
"Euugghhh...Dimana aku?" Seorang wanita melenguh sambil memegang pundaknya yang terasa nyilu.
"Lo, Di markas gue!"jawab Pria tampan yg duduk bersedekap dada sambil menyilangkan kakinya di hadapan gadis tersebut.
"Markas?"ucapnya sambil mengulang ucapan pria tersebut.
"Trus lo! Siapa?" ucapnya lagi.
"Iya, Lo di markas gue, Tadi lo pingsan di jalan. Soal gue siapa? Lo gk perlu tau."ucapnya sambil membenarkan katanya.
"Haahh..Gue pingsan? Perasaan tadi gue lagi berantem deh sama preman. Trus ada cowok yg nolongin gue? Dan habis itu kita? Hahh...Aurel!! Aurel mana Aurel?" cemasnya sambil menolehkan kepalanya ke kanan dan kekiri.
"Sahabat gue Aurel, Dimana?"ucapnya lagi.
"Tenang, Lo nggk usah khawatir! Dia ada di kamar sebelah, Dan juga udah ada yg jagain." ucapnya santai.
"Ada yg jagain? Siapa? Gue harus kesana lihat kondisinya."ucapnya buru - buru sambil beranjak dari tempat tidurnya.
"Terserah!!" ucap Pria itu yg juga beranjak dari duduknya dan ikut menyusul ke kamar sebelah.
Braaaaakkk..
Pintu terbuka dengan cukup keras. Hingga mengagetkan orang yg berada di dalamnya.
"Diraaaa...." teriak Aurel.
"Aurel, Kamu kenapa?"cemasya sambil memeluk sahabatnya yg tengah menangis di pelukannya.
"Kalian apain sahabat gue?" Bentaknya.
"Heh! Kita gk apa - apain teman lo, Dia menangis karna dia khawatir sama lo, Karna lo gk ada disini?" sanggahnya.
"Aku nggk papa kok! Aku cuma khawatir sama kamu! Aku kira kamu di sekap sama mereka."jawabnya sambil menunjuk ke 3 Pria tersebut.
"Emang kalian siapa sih? Dan ini kami Dimana? Kenapa kalian harus pakai topeng segala? Atau...Muka kalian jelek ya? Atau kalian mahluk jadi - jadian?" tanyanya bertuntun sambil mengejek ketiganya.
"Sembarangan kalau ngomong kita mahluk jadi - jadian, Lo tuh yg mahluk jadi - jadian. Bukannya bilang terimakasih udah di tolongin malah menghina kami"ucap kesal pria yg satunya itu, Sama cewek satu ini yg sifatnya agak bar - bar.
"Kalau mau tanya itu? Satu - satu, Bukannya langsung ngebut tuh mulut, Kayak gk ada remnya."ucapnya lagi.
"Oke. Gue akan jawab pertanyaan lo."jawab Pria bertopeng itu yg sejak tadi diam.
"Yg pertama, Kalian ada di markas kami, Markas Mafia. Kedua, Kalian tidak boleh tau siapa kami? Dan yg ketiga kalian tidak boleh membocorkan tempat rahasia kami ini, Jika ada orang atau musuh yg tau markas kami ini, Kalianlah yg akan menjadi sasaran pertama kami. Ngerti!! Karna markas ini hanya di ketahui oleh kelompok kepercayaanku dan kalian."Ancamnya dan memperingati.
" Oke. Asal kalian bukan cowok - cowok sombong itu." jawab Dira sambil menunjuk mereka.
"Cowok sombong? Siapa mereka?"tanyanya tanpa ekspresi.
"Mereka cowok - cowok sombong. Yg sok gnteng, Sok cool. Dan mereka juga gk bisa menghargai wanita dan slalu menghina orang lain." ucapnya marah ketika mengingat kejadian tadi.
"Hmm" Cowok bertopeng itu hanya berdehem saja ketika mendengar ucapan cewek ini. Sedangkan yg lainnya sudah kesal sambil mengepalkan tangannya ketika juga mendengar ucapannya ini yg dirasa menyindir diri mereka.
Yaa...Mereka adalah Elvaro dkk yang telah menolong cewek ini. Tapi mereka menutup wajah mereka dengan topeng agar dua cewek ini tidak akan mengetahui identitas mereka.
"Dir udah, Ayo kita pulang ini udah malem. Tuh liat jam tanganmu udh jam 1 malam." ucap Aurel menunjuk jam tangan Dira yg ada di pergelangan tangannya dan mengajaknya pulang.
"Oh iya...Ya ampun!!, Aku lupa Rel! Pasti Bibi dan Paman udah nuggu aku di rumah. Mereka pasti khawatir bget sama aku?"khawatirnya.
__ADS_1
"Mmm...Tapi pulangnya naek apa ya?"pikirnya, Sambil melihat ke mereka dan mengaruk tengkuknya yg tidak gatal.
"Biar gue antar!" ucap El menawarkan tumpangan ke mereka.
"Mmm...Boleh nih?"tanya Dira.
"Iya" singkatnya.
"Nggk ngerepotin?"tanyanya lagi.
"Nggk!! Udah ayo! jangan banyak tanya. Kalian mau pulang apa nggk!"kesalnya.
"Ehh ehh iya bentar! Gitu aja galak amat jadi cowok. Lembut dikit kek ama cewek. Cewek cakep gini di galakin."gumam Dira yg masih di dengar oleh mereka.
Sedangkan yg di gumamin malah tersenyum tipis yg nyaris tk terlihat mendengar gumaman Dira, Dan pandangan mata Aurel menyapu wajah El yg di tutupi topeng terutama bibirnya yg terlihat sedikit tersenyum. Tapi Aurel bodoh amat mau pria ini tersenyum kek, Nangis kek atau apalah, Itu mah bukan urusannya.
Setelah di mobil keheningan melanda mereka tidak ada suara sedikit pun kecuali, Suara deru mesin mobil yg menyala. Sehingga ucapan pria itu memecah keheningan di antara mereka.
"Di mana rumah lo?."tanyanya to the poin
Tanpa melirik ke arah orang yg di tanyanya.
"Mmm...Di ja..lan xxx no 45. dekat kampung kota masuk gang janda."jawabnya yg sedikit gugup karna Dira duduk di depan, Di samping pria tersebut. Sedangkan Aurel duduk di kursi belakang sendiri, Sambil memandang ke arah luar jendela.
"Oke." singkatnya masih tanpa menoleh.
_____________________________________________
"Sudah sampai! Turun!." ucapnya masih tanpa menoleh ke arah Dira.
"Mmmm tapi gimana ini?"jawabnya yg sangat
Pria itu memutar bola matanya malas, Dan membantu melepaskan saltbeltnya. Sehingga tatapan mereka tidak sengaja bertemu, Membuat Dira yg di tatapnya menjadi salah tingkah.
"Dasar! gitu saja tidak tau."cibirnya.
"Gue bukan gk tau, Tapi saltbeltnya kekencengan, Buat gue susah untuk melepasnya."belanya.
"Sama saja! udah turun!! Nanti mobil gue banyak kumannya lagi, Lo dudukin terlalu lama."ejeknya.
"Apa lo bilang!!? Gue juga ogah duduk di mobil lo lama - lama, Bisa gatel - gatel bokong gue ini." ucapnya kesal seraya menepuk kursi mobil dengan keras dan keluar sambil menutup pintu mobil dengan keras pula.
Brakkk...
Sedangkan Aurel udah keluar dari tadi dan menuggu sahabatnya yg masih adu mulut di dalam mobil. Sehingga membuatnya kesal menunggu sahabatnya yg tk kunjung keluar dari mobil pria itu, Dan di buat kaget oleh sahabatnya lagi, Yg menutup pintu mobil pria itu dengan keras.
"Lama banget kamu, Ngapain aja di dalam sama tuh cowok?."tanyanya mengintimidasi.
"Apa? Emang apa yg gue lakuin ama tuh cowok? Pasti otak lo mikir yg enggak2 ya?" ketusnya sambil menyipitkan matanya ke arah Aurel. Dan yg di tanya malah cengeesan sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Dasar!! Cowok nyebelinnnn...Siapa tuh cowok sebenarnya sih? Kalau gue ketemu cowok, Slalu ujung - ujungnya di ejek. Kesel deh." ucapnya kesal sambil meremas ujung bajunya dan menginjak - injakan kakinya ke tanah.
Sedangkan mobil pria itu lalu meninggalkan pekarangan rumah Dira yg masih masuk melewati gang kecil, Yg namanya gang janda. Kenapa di namakan gang janda? Karna dulu di gang itu slalu ada pembunuhan yg slalu seorang janda, Sehingga di namakan gang janda. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi, Karna pembunuhnya sudah di evakuasi di penjara karna terlalu banyak membunuh seorang wanita yg janda.
"Udah yuk ahh masuk! Gk ada gunanya juga mikirin cowok mulu." ajaknya ke Dira.
"Iya, Gue juga udh ngantuk mau tidur, Kan besok sekolah."ucapnya sambil menguap karna mengantuk.
__ADS_1
"Besok apaan! Bentar lagi dodol! Lihat tuh jam, Udah jam empat lewat 5 menit." ucapnya sambil menepuk bahu Dira dengan keras.
"Auuchhh, Sakit tauk, Itu tangan apa tongkat mak lampir sih!!." keluhnya seraya mengejek dan mengusap bahunya yg terpukul.
"Sembarangan kalau ngomong, Tangan mulus begini di bilang tongkat mak lampir. Udah ah, Aku mau tidur di rumahmu sebentar dan kalok udah terang antarin aku pulang memakai seragam dan langsung jalan ke sekolah
bareng - bareng."katanya dan langsung nyelonong masuk ke dalam rumah Paman Dira tanpa permisi.
"Emang yg punya rumah siapa sih? Kenapa dia yg langsung masuk gitu aja ke rumah orang? Dasar punya sahabat gk bermoral." gerutunya, Yg juga menyusul sahabatnya yg sudah masuk duluan.
______________________________________________
Di Markas Mafia white Dragon.
"Gimana apa udah lo selidiki, Orang yg ingin meretas sistem kita?" tanya pria itu to the poin, Yg baru datang. Sambil mendudukan bokongnya di kursi pribadinya, Yang di depannya sudah ada empat orang yg menunggunya sedari tadi.
"Belom! Sepertinya orang ini sangat ahli dalam meretasnya, Sehingga ia dengan mudahnya menyembunyikan identitasnya dan untung saja kita bertindak lebih cepat." jawab pria yg satunya.
"Biarkan saja mereka dulu! Apa yg akan mereka lakukan! Dan sampai mana, Mereka akan bermain - main dengan kita?."ucapnya sambil tersenyum miring.
"Gimana lo dengan gadis itu?" tanya pria yg satunya lagi yang mengalihkan pembicaraan.
El mengangkat sebelah alisnya bingung."Kenapa?" tanyanya.
"Udah lo antar ke rumahnya dengan selamat?" tanya Aldo. Ya, Pria yg menanyakan gadis itu adalah Aldo.
"Udah."singkatnya.
"Emang kalian kenal dengan cewek tadi?."tanya pria tampan yg bernama Dariel. Ia adalah tangan kanannya El di Mafianya.
"Bukan kenal lagi! Mereka adalah cewek yg menghina kami tadi di sekolah. Ternyata mereka bukan cupu, Melainkan wanita yg sangat cantik."jawab Azar teman El. Sambil memuji kecantikan cewek - cewek tadi.
"Mereka pasti menyesal telah menghina cewek - cewek tadi, Yg ternyata sangat cantik."Pujinya lagi Sambil melirik ke arah dua pemuda yg memasang wajah masam karna merasa tesindir.
"Gue menyesal? Gak akan!!."ucap El seraya bangkit dari duduknya dan menuju ke ruang kerjanya.
"Yeee...Nanti lo juga jatuh cinta sama tuh cewek!! Kalau ketemu terus!."ucapnya dengan nada sedikit teriak.
"Zar, Lo tahu sendiri kan, El tidak akan mudah
menerima cewek dengan gampangnya. Setelah kejadian yg menimpanya 2 tahun yg lalu karna di tinggalkan kekasih tercintanya yg meninggal karna penyakit kronis. Membuatnya menjadi dingin dan kejam yg tk kenal ampun. Sehingga membuatnya susah untuk melupakannya. Aku juga tidak tahu kekasihnya itu sudah meninggal atau tidak? Karna kita tidak pernah melihat jasadnya hanya kabar dari temannya saja yg kita dengar." jelas Dariel panjang lebar.
"Bener juga katamu Dar! Tapi jodoh pasti tidak akan ada yg tahu. Siapa tahu mereka jodoh dan pasti gadis itu bisa merubah sikap El yg sekarang. Masak dia mau jadi perjaka tua apa? Dan juga, Nanti, Dia dikira g*y lagi, Karna tidak mau sama cewek." cerocosnya.
"Udah jangan gosipin orang mulu!! Kalau orangnya tau, Kalian akan di gantung di pohon tomat."ujar Aldo memperingati.
"Yeee...Siapa yg gosip, Ini hanya cerita, Kalau di pohon tomat sih gue mau, Asal gk di pohon sawit."sanggahnya ngasal.
"Udah ah, gue mau mandi dulu, Mau sekolah. Pusing gue dengar ocehan lo!!"ucap Aldo seraya meninggalkan Azar yg masih duduk di ruang tamu.
Sedangkan Dariel sudah pergi sedari tadi tanpa pamit. Karna masih ada pekerjaan yg harus di selesaikannya.
Begitulah mereka ketika sedang berkumpul bersama slalu mengoceh yg enggak2 dan mengejek satu sama lain. Lain halnya di luar rumah. Mereka akan memasang wajah dingin nan datarnya yg tanpa ekspresi.
Udah dulu yaa...
Like.
__ADS_1
Komen.
And Vote.