GADIS KECIL

GADIS KECIL
Apa Morgan tidak punya ayah


__ADS_3

Happy Reading




The Natural Fragrance


Karena hari ini adalah hari minggu, sekolah juga libur. Cia memilih memfokuskan hari minggunya untuk mengecek perkembangan tokonya. Selain tanggung jawabnya sebagai guru, ia juga memiliki tanggung jawab yang besar untuk usahanya.


Walaupun Vivi sudah melarang Cia agar urusan usaha ini biar ia yang handle, tapi Cia tetaplah Cia. Ia tidak ingin terus-terusan merepotkan Vivi karena keputusannya untuk menjadi seorang guru.


Setelah kejadian di perusahaan Ziand, Morgan kembali seperti hari-hari biasanya. Disya, Ziand dan Morgan sudah sepakat agar tidak memberi tahu ibunya.


"Mbak Hana! aaaa, Cia kangen banget." pekiknya memeluk wanita yang masuk ke ruangannya.


"Sesak Ci, jangan kenceng kenceng juga kali. Bisa kegencet anak aku hahaha." ledeknya mengusap perutnya yang mulai membuncit.


Setelah 2 tahun Cia memutuskan untuk tinggal di desa, Hana memutuskan untuk menikah dengan pujaan hatinya, dan kini ia sedang mengandung anak keduanya. Anak pertamanya baru berusia 4 tahun.


"Aduh maafin aunty sayang hahaha, ayo duduk dulu mbak." Cia menuntun wanita hamil ini ke kursi empuk yang tidak jauh dari sana.


"Vivi sama Cala mana Ci?"


"Lag..."


"Yuhuu!! nyariin princess kayangan yah. Ayo buruan Cal, kayaknya ada yang kangen sama kita." sela Vivi yang baru masuk disusul dengan Cala.


Semenjak Cia menambahkan anak Cabang, ia menginginkan Cala untuk membantu dirinya. Dan karena terlalu sering ia bergaul dengan Vivi, oada akhirnya Cala ikut tertular sifat bar-bar Vivi.


"Eh ada bumil, gimana kabarnya mbak?" tanya Vivi setelah mendudukan bokongnya tak jauh dari Cia dan Hana.


"Baik Vi, kapan nih mau nyusul? Cala juga kapan mau nyusul?" goda Hana dengan menaik turunkan alisnya.


"Gak dulu deh, katanya Cala mau duluan sama mang oji." sahut Vivi membuat tawa Cia dan Hana pecah, tapi tidak dengan Cala. Gadis ini justru cemberut.


"Enak aja, gini-gini masih banyak yang mau. Kalo Cala sama mang oji bisa-bisa di hantam sama orgil yang suka ngejar-ngejar mang oji." timpal Cala tidak terima.


Mang oji yang merupakan supir pribadi Cia yang selalu meledek Cala jika bertemu.


"Kemarin kata suami mbak, Morgan datang ke perusahaan F'M Company loh. Kamu tau." ucap Hana serius.


"Kemarin Morgan juga cerita mbak, dia diajak sama Disya buat kesana." sahutnya sambil mengunyah cemilan tersebut.


"Oohh, mba kira dia pergi tanpa sepengetahuan kamu."


"CEO perusahaan F'M Company duda ya mbak?" tanya Vivi mulai kekepoa nya.

__ADS_1


"Iya, kamu mau?"


"Nggak deh, buat Cia aja. Kan anaknya udah deket tuh sama dia, orang tuanya juga udah. Nah sekarang tinggal bapaknya deh." Vivi dengan cengengesan.


Mata Cia membulat, berapa kali ia harus menasehati sahabatnya agar tidak membongkar ini.


"Are you kidding me!" pekik Hana dan Cala serempak


Bugh!


Cia menyikut perut sahabatnya dan memicingkan matanya. Vivi yang ditatap seperti itu hanya cengengesan tidak jelas dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Cia jawab." tukas Cala.


Cia menganggukkan kepalanya singkat.


"Crazy, kamu huntang penjelasan pada kita Ci. Ya nggak Cal." cibir Hana.


***


Hari ini Tara mengambil cuti dengan alasan sakit, padahal maksud ia mengambil cuti adalah untuk mengompor-ngompori orang tuanya untuk semakin membenci Cia.


"Mamah tau, kemarin anak wanita jal*ng itu ke kantor Tara."


"Yang bener? mau ngapain anak har*m itu ke kantor."


"Ternyata anak Cia itu temannya Disya ma, putri bos Tara." cibirnya dengan diakhiri decakan.


"Udah ma, hampir aja Tara memukulnya tapi tiba-tiba bos tara datang dan mengacungkan pistolnya."


"Jadi, mama kapan nih mau morotin Cia lagi? Lumayan bisa buat shopping." lanjut Tara.


"Nanti dulu, kita tunggu kabar dari ayah. Baru kita bergerak, sekarang nenek Hellena jadi penghalang buat kita."


***


Weekend hari ini Morgan terlihat sangat tidak semangat, perkataan wanita asing yang ia tidak kenal itu terus berputar di otaknya.


"Benarkah ia anak har*m?"


"Apa itu wanita jal*an? Kenapa wanita itu menyebut ibunya jal*ng?'


"Apa Morgan benar-benar tidak punya ayah?"


Jam tangan milik Morgan terus berbunyi, jika tadi Disya yang terus menelponnya. Kini Cia lah yang menelponnya. Morgan mengusap air matanya dan menetralkan nafasnya.


"Hallo bunda."

__ADS_1


{...}


"Tidak, Morgan hanya ingin dirumah saja."


{...}


"Bukan maksud Morgan menolak ajakan Kak Disya bunda, Morgan hanya lelah saja hari ini."


Tutt!


Morgan mematikan panggilan sepihak, pria kecil ini tidak dapat membendung air matanya. Tidak sopan memang tapi daripada ibunya tau jika ia menangis, itu akan membuat Cia panik.


Tanpa Morgan sadari, Cia sudah pulang sedari tadi dan mengintip lewat pintu kamar Morgan yang tidak ditutup rapat. Mendengar isakan tangis Morgan membuat dadanya terasa sesak.


"Apa bunda memiliki salah padamu boy?" batin Cia.


Daripada ia terus mengintip, Cia berjalan pelan mendekati putranya.


Hap


Sekali tangkapan, Cia dapat mendudukan Morgan di pangkuannya. Morgan yang melihat ibunya tiba-tiba datang langsung mengusap buliran buliran yang masih saja terjatuh.


"Look at me boy, kenapa? apa bunda memiliki salah denganmu?" tanya Cia menangkup wajah putranya.


"Ti ... tidak bunda." jawab Morgan sesegukan.


"Lalu?" Morgan menggeleng membenamkan wajahnya di dada milik ibunya, tangisan Morgan semakin kencang sembari meremas baju Cia.


"Ya tuhan, apa putraku menangis karena aku memiliki salah padanya." batin Cia ikut-ikutan menangis.


Morgan mendongakkan kepalanya merasakan tetesan air mata Cia yang mengenai pipinya. "Bu ... bunda menangis?" tanya Morgan menatap dalam mata ibunya.


"Morgan ada masalah hm? Ayo cerita sama bunda." sahut Cia mengalihkan pembicaraan.


Morgan masih tetap saja menggeleng. "Bagaimana cara ia menanyakan hal ini pada ibunya? apakah ibunya akan marah?"


"Bunda." panggil Morgan yang sudah lebih tenang sekarang.


"Why boy?"


"Ap ... apa Morgan anak har*am? Morgan tidak memiliki ayah ya?"


Apa yang akan Cia jawab?


Bagaimana dengan Ziand?


Apa rencana selanjutnya Harso, Sania dan Tara untuk memeras harta Cia?

__ADS_1


Kita bahas di part selanjutnya:)


Tinggalkan jejak sebagai apresiasi kalian><


__ADS_2