GADIS KECIL

GADIS KECIL
Baby girl and baby boy


__ADS_3

...Happy Reading 🌼...


...•...


...•...


...•...


...Baby girl and baby boy...


Sampai di pekarangan mansion nya, Ziand benar-benar lemas seolah-olah semua bebannya berada di pundak laki-laki ini.


Kaki jenjangnya membawa lelaki ini menuju kamarnya dan sang istri. Masih ada rasa ketidak percayaan jika ia akan meninggalkan perusahaannya. Langkah beratnya terhenti saat melihat istrinya yang terlelap diatas kasur king size milik mereka.


"Nggel, kita harus bersiap." panggil Ziand mencoba membangunkan istrinya.


"Eunngghh, apa?" ucap Anggelina menggeliat.


"Cepat bereskan seluruh pakaian-pakaian di lemari."


"Emangnya mau kemana lagi? mau liburan? kenapa harus dibereskan seluruhnya?" tanya Anggelina bertubi-tubi membuat kepala Ziand serasa ingin pecah.


"Bereskan saja, akan ku jelaskan nanti."


***


Keluarga MOORE benar-benar hancur sekarang. Anggelina yang mengetahui perusahaan milik suaminya diambang kehancuran mulai mencari cara lain agar dirinya tetap mendapatkan uang untuk berfoya-foya.


Sesuai permintaan ayahnya kemarin, Ziand menjual seluruh aset-aset yang ia miliki. Keluar dari mansionnya, tinggal di salah satu rumah peninggalan kakeknya. Tidak terlalu besar dan cukup nyaman jika dilihat-lihat.


"Panas sekali huh, tidak ada ac. Tinggal di rumah kecil, uang yang diberikan Ziand saja hanya cukup untuk makan. Bagaimana aku bisa shopping." pikir ibu hamil yang tengah mondar-mandir didalam kamarnya.


"Sabar Anggelina, sabar oke. Setelah anak ini lahir, kau harus mencari pengganti yang lebih jauh kaya dari Ziand." bisik iblis di telinganya.


"Yah, tentu saja aku akan mencari laki-laki yang lebih kaya dari pada terus-terusan begini."


Tok!

__ADS_1


Tok!


Tok!


"Anggelina! Kau didalam tidak!?" panggil Ziand.


"Iya aku didalam."


"Ada apa." ucapnya cuek malas sekali ia meladeni Ziand yang kini tidak memiliki apa-apa.


"Aku akan berangkat kerja."


"Kerja heh? kerja apa, apakah kau jadi tukang kebun atau apa!?"


"Jaga ucapan mu, aku bekerja sementara di perusahaan milik saudara dady."


"Oohh jadi OB ya." sahut Anggelina membuat Ziand semakin murka.


Plak!


Nggak-nggak, lanjut baca aja oghey.


"Jaga ucapan mu!!!" teriak Ziand membuat Fernand maupun Killa terkejut dan memilih mengintip dari sudut pintu kamar mereka.


"Berani sekali kau menamparku! lihat saja apa yang akan ku lakukan setelah bayi ini lahir." jerit Anggelina tak kalah keras.


Brak!


Setelah mengucapkan kalimat tersebut Anggelina menutup kencang pintu kamar mereka, membuat Ziand menjerit frustasi.


"Maafkan mom and dad son, kami melakukan ini demi kebaikan mu di masa depan. Mom and Dad berharap kau akan segera berpisah dengan wanita ular itu." gumam Killa yang masih terdengar jelas ditelinga Fernand.


***


Semakin hari, suasana di rumah ini tidak baik-baik saja. Seolah tidak ada hari tanpa berdebat, hubungan Ziand dan Anggelina pun semakin merenggang. Bahkan Anggelina terang-terangan memposting pacar barunya di media sosial. Bagaimana dengan Max? pria itu tau semua ini hanyalah permainan jadi dia berusaha untuk mengikuti alur main Fernand, walaupun Max terkadang merasa iba melihat kondisi Ziand.


Bulan berganti kini kandungan Anggelina memasuki 9 bulan tunggu saatnya dia akan melahirkan. Begitu pula kandungan Cia, janin yang tidak ia inginkan dulu kini menjadi semangat utamanya.

__ADS_1


Perutnya mulai berkontraksi pembukaan pertama sudah Anggelina lalui, karena ia tak menginginkan lahir dengan normal akhirnya dia memilih secara caesar


Pukul 03.56


Bayi perempuan cantik telah lahir di dunia, memiliki wajah yang menduplikat Ziand, sorot mata, bibir, hidung mancungnya, hanya telinganya saja yang mirip Anggelina.


Ketika bayi mungil ini lahir pun Anggelina tetap tidak mau menyusui anaknya, hanya dengan uang Anggelina mau memberikan ASI pertamanya.


Berdebat dan berdebat, hanya itu yang keduanya lakukan. Hingga berakhir sang istri yang terus memintanya cerai


***


...1 Minggu kemudian...


Berbeda dengan keluarga satu ini yang tengah tersenyum bahagia menatap bayi laki-laki yang sudah lahir, walaupun wajahnya tidak menduplikat Cia, tetapi ia akan tetap mensyukurinya.


Hellena, Haston dan, Vivi menangis haru memandangi bayi mungil yang sedang Cia susui. Inilah awal penyemangat Cia lahir,


Beberapa hari kemudian.


Rumah Hellena tampak ramai dengan para karyawan-karyawan Cia dan beberapa pelanggan setia Cia yang berkunjung untuk mengucapkan selamat.


Banyak kado-kado yang tertata rapi di rumah ini, mereka yang tidak bisa datang menjenguk hanya bisa mengucapkan selamat melalui kado tersebut.


Kebahagiaan menyelimuti keluarga ini, Haston, Hellena, Vivi dan Cia berharap akan seperti ini seterusnya. Cia akan berusaha menjadi ibu sekaligus ayah bagi putranya. Walaupun ia belum berpikir kedepannya jika sang putra menanyakan dimana ayahnya.


Kecepatan gak sih alurnya?


Alhamdulillah doble part:)


Walaupun singkat yah


Walaupun part yang pertama kaga nyambung-nyambung amat, tapi Dewi usahain revisi nantinya.


Gimana nih?


Tinggalkan jejak sebagai apresiasi kalian:)

__ADS_1


__ADS_2