
pagi itu begitu cerah sehingga sinar matahari begitu hangat masuk ke dalam kamar seorang wanita melalui celah celah cendela yang mengusik tidur nyenyaknya.
"eeeuuuhhh…rasanya malas sekali hari ini untuk bangun...tapi mau bagaimana lagi…aku harus tetap bangun…semangat jiya💪💪💪 karena kamu harus bekerja hari ini"(jiya)
jiya menyemangati dirinya sendiri,karena dia sangat merindukan keluarganya…apalagi sang suami tampannya sudah pastilah.
hari ini jiya akan ke pantai dan memotret beberapa objek untuk di jadikan bahan percobaannya untuk membuat desaine.ketika sedang asik memotret jiya menabrak seorang ibu ibu yang sedang berjalan di pantai.
"brukk…awwww..."(jiya)
"kamu tidak apa apa nak???"(ibu ibu)
"ooo…tidak apa apa bu…cuma bokongku sakit"(jiya)
ketika ibu itu mengulurkan tangannya…
deg…jantung ibu itu langsung bergetar dan langsung membelai wajah jiya dan berkata…
"anakku…😢😢😢"(ibu ibu)
🤨🤨🤨jiya yang bingung mengerutkan keningnya lalu bertanya…
"maaf bu…apa ibu kenal saya???"(jiya)
"ya…kamu anakku…"(ibu ibu)
__ADS_1
jiya yang kaget sekaligus senang karena ada orang yang mau mengakui dia sebagai anak.
deg…jantung jiya berpacu dengan cepat mendengar ada yang mengaku ibu padanya.
"tapi bu…mommy saya sudah lama meninggal dan saya cuma punya oppa di rumah…"(jiya)
"tidak…kamu adalah putriku…putri yang selama ini aku rindukan…"(ibu ibu)
kemudian ibu itu menangis dan terduduk di pasir.jiya yang tidak tegapun ikut duduk sambil memegang tangan si ibu dan memeluknya.
"ibu…ibu di sini sama siapa??biar Qwen carikan mereka…"(jiya)
"tidak mau kembali lagi…ibu mau ikut kamu y…"(ibu ibu)
"tapi…bu…nanti Qwen di kira nyulik ibu…"(jiya)
"nama saya…Qwennara bu…"(jiya)
"boleh y…Qwen…ibu ikut kamu…"(jiya)
jiya melihat kiri dan kanan untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mencari si ibu.
"mmmm…ya udah dehhh ibu boleh ikut ji…eh…maksudnya Qwen☺☺…"(jiya)
kini jiya membawa si ibu ke apertementnya dan meperlakukannya seperti ia baru bertemu dengan sang mommy.kemudian jiya menghubungi sang oppa dan menceritakan semuanya.
kenan berjanji akan segera datang ke kota A bersama dengan kevin tentunya.setelah selesai menghubungi sang oppa…jiya membersihkan tubuhnya,kemudian menyiapkan untuk makan siang.
__ADS_1
setelah selesai jiya langsung memanggil ibu yang dia bawa pulang tadi untuk makan bersama.makan siang kali ini jiya ada teman di rumah dan itu membuat jiya menghilangkan sejenak kesepiannya.
makan siang berlalu dengan tenang karena jiya masi bingung…seandainya tadi ada yang melihat ibu itu ia bawa pulang,tentu orang orang akan menganggap bahwa dia telah menculik ibu orang lain.
"ibu…Qwen akan keluar sebentar y…karena bahan makanan di kulkas sudah habis jadi harus belanja…ibu Qwen tinggal sebentar g pa pa ya…"(jiya)
"pergilah Qwen…ibu istirahat ssja"(ibu ibu)
mungkin hari ini akan sangat sulit di lalui oleh jiya karena akan bertemu kembali dengan sang suami tercinta.
jiya memasuki sebuah supermarket di kota A,dan memilih beberapa bahan makanan untuk satu minggu.ketika sedang asik memilih jiya di kagetkan dengan suara seseorang yang memanggilnya dari belakang,orang yang sangat ia rindukan selama beberapa minggu ini.
jiya memutar badannya menghadap orang tersebut dan deg…jiya berasa seperti terkena serangan jantung karena apa yang ada di fikirannya itu benar benar terjadi.tapi sebisa mungkin jiya menetralkannya.
"Qwen…kamukah itu…"(in jun)
"ka…kamu salah orang karena aku bukan Qwen…"(jiya)
"Lee aura jiya yang telah menjadi nyonya muda kang"(in jun)
"maaf… sa…saya belum menikah…permisi saya harus segera pulang karena ibu saya sedang menunggu di rumah"(jiya)
jiya segera pergi meninggalkan in jun yang masih mematung kala mendengar ucapannya.
hayo…kita apain ni…babang ganteng ean woo....
__ADS_1
jangan lupa like dan coment y…