Gadis Kesayangan

Gadis Kesayangan
bab 1


__ADS_3

Di sebuah kamar seorang gadis terjaga dari tidur panjangnya yang mulai menyesuaikan cahaya yang masuk ke indra penglihatannya.


Dia merasakan tenggorokannya kering dan ingin air membasahinya agar hilang dahaganya.


Air,,,,, dengan suara lemah tapi masih bisa di dengar oleh orang yang menjaganya.


Qwen kamu sudah bangun kata seorang maid, dan memberikannya air minum, kemudian maid itu pergi memanggil tuannya.


Tok,,,tok,,, tok,,,


Masuk,,,,


ada apa??? kata si pemilik kamar


maaf tuan,,,,Qwen sudah bangun kata maid tersebut.


tanpa mendengarkan ucapan maid tersebut, sang tuan langsung keluar dari kamar dan berlari menuju kamar sang gadis tersbut fan menghampirinya,


Qwem kamu sudah bangun??? membelai wajah cantik sang gadis.


sang gadis heran dan bertanya"kamu siapa?? "

__ADS_1


dengan wajah bingung sambil mengerutkan dahinya


hmmmm,,,, Qwen,apa kamu benar benar tidak mengenalku???


sang gadis menggeleng dengan segala kebingungannya


hmmmm,,,,,,baiklah itu tidak masalah, yang penting kamu sudah bangun dan masalah siapa aku nanti kita bicara lagi, sekarang aku harus menghubungi seseorang dulu,sambil mengelus kepala si gadis dia tersenyum dan pergi.


"hallo hyung, ada apa? "kata orang d seberang sana


"cepatlah pulang dan cek kondisi tubuh jiya


karena dia sudah sadar"


kenan pun mematikan hpnya.


dan kembali kemar jiya. inilah Lee Kenan kakak pertama Jiya, orang yang terkenal dingin kepada semua orang tapi menghangat ketika bersama keluarganya, yang banyak di gilai oleh para kaum hawa.


Kenan menyuruh pelayan membawakan bubur untuk jiya


sementara itu docter tampan yang tadi di telp oleh Kenan tadi dengan buru buru melajukan mobilnya untuk cepat sampai di rumahnya karena sudah tidak sabar untuk melihat gadis kesayangannya yang telah bangun dari tidur panjangnya karena sudah beberapa bulan terbaring koma dengan nyenyaknya

__ADS_1


clekkk,,,, pintu kamar jiya terbuka,masuklah seorang maid membawa nampan berisi bubur yang di minta kenan dan meletakkannya di atas nakas samping tempat tidur.


Qwen,,,,,,kamu makan bubur ini dulu ya,,,, kata kenan


jiya mengangguk setuju


kenan dengan telaten menyuapi adiknya.


setelah ini apa kamu mau mandi Qwen??


tidak,,,,, nanti saja kata jiya karena masih merasa canggung


maaf,,,,aku harus panggil apa padamu??dengan polosnya jiya bertanya


betapa sakit hati kenan mendengar adiknya bertanya seperti itu.


kamu boleh panggil oppa,,,,,kata kenan yang sudah tidak tahan melihat sang adik seperti itu dan segera memalingkan wajahnya karena menahan cairan bening yang hangat akan menetes.kemudian segera pergi keluar dari kamar jiya, tapi sebelum pergi kenan berpesan kepada maid agar menjaga jiya dengan benar dan berkata pada jiya bahwa akan ada seseorang lagi yang datang untuk bertemu dengannya.,tapi masi di jalan.


jiya turun dari ranjang dan melihat jendela kamar yang transparan itu kearah bawah,betapa indah pemandangannya.


jiya berpikir keras kenapa dia tak dapat mengingat semua yang ada di rumah itu.

__ADS_1


tapi kenapa mereka bilang mereka mengenalku, sementara aku saja tidak ingat dan semakin lama jiya mengingat maka kepalanya semakin sakit, maid yang melihatpun langsung membawa jiya duduk di ranjang dan menyuruh jiya untuk istirahat kembali, sambil menunggu majikannya yang satu lagi tanpa beranjak dari kamar majikannya yang sedang sakit.



__ADS_2