simpul ke arah Aldo.
"Gue harus kasih tau El! Ternyata Mafia yang menyembunyikan keberadaan Dira adalah Ayahnya sendiri yang seorang Mafia no.1 di Negara J. Aurel! Walaupun lo tidak kasih tau keberadaan Dira tapi lo sudah kasih tau intinya yang gue cari selama ini." batin Aldo.
"Ya sudah! Gue pamit dulu ya? Lo disini dulu tidak papa kan? Nanti gue antar lo kerumah lo." saran Aldo yang sudah beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkannya.
"Iya." jawab Aurel singkat.
"Al! Mau kemana lo!?" teriak Rehan ketika melihat temannya yang suda menjauh, Dan tidak di sahuti oleh orang yang di panggilnya.
"Hey! Rel, Dia mau kemana?" tanya Rehan beralih ke Aurel.
"Entah! Dia bilang cuma mau pergi." ketus Aurel.
Aldo yang sedang berjalan tergesa - gesa menuju ruangan El. Tiba - tiba saja ponselnya berbunyi.
"Hallo?"
"Baik om! Aldo akan memberitahunya."
"...."
"Iya om!"
Kemudian ponselnya di matikan secara sepihak oleh orang yang memanggilnya.
Ia berjalan lagi menuju ruangan El, Sampai disana ia melongo melihat sepupunya yang malah enak - enakkan tidur di waktu yang darurat.
"El bangun El!" Aldo menggoyangkan tubuhnya yang sudah tertidur pulas.
"Astaga!! Setelah dia menghabiskan 1 ice cream jumbo, Sekarang dia malah enak - enakkan tidur? Gue gak habis fikir dengan sifatnya yang sekarang, Dan tidak biasanya ia tidur di jam segini." Decak Aldo tidak habis fikir dengan sepupunya saat melihat kotak ice creamnya ludes.
"Woy bangun!!" teriak Aldo di dekat telinganya.
"Hoaamm ada apa sih?" tanya El saat setengah sadar dari tidurnya.
"Lo denger! Gue sudah tau keberadaan Dira! Cewek lo itu!" seru Aldo sambil menekan semua kalimat katanya.
"Hah? Seriusan lo?" semangat El yang langsung beranjak dari tidurnya ketika sudah menyangkut keberadaan gadisnya.
"Iya." jwab Aldo ketus.
"Dimana?"
"Di jauh!"
__ADS_1
"Iya dimana?" kesal El.
"Sudah! Sekarang lo mandi dulu. Terus sikat gigi dan dandan yang rapi jangan lupa pakek parfum yang wangi, Gue udah siapin kemeja dan jas bagus buat lo, Karna kita akan pulang ke mansion. Nanti gue akan kasih tau dimana keberadaannya." perintah Aldo sambil mendorong temannya ke kamar mandi.
Setelah El memasuki kamar mandi, Ia jadi bingung. Kenapa harus memakai parfum dan dandan yang rapi? Juga harus pakek jas segala lagi Kalau hanya ingin ke mansion? Apa maksudnya itu? Dan ia jadi tak semangat lagi.
Setelah 30 menit kemudian. El sudah rapi dengan pakaiannya.
"Kalau kita hanya mau ke mansion, Kenapa harus pake' gini segala sih?" kesal El yang pertanyaannya sedari tadi tidak kunjung terjawab oleh sepupunya.
"Sudah lo mending diem dulu. Nanti lo akan tahu sendiri." itulah yang slalu jadi jawaban Aldo ketika dirinya ditanya.
"Ck, Awas kalo ada apa - apa ya?" decak El kesal.
"Bentar! Gue mau antar gadis gue dulu ke rumahnya. Setelah itu kita berangkat." pamit Aldo.
"Cepetan!! Jangan lama - lama!!" jawab El yang sudah tak sabaran.
***
"Gays!! Gue antar Aurel dulu. Setelah ini gue sama El mau pergi! Kalian jaga markas, Jangan kemana - mana." saran Aldo kepada para temannya.
"It's oke. Bro!!" jawab mereka serempak sambil mengacungkan jempolnya.
"Ayo! Gue antar lo pulang." ucap Aldo sambil mengulurkan tangannya ke Aurel.
Aurel hanya mengangguk sambil tersenyum dan menerima uluran tangannya. Ia sekarang tidak menolak ajakan Aldo saat ia tahu dari El kalau Aldo menyukainya. Dirinya juga begitu sebenarnya ia juga menyukainya, Tapi ia gengsi untuk menunjukannya takut cintanya bertepuk sebelah tangan. Sekarang ia senang ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi, Aldo tidak tau kalau Aurel sudah mengetahui perasaannya. Maka dari itu ia belum menyatakan cintanya.
Di dalam mobil keheningan di antara mereka menjadi canggung. Sehingga suara Aurel memecahkan keheningannya.
"Mmm Al." panggil Aurel gugup.
"Iya kenapa?" sahut Aldo sambil menoleh sekilas dan beralih ke dapan lagi.
"Gu..gue mau tanya." ucap Aurel yang masih merasa canggung.
"Tanya saja. Kenapa lo sepertinya canggung begitu?" tanya Aldo saat berusaha santai untuk menetralkan pembicaraannya, Yang aslinya ia juga merasa canggung.
"Mmm Maaf, Lo suka tipe cewek seperti apa?" tanya Aurel penasaran.
"Kenapa lo tanya begitu? Emang lo mau daftar jadi cewek gue?" Aldo balik bertanya dengan pedenya sambil bercanda.
"Nggk kok! Bukan gitu. Gue cuma mau mastiin aja, Kalau lo masih suka sama cewek kan?" ngasal Aurel yang sudah ke habisan akal.
"Hey! Kalau ngomong di jaga ya? Emang gue cowok apaan yang gak suka sama cewek?" marah Aldo ketika dirinya di bilang tidak suka cewek.
"Maaf! Gue gak bermaksud gitu." lirih Aurel yang langsung menoleh ke arah jendela dan menyesal telah bertanya yang tidak - tidak.
"Aduh Aurel!! Lo ini bodoh banget sih!? Jelas - jelas kata sepupunya dia suka sama lo? Kenapa lo malah tanya kalau ia tidak suka cewek? Dimana kepintaran lo selama ini Aurel?" batin Aurel merutuki kebodohannya sendiri.
Setelah itu tidak ada yang bicara lagi sampai akhirnya mereka telah sampai di kediaman Aurel.
"Sudah sampai! Turun!" ucap Aldo yang enggan untuk menoleh ke arahnya.
"Maaf ya? Karna udah buat lo marah." sesal Aurel meminta maaf sebelum turun.
"Hmmm" Aldo yang hanya berdehem menjawabnya.
Aurel segera membuka pintu mobil dan segera turun dari mobilnya.
"Makasih." ucapnya setelah turun dari mobil Aldo.
__ADS_1
Aldo tidak menjawabnya ia langsung melajukan mobilnya menuju markas lagi untuk menjemput sepupunya.
Sorry ya baru up....