
Ternyata ia adalah seorang gadis cantik. Setelah melepaskan kain yang menutupi rambutnya, ia menjadi seorang gadis dengan wajah putih dan rambut hitam. Hidung mancung, kulit lembut dan senyuman menawan.
Anting-anting indah di kedua telinganya membuatku iri.
“Jika kau hanya datang ingin memamerkan wajah cantik dan anting-antingmu, bukan di sini tempatnya.”
Aku tetap fokus dengan gambaranku.
“Aku tidak pamer.”
“Lalu apa? Apakah kau hanya ingin menunjukkan wajah aslimu yang lebih cantik dariku? Dan membuatku iri denganmu? Maaf, aku tidak tertarik denganmu.”
“Aku datang karena–”
__ADS_1
Tiba-tiba perkataannya terputus dan sesuatu tiba-tiba jatuh dari langit membuat tanah bergetar hebat. Aku beberapa saat tidak bisa mengendalikan tubuhku. Lalu, asap tebal tiba-tiba menghalangi pandanganku.
Aku berusaha berdiri dan mencari apa yang terjadi, tetapi tiba-tiba kepalaku pusing dan tidak sadarkan diri.
*****
Satu. Hanya satu hari ia berpisah denganku, aku merasa sudah satu tahun. Perasaan rindu ini bukan pertama kalinya aku rasakan, tetapi entah mengapa rasa ini lebih kuat dari sebelumnya. Apakah ini terasa karena hubungan ibu dan anak?
Tidak akan ada yang tahu tentang itu, jika orang mengatakan iya, maka itu hanya untuknya, tidak ada yang tahu kenyataannya. Anakku juga pasti akan merasa hal yang sama sepertiku; merindukan penerangan rumah, suasana, lingkungan dan orang-orang di dalamnya. Walaupun ia selalu marah denganku, ia tidak akan pernah membenciku, Karena aku adalah tempatnya pulang sebelum menikah.
Aku tidak tahu apa yang di rasakan buah hatiku? Atau bungaku di sana, tetapi aku yakin, ia pasti akan merindukanku sama seperti apa yang aku rasakan ketika kecil.
Aku terlahir di keluarga yang tidak mampu. Di sana, menganggap anak di lahirkan untuk membantu dan menolong orang tua, berbakti hingga tua. Jika bertanya mengapa, mereka akan mengatakan karena orang tualah membesarkan dan melahirkan kita.
__ADS_1
Aku menerimanya, tetapi saat ini aku sadar, bukan aku yang ingin di lahirkan, tapi itu terjadi begitu saja. Atau lebih tepatnya karena keinginan orang tua atau mungkin karena kecerobohan mereka. Tetapi apa yang terjadi sudah terjadi, besi tebal yang bengkok sulit untuk di luruskan.
Jika anak itu tumbuh menjadi penjahat, maka aku tidak bisa menyalahkannya, aku akan menyalahkan orang tuanya karena tidak becus mendidiknya dengan baik. Jika mereka berkata, sudah melakukannya dengan baik dan menganggap anaknya bermasalah, maka aku akan berkata, ‘apakah semuanya cara, metode dan waktu telah di lakukan? Aku menduganya tidak.’
Aku menghela nafas, akhirnya satu surat telah aku buat untuk putriku. Jika kelak nanti ia datang, maka ia akan melihatnya.
Aku pernah mendengar, ketika seseorang menulis, kepingan-kepingan jiwa mereka akan bersemayam di tulisan yang telah di buatnya. Apakah itu benar? Tidak ada yang tahu.
Aku menulis sebuah cerita tentang perjuangan dua seorang gadis, yang satunya bangsawan dan satunya tidak. Mereka saling mengagumi satu sama lainnya. Apakah tertarik? Ikutilah ceritanya.
Aku berdiri dan memandang ke luar jendela. Sore ini hujan gerimis berjatuhan di langit biru. Burung-burung mengepakkan sayapnya di salah satu cabang dekat rumah.
Pemandangan ini begitu indah, jika menganggapnya begitu dan jelek.
__ADS_1
Aku kemudian berjalan ke pintu keluar. Ketika aku membuka pintu, kabut tiba-tiba turun. Dari kabut itu aku samar-samar melihat bayangan seorang gadis, kemudian menghilang, lalu di gantikan dengan bayangan seorang pria, kemudian kabut pung menghilang. Tidak ada apa-apa di sana, sama seperti harapan yang begitu indah di bayangkan tetapi tidak ada satu pun yang sesuai.