
Di kediaman keluarga Rafardhan.
Dua orang, Pria dan Wanita paruh baya yg berada di ruang keluarga sedang bersantai dan berbincang - bincang mengenai anak - anak gadisnya yang berada di luar negeri.
"Pa, Besok Alana katanya mau pulang." ucap Wanita paruh baya yg masih keliatan muda dan cantik tanpa keriput sedikit pun.
"Memang kenapa kalau Alana mau pulang ma? Kita kan tinggal jemput aja di Bandara." kata Pria paruh baya yg sedang membaca koran favoritnya dengan santai.
"Tapi kan, Kita besok ada acara reunian sama teman Mama Pa! Dan juga berlangsung ke pernikahan teman Mama. Papa kan juga harus ikut ke sana." jelas Wanita paruh baya itu yg tk lain adalah Mamanya Elvaro, Yaitu Renita.
"Emang mama lupa? Kalau kita punya anak
Laki - laki? Kenapa nggk suruh saja buat jemput mereka?." terka Pria paruh baya itu. Yang di ketahui adalah Papanya Elvaro, Yaitu Mario Angga Rafardhan.
"Bener juga Pa. Tapi Alara gk ikut pulang! Cuma Alana yg terus merengek minta pulang." jelas Renita lagi.
"Kalau Alara memang beda dari Alana Ma, Walaupun dia lebih muda dari Alana tapi dia sifatnya berbanding terbalik dengan si manja itu." jawab Mario yang malah membandingkan sifat mereka.
"Walaupun Alana manja, Ia juga pintar dan cantik kok pa, Kan menurun dari mama."jawab Renita malah memuji Anak kembar satunya yg juga membanggakan dirinya.
"Terus bawel ama cerewetnya gk menurun gitu? Kalau Papa sih lebih suka sifatnya Alara yg pendiam dan penurut." sindir Mario kepada istrinya itu, Dan juga memuji anak kembar yg satunya lagi.
"Udah ah Pa! Mereka kan sama - sama anak kebanggaan kita, Kenapa kita malah membeda - bedakannya." ucap Renita yg mengalah, Karna berdebat dengan suaminya tk akan ada habisnya.
Seorang Pemuda tampan yg memasuki rumahnya dan menghampiri kedua orang paruh baya yang bersantai itu, Langsung melemparkan jasnya ke kepala sofa dan mendudukan bokongnya sambil tertunduk lesu.
"Kenapa kamu? Kayak gk semangat gitu?" tanya Renita Mamanya, Menanyai anak sulungnya yg baru datang.
"Capeklah Ma!" keluhnya.
"Emang dari mana? Kok capek." tanya Mamanya lagi.
" Astagaa Mama! Emang Papa gk cerita sama Mama?" seru El, Sambil memijat dahinya yg sedikit puyeng.
"Nggk! Emang kenapa?" tanyanya ke El dengan nada bingung, Lalu beralih ke suaminya, Karna tk kunjung di jawab oleh anak sulungnya.
"Udahlah ma, Varo capek! Mau ke kamar dulu. Mama tanya aja sama Papa!." ucapnya yg enggan menjawab pertanyaan Mamanya, Malah di suruh bertanya ke Papanya dan langsung beranjak menuju kamarnya di lantai atas.
"Pa?" bingungnya.
Mario yg tau kalau istrinya ingin bertanya, Malah langsung menyela ucapannya.
"Papa suruh Varo menjadi dirut di perusahaan cabang Papa sementara ini Ma, Karna dirut yg lama, Pak Rian masih sakit. Jadi Papa gantikan Varo sementara saja Ma. Setelah itu Papa akan mencari Dirut yg lain. Karna sekarang ini Papa masih sibuk memikirkan kerja sama antar perusahaan untuk membangun hotel dan cafe yg ada di Negara ini." jelas Mario panjang lebar.
"Iya, Mama ngerti Pa! Tapi kan Varo masih sekolah, Terus malamnya ia kan harus jaga Clubnya yg semakin ramai itu Pa!" balas Renita kesal dengan suaminya ini.
"Kalau masalah Club, Biar Papa yg suruh Aldo untuk menjaganya Ma!" jawab Mario meringankan beban pikiran istrinya.
"Terserah Papa deh! Tapi Varo udah berapa lama jadi Dirut Pa?" tanya Renita penasaran.
"Udah seminggu ini Ma." balas Mario.
__ADS_1
"Apa!!? Udah seminggu ini? Tapi Mama taunya baru sekarang?" kaget Renita seakan tk percaya.
"Kenapa Mama harus kaget begitu sih? Lagian Varo kan akan mewariskan perusahaan Papa nantinya. Itung - itung belajar dulu. Klau Mama baru tau, Itu sih masalah Mama yg jarang di rumah dan slau pergi sama temen2 Mama itu, Yg ke Arisan kek, Mall kek dan sebagainya." jelas Mario panjang lebar sambil menyindir istrinya.
"Iya sih! Papa bener juga. Tapi Mama kan pergi sama Teman2 Mama buat refresing Pa! Biar gk sumpek di rumah terus." Elaknya.
"Udahlah Pa!!, Mama mau ke kamar dulu, Bosen sama Papa slalu nyindir Mama mulu. Jangan lupa besok suruh Varo jemput mereka di bandara setelah pulang sekolah." ketus Renita kepada suaminya dan memperingatkan suaminya setelah beranjak dari duduknya, Lalu pergi meninggalkan suaminya yg masih sibuk membaca koran.
Mario menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar." Huhh...Begini nasib punya istri cerewet." gumamnya mengeluh.
_____________________________________________
Di pagi hari di kediaman prasetyo.
Di ruang makan mereka semua sedang menikmati makanannya masing - masing dengan tenang. Hening, Tidak ada yg membuka suara kecuali, Suara dentingan sendok yg saling beradu dengan piring. Ketika mereka sudah menyelesaikan makanannya masing - masing.
"Dira sayang! Apakah kamu mau ikut Papa?." tanya Hikman to the poin, Memecahkan keheningan di antara mereka.
Dira mendongak menatap netra mata Papanya dari dekat dan bertanya" Ikut kemana Pa?"
"Ke Negara J, Mau nggk?" tanyanya lagi.
"Kapan Pa?" bukannya menjawab Dira malah balik bertanya.
"Besok lusa! Gimana mau nggk?" jawab Hikman bertanya lagi.
"Mmm...."Dira bingung dengan pertanyaan Papanya. Apakah ia harus ikut dengan Papanya dan juga bertemu dengan keluarganya? Tapi ia kan juga harus sekolah dan urusannya juga belum selesai dengan cowok nyebelin itu. Fikirnya.
"Hanya Dira saja yg ikut Pa?" tanya Dira ragu.
Semuanya tersenyum dan berbinar dengan jawaban Hikman untuk mengajaknya ke Negara J, Karna sebelumnya mereka semua tidak pernah ke luar Negri.
"Maksud Papa?, Aurel?." tanya Dira antusias.
"Emang sahabatmu siapa lagi?" tanyanya, Bukan Hikman yg menjawab melainkan Nabila, Yg hanya menyimak sedari tadi.
"Beneran boleh ikut Pa?" tanya Dira lagi memastikan ucapan Papanya, Dan tk menghiraukan pertanyaan sepupunya.
"Iya sayang!" jawab Hikman gemas dengan kelakuan Putrinya yg satu ini.
"Gimana Rel? Lo mau ikut kan?" tanyanya ke Aurel agar ia ikut dengannya.
"Mmm...Gimana ya Dir? Aku harus izin sama ibu dulu." jawabnya sedikit ragu takut ibunya tidak mengizinkannya.
"Tenang saja! Kalau sama aku, Pasti kamu di bolehin. Nanti biar aku saja yg bicara sama ibumu." kata Dira dengan percaya dirinya.
Aurel hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecut, Melihat ke antusiasan sahabatnya ini. Karna ia tahu kalau ibunya tidak akan mengizinkannya kemana2, Takutnya akan terjadi kenapa2 dengan dirinya yg hanya anak semata wayangnya.
"Ya sudah! Kalian berangkatlah ke sekolah!" ucap Hikman kepada mereka semua dan mengakhiri percakapannya.
"Baik Pa!, Baik Om!, Baik Paman!." jawab mereka serempak.
__ADS_1
Skip.
Di sekolah.
"Dir gimana, Perjanjian kita sama tuh cowok?" tanya Aurel setelah memarkirkan motornya dan teringat perjanjian dengan keempat cowok itu.
"Gk tau ya? Besok kita udah harus berangkat sore - sore." Kata Dira dengan bingung.
"Iya sih!" jawab Aurel yg juga ikutan bingung sambil menggaruk pelipisnya dengan telunjuknya.
"Ya sudah!! Masuk dulu yuuk!! Kita tanyakan saja nanti sama mereka?" ajak Dira sambil mengusulkan maksudnya.
"Ya deh!" jawab Aurel dengan pasrah.
Saat mereka mau masuk tiba - tiba ada yg memanggilnya dari arah gerbang sekolah. Bukan memanggil namanya melainkan panggilan dari sifatnya, Tapi mereka berdua keliatan bingung, Siapa yg ia panggil? Tapi arah matanya melirik ke arah kita? Pikir mereka berdua.
"Hey!! Cewek jutek dan Cerewet!!." serunya dan langsung berlari ke arah mereka berdua.
Mereka berdua menoleh. Dan melihat orang yg memanggilnya dengan sebutan itu, Lalu mereka berdua menatap tajam orang yg memanggilnya seakan - akan ingin mengulitinya hidup - hidup.
Setelah pemuda itu sampai ke tempat kedua gadis yg menatapnya tajam, Tapi ia tk menghiraukan tatapan tajam dari kedua gadis tersebut. Seakan tk mempan dengannya dan malah tersenyum meremehkan.
"Udahlah! Tatapan kalian gk mempan buat gue." Kata pemuda tersebut yg memanggilnya.
"Mau apa lo!!" Dira menjawab dengan jutek sambil menatap sinis pemuda tersebut.
"Tenang, Jangan langsung emosi gitu dong!!" rayunya.
" Gak usah basa - basi! Udah deh cepetan!!" gertaknya.
"Nih! Gue cuma mau nganterin udangan ini buat kalian!." balasnya dengan tersenyum meremehkan sambil memberikan dua buah kertas undangan kepada kedua gadis tersebut.
Mereka berdua menerima undangan tersebut dengan ketus, Dan langsung pergi meninggalkan pemuda tersebut, Tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Pemuda tersebut, Tersenyum misterius dan berkata" Kalian berdua memang gadis yg berbeda walaupun cupu, Kalian sangat cantik dan menarik. Gue suka dengan sifat kalian ini. Tapi gue lebih suka sama yg cerewet barusan." kata pemuda tersebut dengan gumaman.
Yg di maksud cerewet oleh pria itu adalah Dira.
**Visual.
Gardira kanaya**.
Aurel Rosdiana.
**Ini saat mereka berpenampilan cupu yaaa...
Kalau kalian tidak suka atau tidak cocok dengan visual yg author berikan, Kalian bisa membayangkan visual lain yg kalian mau. Oke.
__ADS_1
Kalau visualnya yg laen nanti yaa...
Author mau cari yg cocok dengan sifatnya itu**...