Gadis Kesayangan

Gadis Kesayangan
Bab 22


__ADS_3

Kenan yang mengkhawatirkan sang adik, secepat mungkin untuk sampai di mall itu.


tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan sang adik dan langsung duduk di depannya, tanpa melihat orang yang duduk di sebelahnya.


ย 


"hey,,,, gadis nakal kesayanganku,,,,, ada apa kamu menyuruhku kemari,hingga hampir menangis hmmmm,,,,"


"wah,,,,,oppa,,,, cepat sekali kamu sampai, bahkan aku belum memesan apapun untuk kami๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š"


ย 


kenan menaikkan sebelah alisnya karena merasa heran, bukannya tadi adiknya ini yang menyuruhnya datang,bahkan hampir menangis.


ย 


"jadi kamu mau aku yang mentraktir kalian berdua??? "


"berduuuuaaaa,,,,,๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ,,,,"


"oppa,,,,, kami bertigalah,,,,๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ "


"apa oppa pikir nuna ini patung haaaa,,, "


ย 


kenan refleks melihat kesebelah kanannya, dan dag dig dug,,,, jantung kenan melihat gadis di sebelahnya itu. begitu pula sang gadis yang merasa kalau dia saat ini sedang sakit jantung pikirnya.


ย 


"ekhemmmm,,,,, oppa jangan serius kali liatnya, nanti takut anak orang๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š"


ย 

__ADS_1


kenan yang merasa terciduk menatap sang gadis, wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


"oppa,,,,kenalkan ini nuna ayyana"


"dan nuna, ini oppaku"


kenan dan ayyana sama sama mengulurkan tangan tanda perkenalan.


jiya senyum senyum sendiri karena merasa senang telah menemukan calon kakak iparnya yang pertama, tinggal yang kedua pikirnya


in jun yang merasa aneh dengan kelakuan jiya hanya geleng geleng kepala.


merekapun menghabiskan waktu bersama dan pada akhirnya jiya meminta kenan untuk mengantarkan ayyana pulang dengan alasan karena dia seorang gadis,tidak boleh pulang sendiri karena takut ada perampok,sedangkan dia sendiri pulang di antar oleh in jun.


"ji,,,,apa kamu merencanakan sesuatu??? "


"tentu saja,,,๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Škarena aku ingin selain kakak ipar, aku juga ingin sikap kutub utara oppaku semua hilang, terhitung untuk kedua oppaku, dan aku baru menemukan satu,jadi aku masi harus menemukan satu lagi, untuk si docter kaku itu๐Ÿ˜๐Ÿ˜"


"dan untukmu,,,, kita lihat apa kamu juga kaku seperti mereka, kalau memang iya,,,,maka aku akan mencairkannya๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ"


"hmmmm,,,ini hadiah untukmu"


jiya memberikan sebuah jam tangan pada in jun, dan spontan in jun mengerem mendadak.


jiya yang kaget hanya memegangi dadanya dan berkata.


"kau ini mau buat aku mati mendadak ya,,,,"


in jun, mengulurkan tangannya dan menyuruh jiya yang mmakaikannya, setelah ia melepaskan jam tangannya sendiri.


"karena ini hadiah pertama darimu, maka kamu juga yang harus memakaikannya ji,,,"


"aku kira apa tadi, sehingga mengerem mendadak seolah ada apaaaaaaa gitu,,,,,, ๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•"

__ADS_1


"hehehe ๐Ÿ˜๐Ÿ˜,maaf Qwen,,,,๐Ÿ™๐Ÿ™"


"haaaaa,,,,,๐Ÿ˜ฏ๐Ÿ˜ฏ๐Ÿ˜ฏQwen,,,, sejak kapan kamu memanggilku seperti itu???"


"sejakkkkk,,,,, sekarang"


"ekhem ekhem,,,,, Lee Aura jiya,,,, maukah kamu menjadi pacarku???"


jiya mematung dengan ungkapan perasaan in jun.


"ta,,, ta,,, tapi jun,,,"


belum siap jiya berbicara, jun sudah memotongnya dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir jiya dan berkata


"ssstttt,,,,, kamu hanya perlu menjawabnya ya atau tidak๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š"


jiya yang malu malu hanya menganggukan kepalanya, menandakan bahwa dia setuju.


sedangkan in jun yang mendapat jawaban daru jiya langsung memeluk dan mencium kening jiya.


"makasih,,,,Qwen,,,,๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜,dan sekarang pasangkan jamku"


jiyapun langsung memasangkan jam tangan in jun.


"dan sebagai hadiah dariku, ini untukmu"


in jun mengeluarkan kotak merah yang berisi sebuah cincin berlian, yang sengaja in jun pesan dari beberapa hari yang lalu memang untuk jiya,dan langsung memasangkannya ke jari manis jiya.


"mmmm,,,, jun,,,,ini terlalu berlebihan"


"tidak Qwen,,, itu memang sengaja aku pesan untukmu, karena sebenarnya malam ini rencananya aku mengadakan pesta kecil untuk ulang tahunku,sekalian aku mengungkapkan perasaanku padamu"


in jun berbicara sambil menatap wajah cantik sang gadis yang saat ini sudah resmi menjadi kekasihnya.

__ADS_1



__ADS_2