
"memangnya jika lupa bawa baju kamu harus lama di dalam sini hmmm"
senyum kenan yang mengembang dan ada sesuatu yang memang harus di tuntaskan agar sang istri tak lagi menganggap bahwa dirinya hanya untuk menyenangkan hati sang adik.
tanpa aba aba kenan langsung mencium ayyana dengan lembut dan lama kelamaan ciuman itu menuntut lebih.
"apa aku boleh meminta hakku???"
ayyana menatap mata kenan dan juga sebaliknya???"
ayyana mengangguk dan langsung saja kenan melanjutkan aksi yang tertunda.
kenan menggendong ayyana ala bridalstyle tanpa melepas pangutannya,dan meletakkan ayyana di kasur secara perlahan,kemudian melaksanakan ritualnya.
"honeyyy....bangun ji...lapar"
in jun membuka matanya perlahan dan menatap jiya yang sedang menatapnya.
"ada apa Qwennnn....apa masih sakit hmmm???"
"gak....cuma ji....lapar karena tadi dari rumah mommy ji...gak sarapan"
in jun mengerutkan keningnya mendengar ucapan jiya.
"baiklah sekarang kamu mau makan apa,,,???karena kebetulan ini sudah waktunya makan siang"
"mmmm,,,,ji....mau nasi goreng buatanmu"
"baiklah tuan putri,kamu tunggu sebentar aku akan masakkan untukmu"
"ji...ikutttt"
"baiklah ayo...."
in jun langsung menggendong jiya ala bridalstyle turun ke bawah menuju dapur untuk membuatkan nasi goreng sang istri.
__ADS_1
"baiklah....kamu di sini dulu ya??"
para maid terkejut melihat kedatangan nona mudanya ke dapur bersama suaminya.ada rasa bahagia yang tak dapat di ungkapkan melihat itu semua.
"Qwennn...tuan muda ada yang bisa kami bantu??"
"tidak ada...kalian kerjakan saja tugas kalian"
"baik tuan muda...kami permisi"
para maid meninggalkan sepasang suami istri tersebut di dapur.
"selamat datang tuan muda....nona"
"ohhh....ya..hyung di mana karena aku melihat mobilnya sudah ada"
"tuan ada di kamarnya...tuan muda"
"oooooo..."
"sayang....kamu mau ke mana???"
kevin tidak menghiraukan sang istri bertanya,malah terus berjalan ke dapur.
"Qwennnn...."
"hhhhhhh,,,,oppa,,,,"
"kapan kalian ke mari dan kamu sedang apa jun??"
"jiya,,,,minta di masakkan nasi goreng hyung"
"bukannya ada maid yang memasak Qwen...kenapa harus in jun yang masak??"
"ji...maunya jun yang masak,,,,apa ada yang salah???"
__ADS_1
"tentu saja tidak honeyyy,,,,"
tak....tak....tak....suara langkah kaki menuruni tangga dan mendekati mereka.
"Qwennnn,,,,apa kamu sudah baikkan???"
"he-emmmm,,,,"
"Qwennn....kamu sakit???"
"tadi iya,,,oppa,,,,,tapi sekarang sudah lebih baik kok...."
"biar oppa periksa,,,,"
"tidak mau,,,,nanti oppa bilang ji,,,,sakit parah"
"ya....kan tergantung sakitnya Qwennn,,,,"
"tetap tidak mau....karena ji...baik baik saja"
shin yang menyaksikan perdebatan antara kakak beradik itupun hanya menghela nafas,karena percuma salah satunya di belapun akan serba salah.
"sudahlah....sayang....lagian kalaupun jiya sakit di sini,bukan cuma kamukan docter di rumah ini,,,,nuna juga ada...mana mungkin nuna membiarkan jiya sakit...."
"na....itu benar sekali nuna...oh...ya nuna tolong cepat bawa suamimu naik ke kamar karena perasaan ji...masih marah padanya"
"ya ampun Qwennn....masih ingat aja tu...marah...perasaan udah beberapa hari lah...Qwen...seharusnyakan sudah lupa ya..."
"oh...no...no...no...no...ji...maih ingat ya....lagian ji....belum pikun"
shin segera menarik sang suami agar menjauh dari dapur agar tidak tambah panjang urusannya.
hai...teman teman...maaf ya kalau sedikit karena author masih dalam masa pemulihan dari kecelakaan.
jangan lupa like dan coment ya...
__ADS_1