
Ekkkheemmmm....
Dira menoleh dan matanya melotot melihat ke empat pemuda tampan tersebut, dan beralih ke sahabatnya."Rel apa ini? Kenapa mereka ada di sini?" tanyanya kepada Aurel, dan beralih ke pemuda tersebut.
"Lo? Ngapain lo di sekolahan ini? Ngikutin gue yaa?"tanyanya dengan pedenya.
"Haha...Gue ngikutin Elo? Gk salah denger gue?"ucapnya sambil tertawa mengejek.
"Terus lo ngapain disini?"tanyanya lagi.
"Yaa kita mau sekolah lah, Emang ada manfaatnya ngikutin elo? Dasar cewek cupu, Yang pedenya tinggi."ejeknya, Bukan El yg menjawab melainkan Rehan yg ngomong tanpa di saring dulu sehingga sang empu yg di ejeknya sudah emosi sampai ke ubun - ubun.
"Yaaa..Gue tau, Gue cupu, Trus apa mau kalian Haahh? Mengejek kami? Denger baik - baik yaahh? Walaupun gue cupu, Gue masih punya harga diri, Punya sopan santun dan punya Etika. Nggk seperti kalian, Percuma punya wajah tampan tapi gk punya Etika sama Sopan Santun. Udah salah bukannya minta maaf tapi malah marah - marah dan ngehina orang, Di mana harga diri kalian sebagai seorang laki - laki? Ciiihhh....memang kalian tidak pantas di sebut sebagai laki - laki."marah Dira menggebu - gebu tidak peduli dengan orang lain yg menyaksikan semuanya.
"Satu lagi! Semoga kita NGGK AKAN BERTEMU LAGI."ucapnya sambil menekan kata - katanya yg terakhir dan pergi meninggalkan mereka yg di susul oleh Aurel. Baru dua langkah mau pergi tiba - tiba.
"TUNGGU." teriak El.
Dira menghentikan langkahnya tanpa berbalik seraya berucap." Ada apa lagi? Belom puas mengejekku?".
"Bukan begitu, Gue kesini tadi hanya untuk minta maaf, Tapi teman gue yg gk tau apa - apa malah mengejek lo. Tanpa menyaring dulu ucapannya."ucap El merasa bersalah atas kelakuannya dan kelakuan temannya.
"El kenapa siihh? Malah minta maaf sama tuh cupu?"ucapnya berbisik ke arah Aldo.
" Udah diem aja kalau nyawa lo masih ingin bernafas, Ini semua gara - gara lo tau gak?"jawabnya kesal sambi berbisik juga.
Rehan bergidik ngeri jika nyawanya habis di tangan temannya sendiri.
"Hiii...ngeri..!! Memang apa sihh hubungannya El sama tuh si cewek cupu?"gumamnya.
"Aku mau maafin. Tapi ada syaratnya"ucapnya masih tanpa berbalik.
"Apa syaratnya?" jawab El.
Dira berbalik dan berkata." Gampang!! Jangan pernah lagi merendahkan orang lain! Sopanlah terhadap orang yg lebih tua maupun muda, Dan hargailah perempuan."
" Udah itu saja syaratnya?"
"Iya" singkatnya.
"Ada lagi?"
"Tidak, Kalau gitu gue pergi." ucapnya dan pergi meninggalkan mereka yg langsung di susul oleh Aurel.
Di Kelas Xl IPA 2
"Dir kamu hebat banget tadi, Bikin mereka langsung kicep dengan ucapan kamu!"ucap Aurel heboh.
"Lebay banget kamu!! Aku hanya memperingati mereka, Agar tidak semena - mena pada orang lain."jawabnya.
"Iya, Biar tahu diri mereka udah menghina kita, Yang seorang cupu ini, Emang belom tau mereka kalau kita ini cewek paling cantik di sekolah ini."oceh Aurel dengan pedenya.
"Hehehe...Pede banget kamu, Bilang kita paling cantik di sekolah ini."ucap Dira sambil tertawa mendengar ocehan temannya.
"Nah...Gitu dong tertawa, Jadi tambah cantik kan. Kalau mukanya di tekuk terus kan kayak kanebo kering yang kaku. Hahaha...."ejeknya sambil tertawa.
"Mulai lagi deh...Ngejeknya."cemberut Dira.
"Ya dehh..Nggk lagi, Tapi jangan cemberut lagi dong, Senyumin dikit, Nanti aku beliin di ice cream jumbo gimana? Mau?"rayunya.
Dira tersenyum sangat manis sambil mengangguk lucu." Mau. Tapi sambil jalan - jalan ke pasar malam ya?"ucapnya Antusias.
"Mmmm...Gimana yaa"pikirnya.
"Ayoo...dong...Please aku butuh refresing nih, Bosen di rumah terus."ucapnya memelas.
" Oke, Deh...Tapi pakek motormu apa motorku?"tanyanya.
"Jalan kaki saja lebih enak dan santai sambil menghirup udara segar di malam hari."
"Oke, Nanti aku ke rumahmu yaa, Kita jalan kaki mulai dari rumahku, Kalau rumahku kejauhan nanti lama sampeknya."
__ADS_1
"Iya"Singkatnya.
**Di Taman Belakang Sekolah.
Bughh
Bughh**
"El sudah, El, Bisa mati anak orang lo pukulin terus."ucap Aldo sambil menenangkan El yg terus memukuli temannya. Siapa lagi kalau bukan si Rehan yg slalu ikut campur urusannya yg tidak tau apa - apa dan slalu menghina orang yg lebih rendah darinya dan berbicara pedas tanpa di saring dulu dalam berucap.
"Gara - gara lo!! Gue di permalukan sama cewek cupu itu, Dan gara - gara lo juga, Harga diri gue sebagai anak dari keluarga Rafardhan pemilik sekolah itu hilang."ucapnya sambil emosi.
"Maafin gue, Karna slalu ikut campur dalam urusan lo, Gue janji, Gue gk akan ikut campur urusan lo lagi. Asal lo mau maafin gue, Gue bersedia menuruti semua kemauan lo, Agar lo bisa maafin kesalahan gue yg terakhir kalinya."sesalnya.
"Gue pegang kata - kata lo itu!!" Peringatnya dan langsung pergi meninggalkan mereka.
"Zar, Lo tenangin Rehan, Biar gue yg tenangin si El. Agar persahabatan kita nggk hancur cuma gara - gara satu cewek." ucapnya sebelum pergi, dan menyusul sepupunya.
"Oke."Singkatnya.
**Skip.
Malam Hari pukul 06:15 wib**.
"Bibi, Paman!! Dira pergi sebentar yaa."ucapnya sambil menyalimi punggung tangan Bibi dan pamannya yg lagi duduk santai di ruang tamu sambil menonton tv.
"Mau kemana?"tanyanya.
"Mau ke pasar malam sama Aurel di persimpangan kota dekat stadion."jawabnya.
"Oh...Tapi naik apa?" tanyanya lagi.
"Jalan kaki."singkatnya.
"Ohh...Ya sudah, Tapi jangan malam - malam yaa? Soalnya anak perawan, Jangan pulang terlalu malam, Gk baik." ucapnya memperingati
"Baik Bibiku Tercinta, Dira berangkat ya? Daahh."ucapnya sambil melambaikan tangannya ke udara dan berjalan ke arah pintu.
"Iya Paman!! Assalamualaikum!!"teriaknya dari arah luar pintu.
Di Teras Rumah.
"Aurel mana siihh lama banget" gerutunya sambil melihat kearah jam yg melingkar di pergelangan tanganya dan melihat ke arah depan lagi.
Tiinnn tiinnn...
"Ini dia yg di tunggu - tunggu."gumamnya.
"Lama banget siihh, Lagi dandan ya? Berapa kilo gram bedak yg kamu pake?"Ngegasnya.
"Wuiiihhh...Ngegas amat kalo ngomong neng? Lagi PMS ya?"ucapnya bercanda.
"Kok kamu tahu? Aku udah lama dari tadi nunggu kamu disini 30 menit sampek kesemutan nih kaki aku."ketusnya.
"Ya tau lah! Beda kalau orang lagi PMS sukanya marah - marah mulu, Kayak kamu itu."ucapnya kesal.
"Udah ah! Ayo jalan keburu malem, Kamu taruh dulu motor kamu di sana jangan lupa kunci setir."ujarnya.
"Iya, Iya bawel."cibirnya.
Skip.
Di Pasar Malam.
"Waahhh seru banget ya? Naik wahana kincir angin, Jadi pengen naik lagi deh."ucapnya Berbinar.
Hueekk...hueekkk...
"Iya, Kamu enak gk mabuk darat. Sedangkan aku mabuk darat, Muntah - muntah dan pusing nih."ucapnya kesal sambil memuntahkan semua isi perutnya.
"Udah - udah, Aku beli'in teh anget dulu ya. Kalau tau - tau gini aku gk bakalan ngajakin kamu naik kincir angin tadi."ucap Dira merasa khawatir dengan keadaan Aurel.
__ADS_1
"Udah aku gk papa! Kita pulang aja yuk! Aku mau tiduran habis ini."ucapnya Lemas.
"Ya sudah, Kalau gitu, Kita pulang! Kamu masih bisa jalan kan?"Khawatirnya.
"Iya, Masih bisa kok, Udah jangan khawatir, Ayoo.."Ajaknya.
"Eehh..Iya"jawabnya.
Di Jalan.
"Jam berapa ini udah sepi amat nih jalan?"tanyanya pada Dira sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Masih jam 10 juga, Kenapa udah sepi ya? Ojek atau taksi juga gk ada?"ucapnya bingung.
"Gk tau nih...Udah kita jalan aja dulu, Siapa tau nanti ada ojek atau apalah disana."jawab Aurel sambil menunjuk ke arah depan.
"Oke."singkatnya.
Tiba - tiba lima orang preman datang menghampiri mereka.
"Hay, Cantik."godanya.
"Berduaan aja nih?"ucap preman ketuanya.
"Kemana temannya neng? Biar abang temanin ya? Kita akan bersenang - senang nantinya."ucap anak buahnya sambil mengedipkan matanya dan mencolek dagu keduanya.
"Jangan pegang - pegang!!"Bentak Dira.
"Wiihhh...Galak amat neng."ucap preman yg satunya lagi, Sambil mencolek lengannya.
"Gue bilang! Jangan pegang - pegang atau nggk gue patahin tuh tangan?"Ancamnya.
"Santai dong neng!"ucap ketua preman sambil mencolek pipi Dira.
Bughh
Bughh
Dira memukul ketua preman itu di kedua rahangnya hingga ketua preman itu tersungkur ke belakang. Tanpa babibu lagi Dira dan Aurel melawan mereka yang berlima. Walaupun keduanya perempuan, Keduanya juga bisa bela diri mereka belajar ke guru pribadinya Abah mangli, Yang sangat ahli dalam seni bela diri.
Seorang cowok yg mengendarai motor sport warna merah berhenti. Dan melihat segerombolan preman yang menyerang dua wanita.
"Siapa mereka? Kayaknya mereka cewek deh. Tapi kenapa melawan pria? Pasti mereka preman nih! Yang mau gangguin tuh cewek. Dasar!! Beraninya cuma sama cewek!"tanya pria itu bertuntun pada dirinya sendiri. Dan langsung turun dari motor sportnya, Yg juga memakai masker dan menghampiri mereka.
"Hey!! Beraninya cuma sama cewek kalian? Cepat kesini lawan gue." tantang pria itu.
Semua preman menoleh ke arah pria itu termasuk dua gadis yg masih bergelut dengan lawanya.
"Hey!! Bocah ingusan! Ngapain lo disini? Mau jadi pahlawan kesiangan ya lo?."gertaknya.
"Heh! Bang, Kalo berani jangan sama perempuan. Sini lawan gue."tantangnya lagi.
"Ciihh banyak omong lo. Serang!!"ucap ketua preman yg langsung menyerang pria itu, Beserta temannya.
Sedangkan Dira dan Aurel yg sudah mengalahkan ketiga preman itu jadi bingung. Dengan cowok yg menolong mereka. Siapa sebenarnya dia? Kayak kenal suaranya? Bertanya - tanya dalam benak mereka berdua.
Sehingga tidak menyadari preman yg mereka kalahkan masih ada yg bangkit dan memukul pundak mereka berdua dengan kayu.
Bughh
Bughh
Lalu mereka langsung tk sadarkan diri karna pukulan tersebut begitu keras.
***Jangan di lewatkan ya, Ceritaku...
Dukung terus karyaku...
Like
Komen and
__ADS_1
Vote***.