
Di Negara J.
Di Ruang Keluarga.
"Sayang! Anak - anak ku, Kalian minggu depan akan ulang tahun. Mama sama Papa punya kejutan spesial buat kalian." ucap wanita paruh baya yg masih terlihat muda dan cantik, Tersenyum sambil mengerlingkan matanya ke arah suaminya.
"Emang kejutan apa yg spesial ma? Kita kan udah punya segalanya yg orang lain gk punya?."tanya Garda yang menyombongkan harta kekayaannya.
"Iiihhhh kak Garda! Sombong amat jadi orang. Jadi gelandangan tau rasa kau Kak!!" ucap Dara kesal.
"Gak mungkinlah, Kita kan kaya tujuh turunan. Ya gk, Pa, Ma?"elaknya.
"Kamu itu, Walaupun kita kaya tujuh turunan. Kita harus slalu bersyukur, Berbagi pada orang lain dan tidak boleh menyombongkan diri, Paham." ucap Shafira Menasehati.
"Paham Ma, Tapi..? Emang apa kejutannya?."tanya Garda penasaran.
"Ada deh, Ini Rahasia Mama sama Papa. Kalian gk boleh tau, Kan ini kejutannya buat kalian."ucap Shafira menerangkan perkataanya.
"Maksud Garda itu, Kejutannya berupa apa? Ma!!? Barang, Benda hidup atau mati Atau apalah gitu?"ucapnya yg masih penasaran dengan kejutan dari kedua orang tuanya.
"Kejutannya ini, Tidak bisa di jual atau di beli di mana pun, Kejutan ini adalah yg sangat berharga bagi Mama sama Papa dan ini juga bukan barang atau benda mati tapi...Bisa bicara dan bisa makan sama seperti kita, Nanti kalian juga tahu sendiri."jelasnya. Bukan Shafira yg menjawab melainkan Hikman, Papanya.
"Bisa makan dan bicara sama seperti kita, Juga bukan benda mati atau barang? Tapi apa ya? Apa jangan2 Monyet atau burung kakak tua? Ohh my got tidak tidak, Ini tidak mungkin."pikir Dara dengan polosnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya dan menepuk pipinya.
"Kamu kenapa dek? Aneh."tanya Garda yg melihat tingkah Dara sambil memandang sinis.
"Aaahhh...Tidak papa!! Aku hanya ingin tidur. Ngantuk, Daahhhhh..." elaknya sambil melangkahkan kakinya ke kamarnya.
"Ya sudah, Kalian tidur dulu sana! Sudah malam. "ucap lembut shafira pada kedua putranya yg masih duduk memikirkan kejutan untuk mereka.
"Baik Ma, Pa" jawabnya serempak dan beranjak dari duduknya masing - masing. Sehingga suara panggilan menghentikan langkah mereka.
"Garen!!"Panggil Hikman.
"Iya Pa?." jawab Garen sembari menoleh ke arah Papanya.
"Kenapa kamu diam saja dari tadi? Apa kejutan
Kami mengganjal di pikiran kamu?"tanyanya.
Garen menggeleng dan menjawab" Tidak Pa! Hanya saja Garen capek sekarang, Karna tadi habis lomba renang di sekolah".
"Ohh...Ya sudah sana, Lanjutkan langkah kalian." jawabnya tanpa rasa bersalah.
Anak - anak sudah tidur di kamarnya masing - masing. Tinggalah kedua pasangan suami istri yg masih duduk berdampingan sambil mengerjakan pekerjaanya masing - masing dan sang istri mengalihkan pekerjaannya, Memandang ke arah sang suami.
"Pa? Apa kejutan yang kita berikan ini, Bisa di terima oleh anak - anak?." tanya Shafira.
"Kenapa tidak Ma? Mereka pasti bisa menerimanya, Walaupun tidak! Biar Papa yg urus nanti."jawabnya santai sembari menyesap kopinya yg masih panas.
"Terus kapan kita akan kesana Pa?"tanyanya lagi.
__ADS_1
"Besok! Besok lusa Papa akan kesana, Mumpung pekerjaan Papa ada yg menghadlenya. Jadi, Papa akan kesana sendirian untuk menjemputnya. Dan kamu disini saja jaga anak - anak ya? "jawabnya.
"Baiklah Pa! Tapi, mereka akan tinggal dimana? Tidak mungkinkan mereka akan tinggal disini? Kan belum waktunya Pa!? Apa sebelumnya Papa sudah mengabari mereka?." tanya Shafira cemas.
"Udah, Mama tenang saja! Biar Papa yg urus semuanya. Untuk sementara ini mereka akan tinggal di Apartemen HS dulu. Ketika hari jadinya tiba, Kita akan membawanya kesini." jelas Hikman.
"Sudah, Jangan pikirkan itu. Ayo kita tidur, Sudah malam." ajaknya sambil menggendong sang istri kekamarnya.
"Aaahh...Papa, Turunin!! Malu tau!! Nanti di lihat Anak - anak."ucapnya sembari memukul dada bidang suaminya.
"Udahlah Ma, Kita kan udah biasa kayak gini. Ngapain harus malu? Kalau Anak - anak lihat biarkan saja." jawabnya enteng. Sedangkan yg di gendong hanya pasrah saja sama kelakuan suaminya. Mau di lawan masih kuatan tenaga suami dan takut dosa juga.
Skip.
Di Sekolah.
"Hey, Rein, tuh anak cupu yg lo tunggu - tunggu ada disana noh."ucap Tea teman geng centil si Reina.
"Mana? Oh iya, Ayo kita samperin."ucapnya yg ingin melangkahkan kakinya ke arah parkiran. Tapi, di cegat oleh sang teman.
"Ehh, Ehh tunggu, Bagaimana kalau kita kerjain aja?"kata Rini memberi ide.
"Boleh tuhh!! Gimana?"tanyanya Antusias.
"Begini?." Rini Memegang pundak mereka berdua sembari menunduk dan membisikan sesuatu di depan wajah mereka berdua.
Setelah selesai mereka mengangguk secara bersamaan sambil tersenyum misterius dan melangkahkan kakinya ke dalam kelas.
"Ini bocah lagi apa sih? Markir motornya aja lama banget." kesal Dira yg menunggu sahabatnya di depan parkiran.
Setelah sahabatnya datang.
"Hehe..Lama ya?" ucapnya cengeesan.
"Banget!! Udah, Ayo masuk!! Capek aku nunggu kamu sampek kakiku bengkak!"omelnya.
"Maaf...Itu tadi, Ada kakak kelas yg markir motornya yg gk beraturan. Jadi, Aku pindahin deh! Sedikit. Jadinya lama, Wong motornya di kunci setir."jelasnya.
" Ya sudah, Ayo kita ke kelas!"ajaknya.
Saat akan melangkahkan kakinya masuk ke dalam sekolah. Tiba - tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Pemilik mobil tersebut, Mengklakson mobilnya agar dua gadis itu minggir dari hadapannya.
Tiinnnn....tinnnn....
Kedua gadis itu berjengkit kaget saat pemilik mobil itu mengklakson mobilnya. Dan Gadis tersebut berucap" Heyy!! Keluar lo!!" Marahnya.
Pemilik mobil tersebut keluar dan membuat kedua Gadis itu tambah kaget, Saat pemilik mobil tersebut ternyata pria yg sangat di bencinya.
"Lo Lagi!!?."ucap Dira sedikit berteriak.
"Ngapain, Lo harus muncul di depan gue terus sih?!!" ucapnya sedikit kesal sambil melototkan matanya ke arah pria tersebut.
__ADS_1
Sedangkan pria tersebut. Tidak menghiraukan ucapan Dira dan malah pergi meninggalkan keduanya yg masih berdiri mematung di tempatnya.
"Ya tuhan!! Kenapa, Aku harus di pertemukan sama cowok itu lagi sih? Untung ganteng. Kalau nggk, Udah aku jadiin alas kaki tuh mukanya yg slalu datar."cebiknya.
"Udah Dir! Yang sabar! Orang sabar jodohnya ganteng loh!!." bujuk Aurel, Sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Dira.
"Aku gk butuh ganteng!! Butuhnya setia!!." ketusnya sembari meninggalkan sahabatnya yg masih berdiri menatap kepergiannya.
"Tungguin dong!! Kok malah ngambek sihh!!"kesalnya yg juga langsung menyusul langkah sahabatnya.
Di Kelas lain.
"Heyy! Bro Akhirnya datang juga lo!" ucap Azar yg langsung memegang pundak El yg baru saja masuk ke dalam kelasnya.
"Hmmm..."Sedangkan yg di sapanya hanya berdehem menanggapi ucapan temannya.
"Kenapa tuh muka? Kok kusut banget, Kayak belom di setrika?"tanya Aldo mengejeknya.
"Emang baju apa? Belom di setrika?"tanya Rehan mengulang pertanyaan Aldo.
"Gue ketemu cewek itu lagi, Barusan."ucap El yg langsung menduduki bangkunya. Dan tidak ada yg menjawab pertanyaan Rehan.
"Siapa?"tanya Azar.
"Siapa lagi? Kalau bukan si cewek cupu itu." jawab Rehan menjawab pertanyaan Azar.
"Ohh....Cupu, Tapi cantikkan?"ucap Azar seraya menggoda, Dan menaikkan alisnya berkali - kali.
"Iya. Cantik banget malah!! Menyesal gue telah menghinanya." ucap Rehan menyesal.
"Yeeaaahhh....Kumat lagi jiwa playboynya. Awalnya saja, Mereka cupu malah di hina. Setelah tau mereka cantik baru menyesal lo!! Emang gk bisa lihat yg bening dikit ya lo!"geram Azar dengan teman playboynya ini.
"Yahh maaf...Gue kan udah janji gk bakal ngulangin lagi."lirihnya.
"Udahlah, Mending kita ke kantin aja yuk!! Mumpung semua guru pada rapat." ucap Aldo melerai perdebatan mereka.
"Gue gk ikut!!"tolak El.
"Ya sudah, Kalau gue ketemu cewek itu lagi, Gue mau tanya namanya, Terus minta nomernya, Terus-- " ucapan Aldo terpotong oleh El.
"Udah stop!! Iya gue ikut! Puas lo!!."pasrah El.
Entah mengapa kalau sudah menyangkut gadis itu ia jadi ingin mendekatinya terus. Apa? ia sudah jatuh cinta sama gadis itu ya? Tapi, Hatinya belum bisa move on sama mantan kekasihnya yg meninggalkannya itu.
Apakah ini hanya perasaan sematanya saja? Entahlah cuma El yg tahu isi hatinya.
Ini cerita yg sebelumnya ya...
Waktu yg menolong Dira dan Aurel di malam itu, Adalah Rehan. Ia baru pulang dari rumah Pamannya, Melewati jalan yg dilewati Aurel dan Dira. Sebelum itu, Ia menghubungi temannya Azar untuk ke lokasi itu dan sebelum temannya itu datang. Ia turun tangan sendiri menolong Aurel dan Dira. Setelah mereka sama - sama melawan. Rehan jadi bingung karna kedua gadis itu pingsan. Untung saja Azar datang tepat waktu dan menghajar semua preman itu sampai babak belur dan kabur. Dan keduanya tambah bingung, Mau di bawa kemana dua gadis yg pingsan tersebut. Mau di bawa kerumahnya? Sedangkan mereka tidak tau alamat rumahnya. Lalu mereka tidak punya jalan lain, Mereka membawa kedua gadis tersebut ke markasnya. Soal resikonya mereka akan menanggungnya. Waktu mereka membawa kedua gadis itu ke markas. Mereka langsung membawanya ke kamar tamu dan tepat mereka akan sampai ke pintu kamar, Seseorang memanggilnya dan memergokinya, Seketika itu mereka berdua kaget saat mengetahui yg memanggilnya adalah ketuanya yaitu, El. Tapi mau bagaimana lagi? Mereka sudah pasrah akan kemarahan ketuanya itu. Tanpa di sangka, Ketuanya tidak marah melainkan menyuruh mereka membaringkan kedua gadis itu di tempat berpisah. Awalnya El ragu dengan kedua gadis ini? Seperti pernah ketemu tapi dimana ya? Dan ternyata! Setelah di lihatnya dengan intens. Ternyata mereka adalah gadis cupu yg telah dihina dan juga menghinanya di sekolah. Dan mereka lebih kaget lagi. Karena gadis cupu yg mereka hina ternyata gadis yg sangat cantik aslinya. Jadi ini, Maksud kedua gadis tersebut menyembunyikan kecantikan mereka. Karna mereka takut orang lain akan menggodanya dan lain - lain. Akhirnya mereka semua para lelaki itu memakai topeng yg menutupi seluruh wajahnya masing - masing kecuali, Mata dan mulut. Sedangkan Rehan ia langsung pergi dari markas karna ia tidak enak dengan El yg baru saja berdamai. Ia malu dengan perbuatanya tadi siang. Itulah kelanjutan kisahnya yg terpotong.
Jangan lupa dukung Author terus ya.......
__ADS_1