
...Happy Reading...
...•...
...•...
...•...
...🦴•••🦴...
The Natural Fragrance
Sesuai perkataannya kemarin, kini Cia maupun Vivi telah berhasil menciptakan parfum yang diinginkan. Hasil pertamanya yang dibuat untuk dibagikan pada masyarakat sekitar. Cia dan Vivi mendapatkan dukungan kuat dari warga di desa itu, bahkan para warga berinisiatif untuk mengumpulkan sumbangan agar memiliki kios untuk usahanya.
Waktu berlalu begitu cepat, kandungan Cia kini berusia 7 bulan. Perutnya pun semakin membesar dengan janin yang sehat. 6 bulan Cia melewati cobaan yang silih berganti terus-menerus. Pernah beberapa kali Cia melakukan hal-hal untuk menggugurkan kandungannya karena merasa tertekan dengan sikap ibu-ibu disekitarnya. Dan dalam waktu itu juga Cia dan Vivi merintis usahanya yang kian membesar, memiliki kios sendiri dan memiliki 6 orang karyawan yang siap membantunya.
Setelah Cia diusir oleh orang tuanya, sampai saat ini Cia tidak pernah mendengar kabar tentang mereka. Yang Cia dengar hanyalah kakaknya sudah bekerja di salah satu perusahaan.
***
Rumah yang dahulu sederhana sekarang berubah menjadi mewah, walaupun tidak semewah orang kaya di kota-kota tapi, rumahnya termasuk mewah di desanya.
"Cia! nenek kan sudah bilang jangan memasak kenapa bandel sekali dirimu!?" ketus Hellena dan merebut spatula yang dipegang cucunya.
Ah, setelah perut Cia semakin membesar. Neneknya sangat overprotektif. Dikit-dikit tidak boleh, mau melakukan ini tidak boleh. Membuat Cia kesal setiap harinya.
"Udah ya cucu nenek yang paling cantik, haha. Ga usah cemberut gitu. Duduk aja sanah, ini bentar lagi matang kok." ledeknya yang disertai kekehan kecil sambil mengaduk-aduk nasi goreng di wajan.
"Akhirnya matang!" pekik Cia membuat wanita didepannya menutup telinga rapat.
"Ga usah teriak-teriak, malu didengar tetangga Gracia."
"Iya ya nek, eeuumm ... kakek sama Vivi mana nek?"
"Lagi pergi ke kebun bunga dibelakang sana Ci, kenapa memang hm?
"Kayanya Cia ngidam lagi deh."
~apa ngidam!? semoga kali ini tidak aneh-aneh~ batin Hellena.
"Ngidam apa?" tanya Hellena hati-hati dengan mulut yang komat-kamit.
"Kakek jadi badut! sehari aja nek. Ya, ga apa-apa kan?" ungkapnya antusias dengan mata berbinar.
Bola mata Hellena membulat. "Badut? astaga, padahal Cia sangat tidak menyukai badut, emang bawaan bayi ga ada main-main nya." gumam wanita ini.
"Giama nek? hellow!?" Cia mengibaskan tangannya didepan wajah Hellena yang membuat wanita ini tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Ap ... apa tadi?"
"Badut, Cia pengin kakek jadi badut seharian. Eh kalau ga 3 jam aja cukup kok." ucapnya santai.
"Badut ya, hhmm ... nanti nenek coba bicarakan."
"Ya udah deh, Cia berangkat ke toko dulu nek. Kalo Vivi nyariin, suruh nyusul aja okey."
"Sip, hati-hati ga perlu ngebut bawa mobilnya."
🦴•••🦴
The Natural Fragrance
Nama toko parfum Cia yang diambil dari usulan para warga disekitar, bagaimana cara Cia mengembangkan usahanya? tentu saja kakek dan neneknya menjual tanah untuk usaha sang cucu hingga sebesar ini. Walaupun Cia mendapatkan dukungan kuat dari warga tapi tidak dengan ibu-ibu di sekeliling rumahnya. Mereka seringkali menghibahkan nya.
Ceklek!
Pintu tokonya terbuka karena tarikan dari dalam, setiap Cia mengunjungi tokonya pasti akan disambut dengan baik oleh para karyawannya. Selain menambah penghasilannya Cia juga secara langsung membuka lapangan pekerjaan untuk pemuda-pemudi disekitar.
"Pagi nona." sapa seluruh karyawannya bersamaan dengan menunduk hormat.
"His, sudah ku bilang jangan memanggilku nona! jangan membungkuk. Aku tidak suka." cerocosnya cepat.
"Ba ... baik bu, selamat pagi." panggil mereka sekali lagi.
"Mau dibicarakan dimana bu?" tanya salah satu pria yang merupakan pengurus tokonya atau bisa dikatakan bawahan Vivi.
"Di taman belakang saja, ayo."
🦴•••🦴
"Loh nek, Cia mana?" tanya Vivi yang sedari tadu berkeliling rumah tapi tidak menemukan sahabatnya.
"Cia sudah pergi ke toko Vio, tadi katanya kamu suruh nyusul aja langsung."
"Lah? benar-benar si bumil mah." gerutu Vivi kesal.
"Nek? kenapa wajah nenek terlihat kebingungan? cerita sama Vio." lanjut gadis ini.
Hellena memejamkan matanya sejenak. "Tadi Cia bilang dia ngidam peng..."
"Wah, ngidam apa lagi Cia nek." potongannya cepat karena saking penasarannya.
"Dengerin dulu Vio! Cia bilang, kakek jadi badut seharian kalo tidak cukup 3 jam ini menghibur dirinya."
hmmpph
__ADS_1
Vivi menutup mulutnya agar tawa kerasnya tidak meledak.
"Apa!? badut. Hahaha aduh, perut Vio sakit nek. Cia ingin badut haha." tawa Vivi semakin meledak mengingat wajah Cia yang tidak suka dengan badut.
"Udah Vi, nanti mulut kamu terdesak serangga loh." kekeh nya, membuat wajah Vivi kembali cemberut.
"Terus gimana nek?"
"Nanti nenek bicarakan dulu sama kakek, kali ga mau ya kita kasih pengertian dulu sama Cia. Siapa tau bisa diganti kan."
"Iya juga sih, ya sudah la. Vio berangkat dulu nek."
"Hati-hati dijalan Vio!!"
***
Sesampainya di toko tersebut Vivi tidak menemukan satu karyawan pun. Bahkan pintunya masih dikunci, tapi anehnya mobil Cia sudah ada diparkiran. Dimana mereka? pikir Vivi.
Akhirnya Vivi memutuskan untuk memutari toko itu menuju taman belakang. Dugaannya benar, ternyata mereka semua dibelakang sedang bersantai sejenak sebelum jam buka.
"Hii Friends!!! I'm Coming!!" pekiknya keras, membuat para karyawan menggelengkan kepalanya dengan kelakuan atasannya ini.
"Ga usah teriak-teriak kebiasaan!" desis Cia.
" Kyaa! ibu bos nya marah ni kayanya." godanya membuat Cia memicingkan matanya.
"Tumben kalian ngumpul disini? ada apa sih coba cerita sama Vivi yang cantiknya aduhay ini."
"Gini loh Vi, kemarin ada tawaran dari mbak Hana. Katanya mau gak kalo parfumnya disebarkan kedaerah sana. Tempat itu kan termasuk kota besar Vi, otomatis persaingannya pasti lumayan berat." paparnya.
"Kalo menurut ku sih, ga apa-apa Ci. Selain itu juga semakin membuat produksi kita terkenal. Coba dulu la paling ga, soal saingan nanti. Pelanggan yang akan menentukan kualitasnya, intinya kita setuju banget sih. Ya nggak guys?" seluruh karyawan mengangguk menandakan ia setuju dengan usulan Vivi.
"Bukan gitu Vi, ay ... emm maksudnya, ah nanti aja ku pikirkan lah. Lama-lama pusing kepala ku."
"Jangan terlalu dipaksakan Ci, itu kan cuma usul ku saja. Udah yuk, saatnya berbisnis."
Bosen ya? Iya sama kok ><
Sebenarnya pengin buat doble part, tapi mungkin besok kali ya.
Oke segini dulu friends:)
Setelah ini mungkin akan muncul beberapa konflik hingga ke konflik inti.
Tunggu tanggal mainnya guys🥴
Tinggalkan jejak sebagai apresiasi kalian:)
__ADS_1
Follow juga boleh hihi