Gadis Kesayangan

Gadis Kesayangan
Bab 72


__ADS_3

"baiklah…jika kalian diam…maka aku akan mencarinya sendiri…dan akan kupastikan kalian keluar dari kantorku dan tidak akan di terima di manapun juga untuk bekerja"(in jun)


"rey…"(in jun)


"ini tuan muda"(asisten rey)


"bagus rey…sekarang juga pecat mereka dan pastikan apa yang aku katakan berlaku…karena sudah berani menyakiti istriku…"(in jun)


"baik tuan muda"(asisten rey)


sang resepsionis dan security yang tadi telah menyakiti jiya menjadi pucat dan lemas seperti tak ada tulang mereka.


in jun langsung menggendong jiya ala bridalstyle masuk ke dalam lif untuk menuju ruangannya.


setelah sampai… in jun menurunkan jiya perlahan di sofa dan mencari p3k untuk mengobati luka jiya.


"issss…pelan pelan…perih tau…"(jiya)


"iya aku tau…"(in jun)


dengan telaten in jun membersihkan luka itu…lain halnya dengan jiya…yang memperhatikan wajah in jun yang sedang marah…baginya ini adalah hal langka…melihat in jun begitu serius menatap luka yang sedang diobatinya.


"honeyyy…"(jiya)


"hmmm"(in jun)


"apa kamu marah…"(jiya)


"menurutmu"(in jun)

__ADS_1


"jadi…apa yang membuatmu marah…"(jiya)


"huuuuu…kamu tidak bisa bilang kalau kamu itu istriku…"(in jun)


"memang ada yang percaya"(jiya)


"tentu sa…"(in jun)


"☺☺☺tentu saja tidak ada yang percaya"(jiya)


jiya memotong ucapan in jun dan mengatakan apa adanya.


in jun terdiam…karena memang benar apa yang jiya katakan barusan.


"kenapa hmmm…aku salah bicara ya…"(jiya)


"huuuuu…sudahlah"(in jun)


"sayang…ada apa di bawah kok ribut sekali…"(cewek ****)


"kau…bisa tidak kalau masuk ruanganku ketuk pintu dulu…"(in jun)


"kenapa memangnya…aku kan calon istrimu…dan ayahku bilang aku bebas ke mari…dan siapa wanita itu??"(cewek ****)


"dia…"(in jun)


belum sempat in jun menjawab…jiya sudah lebih dulu menjawabnya.


"aku istrinya…"(jiya)

__ADS_1


"😏😏jangan mimpi nona…jelas jelas aku calon istrinya…"(cewek ****)


"terserah…"(jiya)


dengan sekali tarik in jun menghadap jiya…dan dengan lembut jiya m*****m lembut bibir in jun…dan in jun juga menikmati moment itu…


"kauuu😡😡beraninya kau m*****mnya…"(cewek ****)


"honey…apa kamu marah kalau aku m*****mmu…"(jiya)


"tentu saja tidak…bahkan aku ingin yang lebih…😉😉😉"(in jun)


"yang kebihhhh…maksudnya…"(jiya)


"ayo kita lanjut di dalam"(in jun )


"tapi masih ada dia di sini…"(jiya)


"biarkan saja dia…lagian sapa suruh dia kemari…mengganggu saja"(in jun)


jiya tersenyum miring melihat si cewek exi…lalu mengalungkan tangannya di leher in jun.


dengan sekali angkat in jun menggendong jiya menuju kamar yang ada di ruangannya itu.


sementara si cewek **** dengan marahnya meninggalkan ruangan in jun sambil menghentakkan kakinya.


sementara di dalam kamar kedua insan itu memadu kasih yang tiada habisnya…setelah puas in jun mandi dan kembali ke ruangannya…dan memanggil asistennya untuk mengurus kekacauan yang terjadi hari ini.


perlu di ingat ya…sebelum si cewek **** masuk ke ruangan in jun…dia pergi ke toilet…jadi dia tidak tau apa yang terjadi…dan setelah keluar dari toilet baru masuk ke ruangan in jun dan mendapatkan in jun sedang bermesraan dengan jiya.

__ADS_1


siang telah berganti sore…jiya menggeliat dan segera mandi dan memakai pakaiannya lagi…karena dia tidak memiliki pakaian di kantor in jun…lain halnya dengan in jun yang memiliki beberapa pakaian karena memang dari dulu in jun sering tidur di kantor sebelum menikah dengan jiya.


jangan lupa like dan coment…


__ADS_2