
Saat ini mereka bertiga berada di ruangan pemeriksaan.
"Dok! Saya ingin mengetahui apa istri saya sedang hamil?" tanya El pada dokter yang sudah berumur 30 tahun tapi masih tetap cantik.
"Sebentar ya? Saya periksa dulu." Dokter menempelkan tetoskopnya ke perut Dira.
Setelah memeriksanya."Iya istri bapak sedang hamil, Selamat ya?" ucap dokter memberi selamat sambil tersenyum.
"Makasih dok, Tapi berapa usia kandungannya dok?" tanya El lagi.
"Kalau ingin mengetahui usia kandungan, Maka harus di USG dulu." saran Dokter. "Sebentar ya, Saya ambilkan alat - alatnya dulu."
Dokter memgambil alat untuk USG dan langsung memberikan cairan gel ke perut Dira kemudian memutarnya sesuai arah yang di inginkan.
"Ini bayi kalian tapi masih berbentuk embrio dan usia kandungannya sepertinya masih berukuran 4 minggu." jawab Dokter sambil memutar - mutar alat monitornya.
"Kok kecil? Seperti anak cicak ya dok?" tanya Dara dengan polos ketika melihat gambar keponakannya di monitor.
Dokter tersenyum mendengar kepolosan Dara." Ini bukan anak cicak, Melainkan embrio yang akan menjadi bakal janin. Awalnya memang seperti ini, Tapi seiring perutnya membesar janin ini akan menjadi bakal bayi." jelas Dokter.
"Anak cicak anak cicak, Kamu ngatain ponakanmu sendiri anak cicak ha?" protes Dira tak terima calon anaknya dikatai.
"Bukan gitu kak, Dara kan masih polos tidak tahu apa - apa." Ngeles Dara.
"Emang di pelajaran ipamu tidak ada tentang perkembang biakan apa?" jawab Dira yang masih tak terima.
"Ada sih, Tapi kalau itu kan beda, Kalau ini kan Dara ngeliatnya yang asli mah!" sahut Dara tak mau ngalah.
"Sudah sudah kenapa kalian malah berdebat disini? Gak malu apa di liatin dokter dari tadi?" seru El melerai perdebatan kakak beradik itu.
"Tidak papa, Saya sangat suka lihat keharmonisan keluarga kalian, Karna saya jadi mengingat keluarga dan anak saya yang berada di negara lain." cerita dokter itu sambil tersenyum miris setelah selesai mengUSGnya.
"Tuh lihat, Dokternya jadi sedih kan." tegur El kepada istrinya dengan berbisik.
"Iya deh yah, Maaf."
"Apakah kalian mau mendengar detak jantungnya?" tanya Dokter untuk mengalihkan pembicaraan mereka.
"Emang bisa dok?" tanya mereka bersamaan.
Dokter tersenyum." Bisa kok, Sebentar ya?"
Dokter mengeraskan alat monitornya agar terdengar detak jantung janin tersebut.
Deg deg deg deg deg deg
Bunyi detak jantung bayinya dari monitor.
Dira menangis haru ketika mendengar detak jantung buah hatinya yang masih berada dalam kandungannya.
"Yah, Detak jantungnya." lirih Dira menatap sang suami.
"Iya Bun, Detak jantungnya aktif sekali pasti bayinya sangat sehat ya dok?" El beralih tanya ke dokter.
"Iya sangat sehat, Tapi Ibunya harus aktif mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung protein dan karbohidrat ya, Agar bayinya slalu sehat dan jangan bekerja terlalu berat apalagi kecape'an." nasehat dokter dengan jelas.
"Baik dok, Itu pasti." El tersenyum sambil memandang istrinya dan menciumi keningnya berkali - kali.
__ADS_1
Kemudian Dira turun dari ranjang pasien dengan di pegang ketat oleh suaminya, Agar tidak jatuh.
"Ini resep obat dan vitaminnya jangan lupa diminum tiap hari sesuai dosis." saran dokter.
"Baik dok!" jawab suami istri itu bersamaan.
"Makasih dok, Kalau begitu kami pergi." pamit El mewakili mereka sambil menjabat tangan dokter itu.
"Iya sama - sama, Jangan lupa chek up bulan depan ya?" beritahu dokter.
"Baik dok!" jawab El.
Mereka langsung pulang ke mansion, Karna para keluarga sudah pulang kesana.
***
Di Tempat lain, Seseorang yang tengah mabuk di sebuah kamar yang baru di pesannya oleh seseorang sambil berceloteh tidak jelas. Dia sedang disekap di kamar itu namun tidak di ikat atau di lakban, Melainkan di suguhi puluhan minuman yang beralkohol tinggi untuk membuatnya mabuk berat dan stres.
"Aku benci dia! Aku benci dia!!" teriaknya dengan keadaan mabuk.
"Kenapa dia datang di kehidupanku!!"
"Saat ini semua orang tidak sayang padaku lagi, Hanya karna seorang kakak yang tidak tahu diri itu!!" teriaknya emosi.
Pyaaarr
Pyaaarr
Ctaarrr
Ia membanting semua botol bekas minumannya, Sehingga menimbulkan suara keras dan untungnya kamar itu kedap suara dan tidak msngalihkan penghuni lain yang berada disana.
"Bagaimana apakah dia sudah seperti orang gila?" tanya seseorang.
"Iya dia mengamuk dan membanting semua barang yang berada disana, Sepertinya sekarang telah terjadi sesuatu kepadanya sehingga dia tidak bisa berfikir normal dan bisa kita perdayai." jawab pria satunya.
"Ya sudah, Kamu terus awasi dia dan rusakin pikirannya agar dia membenci orang yang ia benci, Karna nanti dia yang akan menjadi tameng kita untuk berlindung." sahut orang itu.
"Baik! Tapi kudengar dia bisa membuat obat dan racun apapun beserta penawarnya."
"Oh ya?" orang itu begitu terkejut sambil tersenyum miring.
"Kamu bujuk dia untuk membuat racun orang pingsan saja, Tapi efeknya begitu kuat yaitu jika orang itu hamil ia akan keguguran sekaligus mati dengan ibunya dan jika orang itu stres ia akan mati mengenaskan, Bagaimana apakah bisa?" tanya orang itu.
"Pasti bisalah, Tapi jika keduanya tidak seperti itu bagaimana?"
"Jika tidak hamil atau stres? Maka dia akan sakit perut dan muntah darah." jawab orang itu santai.
"Sungguh kejam dirimu bos, Memang siapa yang akan kau racuni?" tanya pria itu penasaran.
"Adalah!! Sudah jangan kepo! Sekarang printahkan dia untuk membuat racun itu sekarang juga." perintah orang itu.
"Baik bos!!" Pria itu langsung masuk ke dalam ruangan pria yang sedang mengamuk di dalam.
"Kali ini rencanaku akan berhasil, Besok aku akan menemui paman di Negara K." gumam orang itu sambil tersenyum miring.
Di Negara K
__ADS_1
Seorang pria yang tengah menunggu anaknya yang terbaring lemah di tempat tidur yang di berikan alat - alat medis untuknya bernafas.
Tit tit tit tit tit
Bunyi alat monitornya.
"Putriku kapan kau akan bangun?" pria itu menatap sendu putrinya yang masih terbaring dan tidak meresponnya.
"Bangunlah sayang Ayah menunggumu, Apa kamu tidak kangen sama dia? pujaan hatimu, Apakah kamu tidak akan membalaskan dendammu untuk mereka? Sampai kapan kau akan terbaring seperti ini sayang? Sudah cukup waktumu tidur selama 2 tahun lebih, Apa kamu tidak capek berbaring terus hmm?" celoteh pria itu mengajak bicara putrinya yang masih tak meresponnya.
Tiba - tiba saja wanita yang terbaring itu menjadi kejang - kejang, Pria yang menunggunya menjadi panik dan menyuruh para pengawalnya untuk memanggil para dokter pribadinya.
"Cepat kalian panggil dokter cepatt!!!" perintah pria itu dengan bentakan.
"Baik tuan!!" jawab para pengawal yang juga ikut panik.
Pria itu yang sedang bingung dan panik tidak tau harus berbuat apa, Lalu ia menghampiri putrinya untuk menenangkan agar tidak kejang lagi.
"Tenang sayang kamu pasti kuat kok, Jangan seperti ini, Ayah akan menuruti semua kemauanmu jika kamu sembuh." ucap pria itu sambil memegang tangan putrinya dan mengecupnya berkali - kali.
Tiiiiiiiiiiittttttttttttttttttt........
Wanita itu berhenti kejang dengan bersamaan
bunyi alat monitornya yang panjang tanpa jeda dan gerakan dalam monitornya menjadi lurus tanpa bergelombang lagi.
Pria itu kaget setengah mati ketika putrinya tidak lagi kejang - kejang, Dan bunyi alat monitornya yang tidak lagi terjeda menjadi pria itu semakin panik dengan keadaannya.
Kemudian datanglah dua orang dokter beserta keempat perawatnya yang mengikutinya.
"Dokter!! Cepat tolong putriku!! Kalau tidak aku akan membunuhmu sekarang juga." ancam pria itu yang langsung memegang kerah dokter satunya.
"Baik Tuan, Akan aku usahakan." jawab dokter itu dengan tubuh gemetar karna takut dengan ancamannya, Dokter itu tau kalau pria yang menjadi atasannya itu tidak pernah main - main dengan acamannya.
Pria itu melepaskan kerah dokter itu untuk segera menyelamatkan putrinya, Kedua dokter itu sangat panik melihat kondisinya yang memburuk dan segera mengambil alat pacu jantung untuk menormalkan kembali detak jantungnya.
Satu kalinya tidak berhasil, Kedua kalinya juga belum berhasil dan ketiga kalinya alat monitornya kembali bergelombang yang artinya wanita itu bisa di selamatkan yang membuat para dokter dan perawat itu bisa bernafas lega.
"Alhamdulillah!!" ucap para dokter serempak.
Kemudian pria itu menghampiri para dokter." Bagaimana kondisinya sekarang?" tanya pria itu masih panik.
"Anda tenang saja tuan, Sekarang kondisinya sudah membaik. Karna dia telah melewati masa komanya dan nanti ia akan sadar jika anda terus berkomunikasi dengannya." ucap dokter satunya.
"Terimakasih!! Atas perjuangan kalian untuk putriku. Sebagai imbalannya saya akan memberikan uang cash sebanyak 100 juta untuk kalian berdua." ucap pria itu yang berterimakasih kepada kedua dokter itu dan langsung menghampiri putrinya.
Kedua dokter itu tertegun dengan ucapan majikannya yang berterimakasih, Pasalnya ia tidak pernah memuji seseorang ataupun mengucapkan kata terimakasih.
Dan hari ini adalah keberuntungan kedua dokter itu karna majikannya memujinya, Apalagi akan di berikan imbalan yang berupa uang cash sebesar 100 juta, Itu bagaikan mimpi bagi kedua dokter itu.
"Kalau begitu kami pergi dulu tuan." pamit dokter satunya sambil mewakili temannya.
"Hmmm" jawab pria itu dengan deheman.
"Akhirnya kamu bisa sembuh juga putriku, Kita akan membalaskan dendam kita bersama - sama." ucap pria itu sambil mengecup kening putrinya berkali - kali.
Maaf ya, Lama upnya karna author lagi sakit sehingga hanya bisa up 2 hari sekali..
__ADS_1
Jikalau kalian para pembaca semangatin author, Author akan up perhari 1 Bab.