
Di kediaman Anggara.
Sepasang suami istri yang sudah lansia masuk begitu saja ke dalam mansion sambil berteriak memanggil menantu dan putrinya.
"Hikman! Shafira!! Dimana kalian!!" suara cempreng seorang wanita lansia menggema di dalam mansion.
"Ada apa Ma? Datang - datang kok teriak - teriak, Kalau anak - anak bangun gimana? Mereka kan lagi tidur." Shafira keluar dengan kesal ketika mendengar suara Ibunya yang cempreng itu.
"Dimana cucuku?" tanya Nek Risma langsung, Ia adalah ibu dari shafira.
"Mereka bertiga? Mereka lagi tidur Ma!" jawab Shafira yang dikira anak kembarnya.
"Bukan!" elak Nek Risma.
"Terus siapa?" bingung Shafira.
"Emang kamu lupa? Sama anakmu yang satunya itu?" ucap Kakek Ares suami dari Nenek Risma menjawab pertanyaan anaknya dengan kesal.
"Oh, Gardira maksud Papa sama Mama. Maaf, Fira jadi lupa Ma, Pa." ingat Shafira.
"Dasar! Kamu! Dimana Dira? Katanya dia mau kesini?" tanya Nenek lagi.
"Mereka belum datang Ma, Mas Hikman masih menjemputnya di Negara B." jawab Shafira dengan sabar.
"Ya sudah! Mama akan tunggu disini sampai cucu Mama datang." final Nenek dengan keras kepalanya.
Ketika Shafira akan menjawab pertanyaan Mamanya lagi, Ia di kejutkan dengan suara seorang yang baru datang.
"Assalamualaikum!" sapa Hikman.
"Nah! Ntuh dia." Nek risma berjalan tergesa - gesa ke arah menantunya. Eh bukan ingin menyambut menantunya ya, Tetapi ingin memyambut cucunya yang baru datang, Tapi ternyata yang di harapkannya malah tidak ada.
Hikman masuk ke dalam rumahnya dan di sambut dengan sebuah pertanyaan oleh ibu mertuanya.
"Menantu! Dimana cucuku!?" seru Nenek tanpa basa - basi ketika melihat menantunya datang.
"Dira berada di apartemen HS Ma." sahut Hikman sambil menyalami punggung tangan mertuanya.
"Apa!! Kamu taruh cucuku di Apartemen!!" pekik Nenek.
"Tenang Ma! Jangan keras - keras nanti mereka bangun." peringat Shafira kepada Mamanya dengan suara pelan.
"Bagaimana bisa kamu taruh cucuku di apartemen. Seharusnya kamu taruh di rumah kami." Nek Risma berbicara dengan Hikman dan tak menghiraukan peringat dari anaknya.
"Iya Hikman. Benar kata Mamamu." sambung kek Ares.
"Tapi, Jika aku menempatkan Dira di rumah kalian. Nanti mereka akan tahu Pa, Mereka kan sering main ke rumah Mama sama Papa." jelas Shafira.
"Bilang saja kalau Mama sama Papa keluar Negri, Agar mereka tidak kesana." ide Nek Risma.
"Tidak segampang itu Ma. Mama kan tahu sendiri kalau mereka tidak akan mudah percaya sebelum ada buktinya." jelas Shafira lagi, Ia tidak habis fikir dengan Mamanya yang slalu keras kepala.
__ADS_1
"Ya sudah, Kalau begitu Papa sama Mama mau bertemu Dira dulu. Agar tidak jadi panjang urusannya." final Kakek menyeret istrinya keluar agar tak jadi di perpanjang masalahnya.
"Iya Pa." jawab mereka serempak.
Sepasang suami istri lansia itu, Kemudian pergi ke apartemen HS untuk bertemu cucu kesayangannya yang sudah lama mereka rindukan. Mereka berdua sangat sering menemui cucunya sebulan sekali di Negara B, Tapi tidak sampai menginap lama, Hanya 2 sampai 3 hari saja.
***
Di Apartemen HS.
Dira sedang berdiri di balkon kamarnya sambil melamun mengamati pemandangan gedung apartemen lainnya yang menjulang tinggi.
Tiba - tiba seseorang menutup matanya dari arah belakang.
"Siapa ini? Tolong lepaskan." Dira terkejut ketika sebuah tangan menutupi matanya.
"Tebak dulu dong! Siapa?"
Dira mengira - ngira seperti mengenal suara ini." Apa ini Nenek?" tebak Dira ragu.
"Betul! Cucuku memang pintar!" puji Nenek sambil melepaskan tangannya yang menutup mata cucunya.
Kemudian Dira menoleh dan membuka mulutnya lebar - lebar ketika seseorang yang telah lama ia rindukan datang menemuinya."Nenek! Kakek!" pekik Dira serasa tak percaya dengan kehadiran Nenek dan Kakeknya.
"Nenek! Dira kangen sekali sama Nenek!" Dira langsung berhambur memeluk Neneknya.
"Sama Nenek juga kangen sama cucu kesayangan Nenek." ucap Nek Risma membalas pelukan cucunya.
"Ya kangen lah Kek!" Dira kemudian melepas pelukan Neneknya dan beralih ke Kakeknya.
"Bagaimana keadaanmu sayang." tanya Kek Ares sambil mengelus punggung cucunya dengan lembut.
"Dira baik - baik saja Kek." jawab Dira.
"Gimana sekolahmu disana?" tanya Kakek lagi.
"Baik juga kek!" jawab Dira.
"Terus mangli teman Kakek itu apa masih mengajarimu cara beladiri?"
"Iya Kek! Abah mangli mengajari Dira dengan telaten" sahut Dira sambil tersenyum menjawab pertanyaan Kakeknya.
Kemudian Dira meminta tolong kepada Neneknya dengan mengkode mengunakan matanya agar Kakeknya mau melepas pelukannya yang tak kunjung di lepaskan.
"Sudah - sudah pelukannya, Sekarang mari kita makan dulu. Nih, Nenek bawakan Ayam goreng rica plus sambal pete kesukaan cucu Nenek yang cantik ini." ucap Nenek yang mengerti arti kode dari cucunya, Kemudian mengakhiri pelukan mereka. Sambil mengeluarkan 3 rantang yang berisi nasi serta lauk - pauknya di meja sofa.
"Nenek, Ganggu momen aja, Iya nggk ***." kesal kakek ketika momen acara pelukannya di akhiri.
Dira hanya mengangguk sambil tersenyum ketika melihat Kakeknya yang kesal.
"Kalau main peluk - pelukan terus kapan yang mau makannya? Ntar keburu dingin ini makanan buatan Nenek yang spesial." jutek Nek Risma pada suaminya.
__ADS_1
"Ya sudah, Kita makan dulu yuk." ajak Kek Ares kepada cucunya sambil menggendongnya di punggung ke arah sofa.
Setelah sampai di sofa, Kakek mendudukan Dira di sofa." Ternyata kamu sudah besar ya ***! Badannya jadi berat, Kakek jadi encok gendong kamu." keluhnya sambil memegang pinggangnya yang terasa nyeri.
"Kakeknya aja yang sudah tua." celetuk Nenek mengejek suaminya.
"Ya, Namanya juga sudah jadi Kakek." pasrah Kakek dengan ejekan istrinya.
Dira mengulum senyumnya melihat ke harmonisan Kakek dan Neneknya, Ia juga sangat senang dengan kedatangan Kakek dan Neneknya ini yang slalu menghiburnya dengan cara perdebatannya yang tak mau saling mengalah. Sehingga ia akan melupakan kejadian yang menyakiti fisik dan batinnya itu secara perlahan.
***
Satu minggu telah berlalu, Dimana sekarang tiba di hari ulang tahun ketiga adik kembarnya yang ke 15 tahun. Dira juga telah melupakan kejadian naas yang sudah menimpanya minggu lalu.
Sejak kedatangan kakek dan neneknya yang slalu menghiburnya ia menjadi gadis yang ceria dan periang lagi seperti sebelumnya.
Sekarang suasana di mansion Anggara sangat ramai dengan para tamu undangan yang datang. Mulai dari teman - teman si kembar, Kolega bisnis Papanya dan teman - teman Mamanya yang juga dari berbagai model internasional beserta kalangan bisnis Hikman dari berbagai luar Negri juga datang dan masih banyak lagi.
Mereka akan memulai acaranya pada jam 21:30. Sekarang masih menunjukkan pukul 18:45 Masih kurang 2 jam lagi untuk memulai acaranya.
Penjagaan dari luar maupun dari dalam sudah di perketat. Hikman telah memperbanyak pengawalnya mulai dari kalangan biasa sampai kalangan dari anggota mafianya juga. Hanya untuk berjaga - jaga saja, Karna takut ada yang menyerangnya atau menyusupnya secara terang - terangan dari para musuh - musuhnya.
***
Di apartemen HS, Mereka semua telah bersiap - siap memakai baju pesta yang di belikan oleh Hikman masing - masing untuk menghadiri ke acara pesta ulang tahun si kembar. Terutama Dira, Yang nantinya akan Hikman umumkan kepada seluruh para tamu undangan sebagai anak pertamanya.
Mereka semua akan di jemput oleh supir pribadinya Hikman dan di kawal dengan 2 bodyguard agar tidak akan ada yang ingin mencelakai mereka.
***
Di sisi lain, Seseorang telah merencanakan sesuatu agar membuat keributan di dalam acara si kembar dengan mempengaruhi salah satu dari mereka menggunakan cara liciknya.
"Desta!! Apa kamu sudah siap! Menjalankan tugasmu?" tanya seorang pria yang lebih tua darinya.
"Kakak serahkan saja padaku, Rencana ini pasti akan berhasil." jawab Desta dengan percaya dirinya.
"Baiklah! Jangan sampai rencana kita gagal lagi, Karna gara - gara kecerobohanmu tempo lalu." ucap pria itu yang mengingat rencananya yang gagal sebelumnya.
"Kenapa kakak masih tidak percaya denganku? Apa aku selalu ceroboh dimata kakak?" tanya Desta dengan nada sedih yang di buat - buat.
"Sudahlah! Jangan begitu, Kakak jadi eneg lihat tingkah lakumu yang semakin aneh." ucap pria itu mengejek adiknya.
"Bodoh!!" ketus Desta.
"Ya sudah, Sebelum kita memulai rencana kita. Bagaimana kalau kita merayakannya dulu?" ide sang Kakak.
"Boleh! Kita akan bersulang!!" balas Desta dengan antusias.
"Chers!! ting" Mereka berdua mengangkat gelasnya masing - masing dan membenturkannnya dengan satu sama lain.
Kemudian mereka berteriak." Kami akan menangl!!" sambil tertawa jahat bersamaan.
__ADS_1