
Leonard Jeremy Zander
Putra dari adik Fernand yang berarti adalah saudara dari Ziand, karena Leon tinggal di Australia membuatnya jarang bertemu dengan saudaranya satu ini. Umur Leon jauh lebih muda dari Ziand, tapi jangan kira harta Leon tidak ada apa-apanya. Kekayaan keluarga Leon dan keluarga Ziand sebelas dua belas.

Flashback on
Salah satu bandara terkenal di kota xx, laki-laki bertubuh kekar dengan wajah sangarnya dan kacamata hitam yang bertengger manis di pangkal hidungnya.
Leon keluar dari jet pribadinya dan mulai mengendarai mobil Koenigsegg CCXR menuju. F'M Company. Sampai di perusahaan tersebut Leon langsung masuk tanpa mengindahkan peringatan resepsionis beserta scurity perusahaan tersebut.
Walaupun begitu, Leon masih memiliki sopan santun jika akan memasuki ruangan saudaranya. Cukup lama ia mengetuk pintu itu membuat dirinya kesal.
Leon berdecak sebal saat mengetahui ternyata Ziand tengan melamun dengan bolpoin yang diketuk-ketuk pada hidungnya.
"Apa ini pekerjaan mu Zi?" cibir Leon langsung mendudukkan bokongnya di sofa ruangan tersebut.
Ziand masih sibuk dengan lamunannya tidak menyadari jika ada Leon di ruangan itu.
Pluk!
Saking kesalnya ia dengan Ziand, Leon mengambil salah satu spidol dan melemparkannya tepat mengenai kepala Ziand. Max yang baru saja masuk ke ruangan tersebut, bukannya mencegah Leon justru ia tertawa terbahak-bahak dengan wajah Ziand yang tak terusik sama sekali.
"Crazy! sebenarnya dia kenapa sih." gerutunya.
"Biasalah, masalah wanita." bisik Max.
__ADS_1
Leon berdecih pelan. "Dia belum move on dari Anggelina?" tanyanya yang ikut berbisik.
"Tentu saja bukan." sahutnya.
"Tidak perlu membicarakan diriku dengan berbisik." ketus Ziand yang sudah sadar dan memandang datar Leon beserta Max.
"E ... eh akhirnya sadar juga CEO kita." ucap Leon melirik pada Max lalu mengedipkan sebelah matanya.
"Pas sekali, ada dirimu Leo. Bantu Max untuk menyelidiki latar belakang keluarga UYE dan ibunya Morgan sekaligus."
"Namanya nona Gracia tuan." timpal Max menggoda atasannya.
"Brisik, lakukan saja." sahut Ziand mengalihkan pandangannya ke laptopnya.
"Siapa keluarga UYE? Dan juga siapa nona Gracia?" tanya Leon tidak mengerti apa-apa.
"Gracia she is Anggel." bisik Max membuat Leon tertawa terbahak-bahak.
Ziand menatap tajam Max agar tidak berbicara macam-macam dengan Leon. Seakan mengerti tatapan itu membuat Max gelagapan dan langsung pamit keluar disusul dengan Leon, karena Leon sangat-sangat penasaran dengan si Gracia-Gracia itu.
Flashback off
Ketiganya kini sudah berkumpul kembali dengan Max yang membawa beberapa lembar foto dan map yang berisi informasi yang ia dan Leon dapat.
"Gracia Azella putri dari tuan Harsono Gatris Uye dan Sania Uye. Merupakan putri terakhir dan memiliki seorang kakak Altara Maldeva Uye, hanya saja nona Gracia tidak diberikan nama marga dari ayahnya. Nona Gracia selalu diperlakukan tidak baik sejak ia bayi. Karena saat nyonya Sania mengandungnya, ia kepergok selingkuh dengan pria tua tapi kaya raya maka dari itu tuan Harso tidak mengakui jika nona Gracia adalah putrinya. Blablablablabla."
"Cukup Max, terlalu bertele-tele. Jelaskan tentang kehamilannya." titah Ziand.
__ADS_1
"Nona Gracia diusir dan dicoret dari kartu keluarga karena ia ketahuan hamil sebelum menikah, hingga nona Gracia memutuskan untuk tinggal bersama nenek dan kakeknya didesa yang cukup jauh dari kota. Awalnya nenek dan kakek nona Gracia sangat marah mendengar cucunya hamil terlebih dahulu sampai-sampai masyarakat di desa tersebut mencemoohnya. Tetapi nona Gracia tidak memperdulikan itu hingga ia membangun usaha parfumnya sampai sekarang berkembang pesat. The Natural Fragrance kini memiliki cabang cukup banyak. ~~~~"
"Tinggal di desa? membangun usaha? dicemooh oleh masyarakat? Kasihan sekali nasib wanita itu." batin Leon.
Ziand memejamkan matanya sejenak dan membukanya kembali, guna menetralkan rada sesak di dadanya. "Maafkan laki-laki brengsek ini Grac, tunggu waktunya saya akan membongkar semua ini walaupun saya tau kau tidak akan menerimanya tapi aku akan berusaha mendapatkan mu dan putra ku tentunya." batin Ziand penuh tekad.
"Max, kumpulkan semua berkas-berkas yang membuktikan bahwa Morgan memang benar putraku. Dalam waktu dekat aku akan memberitahukan ini semua." perintahnya.
Leon yang tidak tau apa-apa hanya terdiam tapi saat mendengar ucapan Ziand 'Morgan memang benar putraku' apa maksudnya.
"Heh, apa yang kau katakan. Bukannya kau memiliki satu putri saja. Apa maksudnya Morgan itu putra mu?" tanyanya.
"Silence! aku akan pulang untuk membicarakannya pada ayah dan ibu. Mau ikut atau tidak?" tanya Ziand menoleh pada Leon yang masih berpikir.
"Tidak-tidak, kau pulang lah. Dari pada kau tak mau memberitahukan ku tentang itu, lebih baik aku minta Max untuk menjelaskannya. Sekaligus menyelidiki foto wanita-wanita yang baru diunggah di media sosial si Gracia-Gracia itu." tolaknya dengan nada menyindir.
Kepo, adalah salah satu sifat dasar Leon. Jika ia belum mengetahui sampai akar-akarnya, maka pantang baginya untuk tidak mencari tahu. Membuat Ziand terkadang jengah dengan sifat saudaranya ini.
Tentang foto wanita-wanita itu adalah foto Cia bersama dengan Vivi, Cala, dan Hana. Mereka berfoto saat di pantai minggu lalu namun Cia baru mengunggahnya sekarang.
Perhatian Max memang terarah pada Vivi, namun berbeda dengan Leon. Leon memang mengagumi wajah cantik Cia, namun ia lebih tertarik pada Cala yang tersenyum dengan gigi putihnya berjajar rapih.
Membicarakannya pada ayah dan ibu?
Dalan waktu dekat akan memberitahu?
Bagaimana jika mantan istrinya tiba-tiba datang?
__ADS_1
Tinggalkan jejak sebagai apresiasi kalian:)
Sebenarnya ini part untuk kemarin malam, tapi karena kemarin itu lagi hujan disertai dengan petir dan kilat jadi aku urungkan untuk mengunggahnya. Mau gimana lagi, takut kesamber juga.