GADIS KECIL

GADIS KECIL
Mengetahui.


__ADS_3

Happy Reading.



Mengetahui.


Max memenuhi perintah Ziand untuk menyelidiki wanita manis yang berada difoto tersebut. Saat data-data milik Cia terkumpul, ada sedikit informasi yang Max korek lebih dalam.


Deg!


Jantung Max berdegup kencang, melihat foto-foto Cia bersam Vivi. Gadis yang ia cari beberapa tahun lalu, bahkan setelah satu tahun Max mencari data informasi milik Vivi. Sayangnya, Max hanya menemukan separuh informasi saja.


Pandangan Max teralihkan. Apa ini!?


"Morgan Al Gara, kenapa wajahnya sangat mirip dengan Ziand saat kecil. Dan sejak kapan nona Disya menjadi sangat dekat dengan wanita itu, bahkan Disya sampai mengeluarkan senyum manisnya yang pernah ia keluarkan selama ini." batin Max.


Titt! Tiit! Tiit!


Alaram handphone Max berbunyi, itu berarti ia harus memberikan informasi yang ia dapat sekarang juga.


Tap Tap Tap


Suara sepatu pantofel milik Max terdengar dilantai paling atas gedung itu.


"Tuan, saya sudah menemukan beberapa informasi." ucap Max saat tepat berada didepan atasannya.


"Bacakan Max." titah Ziand yang langsung diangguki Max.


"Nona Gracia Azella, berumur 25 tahun. Pemilik The Natural Fragrance, toko parfum yang terkenal di kota ini. Memiliki putra yang bernama Morgan Al Gara."


"Bagaimana dengan suaminya?" sela Ziand.


"Nona Gracia belum menikah tuan, eumm ... maksudnya ia mengalami accident beberapa tahun lalu hingga ia mengandung tanpa ada yang bertanggung jawab. Putranya kini berusia tidak jauh dengan nona Disya." jelas Max membuat degup jantung Ziand berpacu kencang.


Potongan-potongan ingatan ia memper*o*a gadis dahulu kembali berputar di otaknya.


"Cukup! tinggalkan berkas itu disini Max, dan kau keluarlah." perintah Ziand, ia memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.


***


Siang harinya, Disya dan Morgan sudah keluar. Rencana Cia hari ini adalah mengajak Disya dan Morgan ke toko parfumnya.


The Natural Fragrance


"Wahh, ini toko milik bunda?" tanya Disya antusias melihat besarnya toko parfum tersebut.


"Right, ini milik bunda sayang. Sudah ayo masuk, aunty Vivi udah nungguin lho." ujar Cia mengelus rambut Morgan dan Disya.


"Ayo lari kakak, siapa yang memegang aunty Vivi lebih duli. Dia yang menang." ajak Morgan yang sudah lari lebih dulu.


"Haishh, Morgan curang." pekik Disya menyusul Morgan.

__ADS_1


"Disya, Morgan jang ... Huuh, selalu saja." kesal Cia.


Saat sedang kencang-kencangnya Disya berlari, ia tidak terlalu fokus dengan jalan. Hingga...


Brugh!


Disya menabrak kaki milik wanita hingga membuatnya hilang keseimbangan dan jatuh kelantai.


Killa berjongkok hendak membantu gadis cilik tersebut yang sedang mengusap lengannya, namun ia terhenti saat wanita cantik nan manis berlari mendekat dan mengangkat tubuh gadis itu.


"Sayang, kan bunda sudah bilang. Jangan lari-lari." cerocos Cia mengusap lengan Disya yang memerah.


"Maaf bu, putri saya tidak sengaja. Ayo sayang, minta maaf." lanjutnya.


Killa menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, Disya mulai mengangkat kepalanya dan melihat wanita yang ia tabrak. Pandangan Disya dan Killa bertemu, membuat keduanya sama-sama kaget.


"O .. oma."


"Disya." ucap keduanya bersamaan.


***


Ziand kini sedang mengutak-atik laptopnya dengan ditemani kekasih-kekasihnya. Ohya, tentu saja siapa lagi kalau bukan tumpukan kertas-kertas di mejanya.


Niat hati ingin lembur agar bisa mengorek informasi lebih dalam tentang Gracia. Namun, mommy nya menelpon meminta untuk dijemput di toko parfum yang ia dengar adalah milik wanita itu.


Ziand kedalam toko tersebut disambut dengan baik oleh para karyawan.


"Benar." sahut Ziand singkat.


"Tunggu sebentar tuan, akan saya panggilkan beliau." balasnya.


Cukup lama Ziand menunggu, terlihat ibunya dan wanita yang sedang menggendong Disya menuruni tangga.


"Cantik." gumam Ziand.


"Benar-benar cantik, ternyata lebih manis daripada di foto itu." lanjutnya.


"Ziand, sudah lama menunggu." ucap Killa membuyarkan lamunan Ziand.


"Lumayan mom." jawab Ziand langsung mengambil Disya dari gendongan Cia, membuat tidur Disya sedikit terganggu.


"Ya sudah, tante pulang dulu ya. Titip salam untuk Mirgan dan Vivi, jangan lupa minggu depan main ke rumah tante." pamitnya memeluk Cia.


"Hati-hati tante." balas Cia, melambaikan tangannya saat mobil Ziand melaju.


Cia kembali menaiki anak tangga yang membawanya ke ruang kerja miliknya, sampai disana Cia mendapati putranya yang baru bangun dengan keringat bercucuran.


"Sayang, kamu kenapa hm. Mimpi buruk?" tanya Cia.


Morgan menggeleng pelan, menyusuri ruangan tersebut. "Dimana kak Disya?" tanyanya Seketika.

__ADS_1


"Disya sudah pulang boy, tadi dia dijemput ayahnya." ujar Cia membuat Morgan lesu.


"Yah, padahal tadi Morgan mau ikut pamitan." jawabnya dengan raut wajah kecewa.


"Tidak apa, besok kita bisa bertemu dengannya lagi." Cia membawa Morgan ke pelukan hangatnya.


***


Di kediaman Harso.


Dahulu memang Cia yang dijadikan sumber uangnya, tapi kini Tara lah yang mereka andalkan. Sifat Hasro dan Sania tetap tidak berubah, bahkan lebih parah dari sebelumnya.


"Mana uangnya." pinta Harso menodongkan tangannya.


"Aduh yah, Tara belum gajian." akunya.


"Halah bohong! siniin tas kamu." ketus Sania menarik paksa tas kerja putrinya.


"Ini apa huh! bilang aja gak mau ngasih." sarkas sania.


"Jangan mah, itu untuk keperluan Tara."


"Bodo amat, lagian mana!? katanya mau jadiin atasan kamu sumber bank bagi keluarga kita." cibir Sania membuat Tara tertunduk lesu.


"Sabar mah, ini masih awal proses."


"Mah, yah! tadi Tara liat Cia. Ah sekarang Cia bahkan sudah lebih kaya dari kita." pancing Tara.


"Bener, ayah juga liat kemarin. Cia sama mama pergi ke restauran mewah." timpal Harso.


"Really? uh, kita harus dapetin perhatian Cia dan tinggal kita porotin deh hartanya." jawab Sania membuat Tara menyeringai.


***


Sesampainya di mansion, Ziand membaringkan putrinya di kamar dan turun ini bergabung dengan ayah dan ibunya.


"Mom, ada apa sih? keliatannya serius banget." ujar Fernand mengamati wajah serius milik istrinya.


"Mom, tadi mommy bilang ada yang mau dibicarakan. Bicara tentang apa sih mom." lanjut Ziand.


"Akhirnya! mom tau apa yang membuat cucu mommy selalu tersenyum ceria sekarang." pekik Killa bersemangat.


"Maksudnya?" tanya kedua laki-laki itu bersamaan.


"Tadi itu...."


Tinggalkan jejak sebagai apresiasi kalian:)


Satu dukungan sangat berharga bagi saya, dengan itu saya lebih semangat dalam menulis.


Typo bertebaran, saiya mencoba untuk merevisi ulang. So, do not worry><

__ADS_1


__ADS_2