GADIS KECIL

GADIS KECIL
Rencana orang tua Ziand


__ADS_3

...Happy Reading...


...•...


...•...


...•...


...•...


Rencana orang tua Ziand


Killa maupun Fernand sudah mengetahui seluk-beluk menantunya, mulai dari Anggelina yang tidak mau memberikan hak kepada sang putra, sampai program bayi tabung. Killa dan Fernand juga mengetahui jika Anggelina hanya ingin menguras habis harta Ziand. Daripada diteruskan maka akan membuat keluarga MOORE hancur, akhirnya Killa dan Fernand menyusun rencana.


Wuuhhh, rencana apa itu?





"Jadi mau gimana pa? kasihan Ziand jika terus dibiarkan." raut wajah Killa semakin khawatir dengan keadaan putranya.


"Gini aja mah..." bisik Fernand tepat ditelinga istrinya.


"Bagus! dengan begitu kita gak perlu capek-capek nasehat in Ziand."


"Hahaha kapan mau dimulai mah?"


"Cepat-cepat aja deh pa, mom males liat wanita ular itu deket-deket sama Ziand, kalo bukan karena calon cucu kita, mom udah usir dia." cerocosnya.


"Sabar mom, kita mulai permainannya dengan santai asalkan lancar."


***


Permainan sudah dimulai, Fernand mulai menyusun rencana sedetail mungkin agar berjalan dengan baik.


"Tarik semua saham mu di perusahaan Ziand." ucap Fernand dengan sang penelepon.


{....}


"Tarik saja, setelah itu temui aku di mansion. Akan ku jelaskan disini."

__ADS_1


{...}


"Jangan! jika Ziand bertanya kenapa kau menarik saham mu, berikan alasan yang logis!"


{....}


"Ya baiklah terimakasih, aku tunggu dikediaman ku."


{...}


"Hm."


Telepon berakhir, Fernand menelpon seluruh kerabat-kerabatnya untuk menarik saham di perusahaan Ziand.


***


F'M Company


"Kenapa bisa dia menarik semua saham nya max!!" teriak Ziand frustasi


"Entahlah tuan, mereka beralasan....."


"Arrgghh!! kenapa jadi seperti ini, apa perusahaan kita bermasalah!?"


"Ku rasa tidak tuan, saya akan selidiki lebih dalam lagi."


Max masuk kembali ke ruangan kerja milik atasan. Betapa terkejutnya ia, melihat ruangan Ziand sangat berantakan. Baru ditinggal 10 menit saja sudah seperti kapal pecah. Lembaran kertas bertaburan kemana-mana, beberapa Vas pecah, seluruh dokumen yang tertata rapih, kini benar-benar kacau.


"Apa yang kau dapatkan sekarang Max?" tanya Ziand lirih.


"Tidak ada tuan, saya tidak menemukan apapun." Max semakin menundukkan kepalanya melihatnya sang atasan yang menyedihkan.


"Hufft, sudahlah aku akan menemui ayah dulu."


***


Mansion MOORE


Mobil hitam milik Ziand memasuki pekarangan mansion tersebut, sedikit ada kecurigaan karena pada saat Ziand memasuki mansion itu, mobilnya berpapasan dengan beberapa mobil lainnya. Tapi kecurigaan itu seketika lenyap, ia datang kesini untuk melaporkan perusahaannya dan mungkin saja ayahnya dapat membantu.


"Dad!! Dady!! Daaaaadddd!!!" teriaknya lantang memenuhi penjuru mansion.


"Apa sih son, ga perlu teriak-teriak juga. Dady mu di taman belakang." ucap Killa yang sedang menuruni tangga karena mendengar teriakkan keras putranya.

__ADS_1


Mendengar ucapan momy nya Ziand langsung lari menuju taman belakang membuat Killa mengerutkan keningnya heran.


"Dad!"


Byur!


Fernand yang sedang menyeruput coklat panasnya menyemburkan kembali karena terkejut dengan putranya yang tiba-tiba sudah disampingnya.


"Kau mengagetkan ku son, ada apa? kenapa wajah mu panik sekali huh?"


"Seluruh investor mencabut semua sahamnya di perusahaan milikku dad." ucap Ziand to the point.


"Lalu?"


"Hah!? lalu katamu dad? kita harus bagaimana!? perusahaan diambang kehancuran, Max sudah menyelidikinya tetapi nihil."


"Huufft, kita bicarakan didalam saja son."


***


"Duduklah, ada beberapa hal yang memang harus kita lakukan."


"Ada apa dad?"


Fernand mulai menceritakan semuanya tentang dirinya yang tertipu beratus-ratus juta dan semua asetnya akan disita sementara sampai ia bisa melunasi semua.


Tentu saja Fernand hanya mengarang saja cerita itu.


"Ap .... apa!? jadi kita harus pindah dad!? lalu bagaimana dengan perusahaan itu."


"Kau harus menjualnya son, ini benar-benar darurat."


Ucapan Fernand membuat bahu Ziand merosot, lemas sekaligus syok mendengar semua itu.


"Kita memiliki waktu sampai esok untuk mengosongkan rumah ini Zi, jadi beritahu istri mu untuk bersiap-siap meninggalkan mansion."


"Hanya ini yang bisa kita lakukan Ziand, dari pada kita harus berhutang kesana-kemari lebih baik kita kosongkan saja dulu. Ini hanya untuk sementara percayalah."


Ziand tak bergeming ditempatnya, tetesan air matanya mulai membasahi pipinya. Perusahaan yang ia bangun dengan sungguh-sungguh kini harus ia tinggalkan. Apalagi sekarang ia akan memiliki seorang anak, bagaimana nasib anaknya nanti.


Setelah perbincangan itu, Ziand kembali ke mansionnya untuk berbicara dengan Anggelina.


Mohon maaf bngt, daripada hari ini gak up. Jadi Dewi cuma bisa up segini, bener² lagi sibuk banget. Apalagi sekarang sekolah tatap muka jadi harus pinter-pinter bagi waktunya.

__ADS_1


Niat hati ingin doble part eh malah ada tugas keterampilan, mendadak.


Sekali lagi mohon maaf.


__ADS_2