Gadis Cupu Keturunan Mafia

Gadis Cupu Keturunan Mafia
Bab 20


__ADS_3

Pesta acara ulang tahun si kembar telah berlangsung di mulai, Para tamu semuanya telah hadir dalam acara pesta tersebut.


Dekorasi background, Makanan dan minuman telah di sediakan dengan mewah juga dengan Kue ulang tahun yang sangat besar tergambar wajah dari si kembar masing - masing.


Waktu sudah menunjukkan pukul 21:30 kurang 15 menit lagi.


"Tes, tes. Para hadirin semuanya! Sebelum acara ini di mulai, Tuan rumah dari pemilik acara ini, Akan mengumumkan sesuatu kepada para tamu undangan disini." ucap seorang MC menggunakan mikrofonnya.


"Silahkan untuk tuan rumah! Bapak Hikman Anggara di persilahkan maju ke depan!" panggil MC kepada tuan rumah.


Kemudian Hikman melangkahkan kakinya ke depan dan berdiri di depan pentas.


"Para hadirin semuanya! Sebelum acara pesta ini di mulai, Saya akan memberikan hadiah terdahulu kepada si kembar! Yaitu--" Hikman menggantungkan kalimatnya dengan sengaja.


"Gardira Kanaya Anggara majulah kedepan!!" panggil Hikman kepada putri pertamanya.


Semua orang terlihat bingung dengan gadis yang di panggil Hikman, Karna kedengaran sangat asing bagi mereka semua. Mereka semua bertanya - tanya, Siapakah gadis tersebut dan kenapa nama belakangnya ada nama Anggara. pikir mereka semua.


Sedangkan si kembar juga kelihatan bingung, Kemudian mereka bertanya kepada Mama dan Neneknya yang berada si sampingnya." Ma! Siapa dia?" tanya Dara dengan bingung.


"Kamu dengarlah dulu. Papamu belum selesai ngomong." nasehat Shafira.


"Iya, Benar kata Mamamu Dara." imbuh Nenek.


"Baiklah! Ma, Nek!" pasrah Dara.


Sedangkan Kakek, Garen dan Garda hanya mendengarkan pertanyaan Adiknya kepada Mamanya tanpa ikut bicara sepatah kata pun, Walaupun mereka berdua juga penasaran.


Ketika Gardira namanya di panggil ia langsung melangkahkan kakinya naik ke depan pentas.


Kemudian Hikman melanjutkan pengumumannya." Ini adalah putri pertamaku Gardira Kanaya Anggara, Putri yang telah lama aku tinggalkan selama 15 tahun di Negara B. Ia tinggal bersama adik kandungku Hakim beserta keluarganya. Dan sekarang aku umumkan kepada semuanya, Ini adalah hadiah spesial dari kami berdua untuk Si kembar. Mereka tidak tahu kalau mereka mempunyai seorang kakak. Saya menyembunyikan semua ini, Karna saya ingin membuat kejutan kepada mereka bertiga." jelas Hikman panjang lebar.


"Apa!! Kakak!!?" kaget mereka bertiga seakan tak percaya.


"Iya, Itu kakak kalian. Kalian pasti senangkan? Bahwa kalian mempunyai kakak." ucap Shafira dengan lembut.


"Kenapa Mama sama Papa nyembunyiin semua ini dari kami?" tanya Garda.


"Papa sama Mama kan sudah pernah bilang sama kalian tempo hari, Kalau kalian akan kami berikan hadiah spesial." jelas Shafira.


"Jadi, Maksud Mama hadiah spesial yang bisa makan sama bicara itu adalah orang Ma?" tanya Dara dengan polosnya.


"Iya, Kamu kira apa sayang!?" gemas Shafira kepada putrinya yang satu ini.


"Nggk Ma, Bukan apa - apa."


"Syukurlah! Aku kira hewan." gumam Dara lega.


"Kamu ngomong apa barusan!?" celetuk Nenek saat mendengar gumaman Dara.


"Mmm Nggk kok Nek! Dara gak ngomong apa - apa!" elak Dara kepada Neneknya.


"Beneran?" tanya Nenek tak percaya.


"Iya, Bener Nek! Suer deh!" ujar Dara meyakinkan Neneknya sambil mengangkat dua jarinya ke atas.


"Kamu ini! Lucu banget sih!" gemas Nenek sambil mencubit Pipi tembem Dara.

__ADS_1


"Cucu siapa dulu dong!?" tanya Dara dengan pedenya.


"Cucu Nenek dong!" jawab Nenek sambil mencium Pipi tembem Dara.


Kemudian Dara beralih ke Mamanya yang berada di samping sebelah kirinya.


"Oh ya Ma, Siapa nama kakak kami itu?" tanya Dara kepada Mamanya.


"Kamu tadi gak dengar apa? Yang papa jelaskan di depan?" Shafira bukannya menjawab malah balik memberi pertanyaan.


"Hehe.. Dara lupa Ma." jawab Dara cengeesan.


"Namanya Gardira dek!" sela Garen menjawab pertanyaan adiknya.


"Sudah sana! Kalian temui kakak kalian." usir Shafira kepada anak - anaknya.


"Iya Ma!!" jawab mereka serempak.


Mereka semua menghampiri kakaknya ke depan pentas. Setelah itu mereka melangsungkan memulai acaranya, Dari acara pembukaaan, Tiup lilin, Setelah itu acara potong kue. Kue potongan pertama dari Garen ia berikan ke Papanya, Dari Garda di berikan ke Mamanya, Sedangkan dari Dara ia berikan ke kakak sulungnya Gardira. Biasanya potongan kue Dara ia berikan kepada Nenek dan kakeknya yang slalu memanjakannya. Namun sekarang keluarganya bertambah telah satu Yaitu kakak sulungnya yang sudah lama mereka tidak tahu, Maka dari itu Dara memberikan potongan kuenya ke kakak sulungnya Gardira.


Setelah acara selesai, Semua para tamu undangan sedang menyantap makanan yang di hidangkan masing - masing di meja mereka.


Pada saat itu, Seorang pria yang menyamar sebagai pelayan menghampiri si kembar yang saat ini sedang duduk sambil mengobrol bersama teman - temannya dengan membawa nampan berisi minuman.


"Silahkan di minum." ucap pria itu yang menyamar sebagai pelayan sambil menyodorkan nampan yang berisi minuman kepada mereka.


"Terimakasih!" ucap mereka serempak mengambil satu persatu minuman yang di ikuti teman - temannya juga.


Kemudian pria itu pergi dan mengawasi mereka dari jarak jauh.


"Ini saatnya keluargamu akan hancur Hikman." ucap pelayan pria itu sambil menatap dendam ke arah mereka.


Ketika mereka ingin meminum minuman itu, Garda menghentikan mereka semua.


"Jangan di minum!!" seru Garda.


"Memang kenapa?" tanya salah satu dari temannya.


"Kalau gue bilang jangan ya jangan!!" sentak Garda kepada temannya itu.


Teman - temannya semua ketakutan mendengar sentakan Garda yang tak biasanya.


Lalu mereka semua pergi meninggalkan si kembar di tempat.


Garda melarang mereka untuk minum karna minuman itu telah diracuni walau warna dan aroma racun itu sangat samar. Tapi Garda yang ahli membuat racun, Tau semua jenis racun yang berbagai macam merek.


"Kak! Kurasa minuman ini telah di racuni." lapor Garda kepada kakaknya Garen.


"Aku sudah tau! Sebelum aku menerima minuman itu. Aku sudah mencurigai gerak - gerik pelayan itu." ucap Garen dengan curiga.


"Sepertinya racun ini, Adalah racun untuk memperdayai pikiran kita kak." tebak Garda.


"Kau benar Garda, Jika kita meminum minuman beracun ini. Maka kita akan mudah di perdayai oleh seseorang." sambung Garen dengan panik.


"Terus, Kita harus bagaimana kak!? Apa kita harus lapor ini kepada Papa." tanya Dara yang ikut panik dalam situasi ini.


"Jangan Dara! Kalau Papa tau soal ini. Papa akan mengurung kita seperti dulu, Selama tiga hari tiga malam." ucap Garda yang takut dengan hukuman Papanya.

__ADS_1


"Iya juga sih kak! Tapi--" Dara menggantung kalimatnya.


"Sudahlah Dek! Kamu temui kakak sulung dulu. Biar aku sama Garda yang akan mengurus semua ini." ucap Garen menenangkan saudara kembarnya.


"Iya, Dan kami akan mencari pelayan itu secepatnya." sambung Garda.


"Baiklah!! Kakak hati - hati ya." jawab Dara khawatir dengan keselamatan kakak2nya.


Mereka berdua mengangguk secara bersamaan, Kemudian mereka berdua pergi mencari pelayan tadi.


Mereka bertiga telah bertemu dengan Kakak sulungnya Gardira, Tapi mereka merasa sangat canggung dengan kakak sulungnya itu. Tak biasanya mereka seperti ini, Apa karna mereka belum pernah bertemu? Terus tiba - tiba saja dia datang sebagai kakak kandung pertamanya. Itu yang mereka alami sekarang, Yaitu bingung harus menerimanya dengan baik atau tidak.


Kemudian Dara pergi ketempat keluarganya berkumpul.


"Dara! Sini nak!" panggil Shafira ketika melihat anak bungsunya itu.


"Iya Ma." Dara menghampiri Mamanya.


"Dimana kak Garen sama Garda?" tanya Shafira.


"Mmmm Mereka lagi kumpul sama teman - teman Ma, Katanya mereka akan menyusul." gugup Dara dengan berbohong.


"Oh, Dara! Kenalkan ini Paman Hakim dan istrinya Bibi Mutia, Adik dari Papa kamu. Sedangkan mereka berdua adalah sepupumu, Namanya Nabila sama Diki." jelas Shafira memperkenalkan mereka semua sambil menunjuknya satu persatu.


"Iya Ma! Dara sudah tau kok!" jengah Dara.


"Dari mana kamu tau?" tanya Shafira.


"Dari Nenek!" jawab Dara malas.


"Dara! Kenapa kamu malah kumpul sama teman - temanmu? Ini ada kakak2mu disini. Temani mereka ngobrol lah, Masak kamu tinggal? Mereka sudah mencarimu sedari tadi." ucap Nenek menyela pembicaraan ibu dan anak itu.


"Mmm Iya Nek!"


"Dara kalau mau ngajak mereka ngobrol. Mendingan di kamarmu saja ya." saran Hikman.


"Siap pak bos! Ayo kakak - kakak!" semangat Dara ketika Papanya yang bicara sambil memberi hormat, Lalu mengajak mereka ke kamarnya.


Para orang tua pun mengobrol dengan santai tentang pekerjaan dan ke sibukan mereka sehari - hari, Juga membahas tentang keadaan dan perilaku Dira di negara B.


***


Di sisi lain. Seseoarang telah memecahkan semua barang yang ada sehingga ruangannya terlihat seperti kapal pecah.


"Kuranga ajar!! Rencana kita telah gagal lagi!!" pekik seorang pria yang telah mengobrak - abrik ruangannya.


"Tenang kak! Kita masih banyak rencana yang lain." ucap sang adik menenangkan sang kakak yang mengamuk, Yaitu Desta.


"Kakak tidak bisa tenang Desta! Kalau paman terus mendesakku untuk membalaskan dendamnya kepada mereka. Jika saja keponakanku masih disini, Semua ini tidak akan terjadi." ucap pria itu dengan frustasi.


"Iya kak! Bagaimana keadaanya sekarang?" lirih Desta ketika mengingat seorang yang slalu mendukungnya.


"Aku juga tidak tau Desta! Besok kita pikirkan rencana selanjutnya, Jangan sampai gagal lagi. Bisa - bisa kita yang jadi sasaran paman psycopath itu." ucap pria itu dengan emosi yang sudah menggebu - gebu.


"Baik kak! Sekarang kita bereskan ini dulu. Sebelum ruangan ini menjadi sarang tikus." balas Desta dengan kesal, Karna kakaknya slalu saja mengobrak - abrik ruangan ketika sedang marah.


"Kau sajalah yang bereskan! Kakak capek dan juga ngantuk." perintahnya, Kemudian ia melangkahkan kakinya pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


"Dasar! Dia yang buat onar, Malah gue yang jadi sasarannya." gerutu Desta dengan kesal. Malah dirinya yang di suruh membereskan tempat yang sudah seperti kapal pecah ini.


__ADS_2