GADIS KECIL

GADIS KECIL
Melamarnya


__ADS_3

... Happy Reading...


... •...


3 hari berlalu, keadaan Morgan kini juga sudah sangat sehat dan stabil. Akhirnya, hari yang Morgan tunggu-tunggu tiba. Hari dimana ia bisa pulang kerumahnya dan memeluk mainan-mainannya yang ia rindukan.


Setelah tiga hari lalu pengakuan Ziand sebagai ayahnya membuat Morgan terkadang canggung, untunglah ada Cia yang selalu mencairkan suasana.


••The Natural Fragrance••


Seluruh karyawan toko memutuskan untuk ambil cuti satu hari untuk menyambut kepulangan Morgan, tentu saja atas izin dari Vivi selaku wakil dari Cia.


Mansion milik Cia dipenuhi dengan aneka hiasan yang tampak mencolok. Sangat indah dan terkesan mewah.


Mobil mewah milik Ziand sampai di gerbang yang menjulang tinggi dan terbuka otomatis.


"Akhirnya sampai." ucap Ziand mengalihkan pandangannya ke putranya dan calon istrinya.


Ziand mengitari mobil dan membukakan pintu untuk keduanya, Cia tersenyum tipis menggandeng tangan putranya untuk turun dari mobil itu.


Saat Cia hendak mengambil barang-barangnya yang berada di bagasi mobil, Ziand dengan cepat menahan tangan wanita itu.


"Biarkan mereka yang membawanya masuk." kata Ziand melirik para anak buahnya yang berjajar rapih.


"Eumm … oke, terimakasih."


Ketiganya berjalan menuju pintu mansion itu dengan beriringan, hingga…


Dor


Dor


Dor

__ADS_1


Baru saja Cia membukanya, sambutan ramai itu bersautan. Dengan sepanduk besar yang bertuliskan 'Welcome to home Morgan Al Gara' bahkan lantainya pun di gelar karpet merah membuat Cia menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Morgan mendengus dengan wajah datarnya. "Ck! seperti menyambut presiden saja." ucapnya membuat semua orang tertawa.


Tawa mereka berhenti saat Disya berteriak dan berlari menuju Morgan untuk memeluknya. Setelah pertemuan Disya dan Morgan yang baru sadar 3 hari yang lalu, inilah hobi baru Disya terus menerus memeluknya.


Semua orang berbincang-bincang, termasuk Leon dan Vivi. Keduanya tengah berbincang tentang Leon yang ingin melamar sahabatnya itu, Cala.


"Vivi tunggu!" cegah Leon saat melihat Vivi yang hendak pergi.


Vivi yang mulai kesal, menepis tangan Leon dan kembali menatap pria itu.


"Apalagi astaga, jika kau ingin melamarnya ya sudah lamar saja."


"Bukan begitu … eumm … arrgghh aku lupa akan mengatakan apa tadi." geram Leon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Vivi yang sudah terlanjur kesal, meninggalkan Leon begitu saja dan menyusul Cia dan ibunya.


•••


"Aku kembali suamiku ah tepatnya mantan suamiku." ucap wanita cantik dengan gaya mewah dengan menarik kopernya.


Wanita itu menaiki mobil bodyguard nya menuju apartemen yang akan ia tinggali.


"Sejauh mana kalian menyelidikinya?" wajah angkuhnya membuat bodyguard nya malas, jika bukan karena bayarannya yang besar mereka tidak mau bekerja dengan wanita ini.


Salah satu bodyguard membacakan hasil penyelidikan yang ia dapat beberapa minggu lalu, tidak semua tentunya karena orang yang ia selidiki menutup semua akses.


"Ah ternyata benar, tidak masalah jika ia sudah menikah nanti. Aku akan tetap merebutnya hahaha."


Sampai di apartemen, wanita itu membuka kopernya dan mengambil secarik foto laki-laki tampan dengan pakaian formalnya.


Perlahan ia mengusap foto itu dengan menyeringai. "Sabar sayang, tunggu saja aku memulai permainannya dan bom! Kau akan menjadi milikku lagi, Ziand."

__ADS_1


•••


Semua orang didalam mansion itu berteriak heboh saat Ziand mengungkapkan rasa cintanya untuk Cia, para bodyguard milik Ziand menatap tidak percaya pada tuannya.


Ziand yang terkenal dingin dan tidak pernah berbicara panjang lebar kini sedang melamar wanitanya dengan kata-kata manis. Menggelikan memang tapi mereka juga ikut berbahagia dengan ini.


Semuanya berteriak saat Cia menerima lamaran dari pria itu, Ziand juga ikut berteriak kencang membuat mereka tertawa terbahak-bahak.


"Selamat son, jadi kapan kalian akan menikah." ucap Fernand menepuk pundak putranya.


"4 hari lagi, iyakan sayang"


Ucapan Ziand membuat Cia melotot, secepat itukah?


"Apakah itu tidak terlalu cepat?" tanya Haston dan Fernand bersamaan.


"Lebih cepat lebih baik." timpal Vivi memprovokasinya dengan menaik turunkan alisnya.


"Tentu saja tidak terlalu cepat, kalau perlu hari ini juga aarrgghh!" Ziand mengehentikan ucapannya saat Cia mencubit lengannya dengan keras. Ziand menoleh menatap Cia dengan wajah tanpa dosanya.


"Jangan main-main." bisik nya memperingati.


Tanpa memperdulikan para orang dewasa yang sedang berbincang, Morgan berjalan dengan wajah datarnya mendekati Ziand dan merentangkan tangannya meminta untuk di gendong. Sama seperti Disya, Morgan juga memiliki hobi baru yaitu meminta di gendong jika Morgan mengantuk.


"Uuuhh, manjanya cucu oma." timpal Mommy Killa melihat Ziand yang tengah menggendong putranya dengan menepuk pelan punggung Morgan.


Disya mengerucutkan bibirnya pertanda ia iri, tak ingin kalah dengan Morgan. Disya juga mendekati Cia untuk memintanya pelukan hangat, sudah lama ia tak memeluk Bundanya itu.


"O o o, Disya juga gak mau kalah ya." ucapan Vivi membuat orang dewasa itu terkekeh.


***Tinggalkan jejak sebagai apresiasi kalian:)


Ada yang tau siapa sih wanita itu***?

__ADS_1


__ADS_2