
Kenan yang mengkhawatirkan sang adik, secepat mungkin untuk sampai di mall itu.
tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan sang adik dan langsung duduk di depannya, tanpa melihat orang yang duduk di sebelahnya.
ย
"hey,,,, gadis nakal kesayanganku,,,,, ada apa kamu menyuruhku kemari,hingga hampir menangis hmmmm,,,,"
"wah,,,,,oppa,,,, cepat sekali kamu sampai, bahkan aku belum memesan apapun untuk kami๐๐๐"
ย
kenan menaikkan sebelah alisnya karena merasa heran, bukannya tadi adiknya ini yang menyuruhnya datang,bahkan hampir menangis.
ย
"jadi kamu mau aku yang mentraktir kalian berdua??? "
"berduuuuaaaa,,,,,๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ,,,,"
"oppa,,,,, kami bertigalah,,,,๐ ๐ ๐ "
"apa oppa pikir nuna ini patung haaaa,,, "
ย
kenan refleks melihat kesebelah kanannya, dan dag dig dug,,,, jantung kenan melihat gadis di sebelahnya itu. begitu pula sang gadis yang merasa kalau dia saat ini sedang sakit jantung pikirnya.
ย
"ekhemmmm,,,,, oppa jangan serius kali liatnya, nanti takut anak orang๐๐๐"
ย
__ADS_1
kenan yang merasa terciduk menatap sang gadis, wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
"oppa,,,,kenalkan ini nuna ayyana"
"dan nuna, ini oppaku"
kenan dan ayyana sama sama mengulurkan tangan tanda perkenalan.
jiya senyum senyum sendiri karena merasa senang telah menemukan calon kakak iparnya yang pertama, tinggal yang kedua pikirnya
in jun yang merasa aneh dengan kelakuan jiya hanya geleng geleng kepala.
merekapun menghabiskan waktu bersama dan pada akhirnya jiya meminta kenan untuk mengantarkan ayyana pulang dengan alasan karena dia seorang gadis,tidak boleh pulang sendiri karena takut ada perampok,sedangkan dia sendiri pulang di antar oleh in jun.
"ji,,,,apa kamu merencanakan sesuatu??? "
"tentu saja,,,๐๐๐karena aku ingin selain kakak ipar, aku juga ingin sikap kutub utara oppaku semua hilang, terhitung untuk kedua oppaku, dan aku baru menemukan satu,jadi aku masi harus menemukan satu lagi, untuk si docter kaku itu๐๐"
"dan untukmu,,,, kita lihat apa kamu juga kaku seperti mereka, kalau memang iya,,,,maka aku akan mencairkannya๐๐๐"
"hmmmm,,,ini hadiah untukmu"
jiya memberikan sebuah jam tangan pada in jun, dan spontan in jun mengerem mendadak.
jiya yang kaget hanya memegangi dadanya dan berkata.
"kau ini mau buat aku mati mendadak ya,,,,"
in jun, mengulurkan tangannya dan menyuruh jiya yang mmakaikannya, setelah ia melepaskan jam tangannya sendiri.
"karena ini hadiah pertama darimu, maka kamu juga yang harus memakaikannya ji,,,"
"aku kira apa tadi, sehingga mengerem mendadak seolah ada apaaaaaaa gitu,,,,,, ๐๐"
__ADS_1
"hehehe ๐๐,maaf Qwen,,,,๐๐"
"haaaaa,,,,,๐ฏ๐ฏ๐ฏQwen,,,, sejak kapan kamu memanggilku seperti itu???"
"sejakkkkk,,,,, sekarang"
"ekhem ekhem,,,,, Lee Aura jiya,,,, maukah kamu menjadi pacarku???"
jiya mematung dengan ungkapan perasaan in jun.
"ta,,, ta,,, tapi jun,,,"
belum siap jiya berbicara, jun sudah memotongnya dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir jiya dan berkata
"ssstttt,,,,, kamu hanya perlu menjawabnya ya atau tidak๐๐๐"
jiya yang malu malu hanya menganggukan kepalanya, menandakan bahwa dia setuju.
sedangkan in jun yang mendapat jawaban daru jiya langsung memeluk dan mencium kening jiya.
"makasih,,,,Qwen,,,,๐๐๐,dan sekarang pasangkan jamku"
jiyapun langsung memasangkan jam tangan in jun.
"dan sebagai hadiah dariku, ini untukmu"
in jun mengeluarkan kotak merah yang berisi sebuah cincin berlian, yang sengaja in jun pesan dari beberapa hari yang lalu memang untuk jiya,dan langsung memasangkannya ke jari manis jiya.
"mmmm,,,, jun,,,,ini terlalu berlebihan"
"tidak Qwen,,, itu memang sengaja aku pesan untukmu, karena sebenarnya malam ini rencananya aku mengadakan pesta kecil untuk ulang tahunku,sekalian aku mengungkapkan perasaanku padamu"
in jun berbicara sambil menatap wajah cantik sang gadis yang saat ini sudah resmi menjadi kekasihnya.
__ADS_1