
ketika kenan akan keluar pintu rumah…tiba tiba jiya memanggilnya dari tangga…
"oppa"(jiya)
spontan kenan berbalik dan melihat orang yang memanggil…karena ia mengenali suara yang memanggilnya.
"ada pa…Qwen"(kenan)
"oppa mau kemana…"(jiya)
"hmmm…mau kemana ya…🤔🤔🤔"(kenan)
"isssss…oppa…"(jiya)
"😂😂😂baiklah baiklah…oppa mau beli rujak untuk nunamu…di ujung komplek ini…"(kenan)
"ji…ikut ya…"(jiya)
"🤨🤨🤨 mmmm…baiklah ayo…"(kenan)
kenan dan jiya pergi membeli rujak yang di pinta ayyana…
tapi…ntah mengapa jiya begitu antusias melihat berbagai macam buah yang menjadi menu rujak itu…dia sampai menelan ludahnya kasar karena melihatnya saja…
kenan yang menyadari sang adik begitu fokusnya pada si rujakpun…menawarinya…
"Qwen…apa kamu juga mau…"(kenan)
"iya😊😊😊apa oppa bawa uang lebih…"(jiya)
"☺☺☺jika hanya rujak oppa bawa uang lebih…atau kita suruh saja ke rumah…biar semua bisa makan…"(kenan)
"boleh juga…tapi ji…mau dua bungkus dulu…layaknya enak…"(jiya)
kenan tersenyum melihat sang adik…kemudian memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada penjual rujak itu…dan menyuruhnya untuk menuju kediaman keluarganya.
"paman…ini uangnya dan saya borong semua rujaknya…tapi paman ke rumah saya ya…ada yang sedang hamil juga di rumah selain istri saya…"(kenan)
__ADS_1
"baik tuan…saya segera ke sana…"(penjual rujak)
setelah mendapatkan apa yang di mau…jiya dan kenan langsung pulang dan di ikuti sang pedagang rujak…
setelah sampai di rumah…kenan turun dari mobil dan berpesan pada securitynya…bahwa ada pedagang rujak yang akan datang dan menyuruhnya masuk ke halaman rumah…agar semua orang bisa makan rujak…
sementara in jun sudah mengelilingi mansion itu berulang x untuk mencari sang istri…
tanpa di duga…setelah in jun dari taman belakang mencari jiya…dia menemukan orang yang dia cari sedang duduk santai di depan tv sambil makan rujak…
"honeyyyy"(in jun)
jiya menoleh ke sumber suara dan ternyata in jun yang memanggilnya.
"hmmm…ada apa…"(jiya)
"kamu dari mana"(in jun)
"beli rujak sama oppa"(jiya)
"mmm…honey…boleh minta mangganya gak…kayaknya kok enak banget…"(in jun)
"boleh…kamu mau…"(jiya)
"he-emmm…"(in jun)
jiya kemudian memberikan rujak mangganta pada in jun…
"maaf Qwen…tukang rujaknya sudah datang…"(security)
"iya…"(jiya)
in jun bingung dengan ucapan security itu pada jiya.
"honeyyy…bisa tolong panggilkan senua orang untuk makan rujak di depan…"(jiya)
"apaaaa…ada tukang rujak di depan"(in jun)
__ADS_1
"iya…udah cepet…kasian tukang rujaknya…"(jiya)
in jun segera memanggil semua orang…tak terkecuali para maid…
kini semua orang menikmati makan rujak bersama di halaman mansion itu…
hari libur yang menyenangkan bagi semua orang.
tapi tidak bagi in jun…karena dia semakin bingung melihat sang istri yang moodnya naik turun....
"honey…masakin nasi goreng donk…"(jiya)
"baiklah…tapi ada syaratnya…"(in jun)
"idihhh…istri minta masakin nasi goreng aja pake syarat…gak mau ahhh…mending bilang ke mommy😜😜😜…"(jiya)
"ehhhh…jangan donk…masa bilang ke mommy…"(in jun)
"bodo amat…"(jiya)
"iya…iya…aku masakin…"(in jun)
"emang enak…"(jiya)
"nasi gorengnya mau gimana…"(in jun)
"aku maunya yang pedas…terus cabenya cabe ijo…pake ikan teri…tapi gak usah pake telur…"(jiya)
"baiklah…kamu tunggu sebentar…"(in jun)
jiya menunggu sang suami memasakkannya nasi goreng…
dan in jun dengan segera memasakkan permintaan sang istri tercinta…
hayo…temen temen…ada gak ni…yang sering kayak jiya…
jangan lupa like dan coment ya…
__ADS_1