GADIS KECIL

GADIS KECIL
Disya dan Morgan


__ADS_3

...Happy Reading...


...•...


...•...


...•...


...Disya dan Morgan...


GRACE DISYA ARABELLA MOORE


Nama GRACE diambil dari tulisan yang berada di kalung milik Cia. (Masih ingat bukan? Jika Ziand menemukan kalung Cia dan menyimpannya hingga sekarang, kini ia memakaikan kalung itu pada putrinya.)


Gadis kecil cantik nan rupawan memiliki wajah yang menduplikat ayahnya, namun malang sekali nasibnya. Ketika Disya baru berusia dua minggu, Anggelina yang merupakan sang ibu meninggalkannya. Sejak lahir pun ia hanya disusui satu kali oleh wanita ini.


Flashback on


Hari terakhir itu Ziand dan Anggelina bertengkar, bukan hanya beradu mulut tapi keduanya juga beradu tangan. Ziand yang tidak dapat mengontrol emosinya dengan mudahnya laki-laki ini melayangkan beberapa kali tamparan keras di pipi istrinya.


Bagaimana ia tidak marah? Anggelina selalu menolak untuk menyusui anaknya, setelah melahirkan Anggelina sering keluar tidak jelas dan pulang dalam keadaan mabuk.


"APA HAH!! TAMPAR AJA TAMPAR! Tampar sepuas mu Ziand!!" teriak lantang Anggelina.


"Apa sulitnya Anggelina, kau hanya perlu memberikan Disya ASI!!!?" murka Ziand.


"Sulit, apa kau lupa dengan ucapan ku diawal pernikahan kita! Aku menikah hanya untuk harta mu! sekarang kau sudah tidak punya apa-apa. Jadi biat apa aku bertahan bo*oh!"


"Dasar wanita ular, benar-benar licik!" cerca Killa ikut campur dalam menghajar Anggelina.


Plak!


Plak!


Bugh!


Dua kali tamparan mendarat di pipi kiri dan kanannya, satu bogeman juga Anggelina dapatkan dari Killa.


"Harusnya aku melakukan ini dari dulu, lebih baik dari dulu putra ku tidak usah menikah dengan mu bi*ch!!"


"Fine!! kita cerai! Aku bakal pergi dari sini sekarang juga, apa untungnya aku disini. Kalian sudah miskin." putus Anggelina final.

__ADS_1


"Bagus, ini yang kami tunggu-tunggu." batin Fernand dan Killa.


Flashback off


Disya kini sudah berusia 6 tahun yang artinya ia sudah memasuki sekolah dasar kelas 1. Semua permainan yang dilakukan Fernand dan Killa sudah berakhir, Ziand mengetahui semuanya. Ia sangat bersyukur karena telah lepas dari wanita ular itu.


Perusahaannya kembali, bahkan menduduki tingkat lebih tinggi dari sebelumnya, Ziand menjadi pria yang gila bekerja sekarang. Tanpa ia sadari putrinya selalu murung dirumah, sejak bayi ia tidak mendapatkan kasih sayang ibu sekarang juga ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang ayahnya. Seperti hari ini.


"Ayah, antarkan aku sekolah ya. Hari ini hari pertama ku sekolah loh." Pintanya yang diacuhkan oleh pria ini.


"Ziand! Putri mu sedang berbicara padamu." tegur Killa.


"Hm." hanya respon itu yang keluar dari mulutnya membuat Disya menunduk sedih, air matanya sudah mengalir deras membasahi pipi gembulnya.


"Mom, Ziand berangkat kerja dulu. Disya d sekolahnya diantar sama oma aja ya." ucapnya berlalu pergi.


"Disya, why?" tanya Killa lembut, sungguh keterlaluan sekali putranya.


"Hikkss ... oma apakah memang benar a ... ayah tidak menyayangi ku?" lirih Disya, tubuhnya bahkan bergetar hebat.


Killa terkejut melihat tubuh bergetar cucunya. "Tidak sayang, ayah sangat menyayangi mu. Mungkin ayah memang lagi sibuk jadi tidak bisa mengantarmu."


Inilah sifat baru Disya, ia akan cepat berubah menjadi dingin dan cuek setelah menangis. Disya juga sangat pandai menyembunyikan kerapuhannya, walaupun ia masih kecil.


"Shuutt! jangan berbicara seperti itu sayang. Sekarang kita berangkat ya, semangat loh hari ini Disya akan punya teman-teman baru."


"Disya tidak mau punya teman!" teriaknya berlari menuju mobil dihalaman mansion.


***


MORGAN AL GARA


Putra kecil kesayangan Cia, kini sudah bertumbuh seiring berjalannya waktu. Memiliki sifat yang mudah berubah-ubah dalam satu waktu. Keras kepala dan manja, sifat yang melekat di dirinya. Terkadang Cia merasa heran dengan putranya, Morgan memang anak yang aktif tapi dia enggan untuk berteman. Siapapun itu jika dirinya tidak ingin berteman maka tetap tidak.


Di umurnya yang ke 5 tahun bahkan ia selalu menanyakan apa itu bisnis, bagaimana cara berbisnis dan lain sebagainya.


Flashback on


Malam sunyi disertai dengan gerimis di luaran sana. Morgan dan Cia sedang bersiap untuk tidur.


"Bunda?" panggil Morgan, mengamati ibunya yang sedang menaikan selimut agar tidak kedinginan.

__ADS_1


"Yes, boy." sahutnya


"Euum ... apa itu bisnis? bagaimana caranya berbisnis?" tanyanya dengan wajah yang dibuat serius.


"Bisnis?" ulang Cia, terkejut? tentu saja. Darimana putranya tau bisnis-bisnis.


"Heum, ajarkan Morgan untuk berbisnis bunda. Jika sudah besar nanti, Morgan ingin menjadi pembisnis yang handal."


"Morgan, darimana kau tau tentang bisnis?"


"Aku tidak sengaja mendengarkan bunda dan aunty Vivi membicarakan tentang bisnis-bisnis." ucapnya terkekeh.


Cia menggelengkan kepalanya mendengar jawaban putranya. "Kau akan tau nanti jika sudah besar."


"Hiss bunda, Morgan sudah besar." gerutunya kesal.


"Iya-iya putra bunda sudah besar, sekarang tidur ini sudah malam."


"Bunda, kenapa dunia bisnis itu kejam?" tanyanya sepontan.


"Morgan tidur ya, kapan-kapan akan bunda jelaskan."


"Huufft, baiklah bunda. Selamat malam, aku sayang bunda."


Setelah terdengar dengkuran halus menandakan putranya sudah terlelap, Cia kembali membuka matanya. Menelisik setiap sudut wajah Morgan.


"Saya yang mengandung saya juga yang melahirkan, tapi kenapa hanya mirip bibirnya saja." batinnya.


Flashback off


Usaha parfum milik Cia kini sudah terkenal di kota-kota, memiliki cabang dimana-mana. Salah satu cabang terbesarnya ada di kota tempat ia mengalami insiden dulu.


Bandara xx


"Bunda, kenapa kita pindah?" tanya Morgan yang sedang mengamati suasana bandara.


"Tidak apa sayang, sudah ayo. Kita akan bertemu dengan aunty Hana dan Cala loh."


"Oh ya!? aaaa Morgan sangat merindukan mereka." pekiknya kegirangan.


Tinggalkan jejak sebagai apresiasi kalian yuhuuuu:)

__ADS_1


__ADS_2