Gadis Kesayangan

Gadis Kesayangan
Bab 62


__ADS_3

"mbak…cepat hitung belanjaan saya…"(jiya)


sang kasir melihat orang yang ada di belakang jiya dan mengerti dengan isyarat yang di berikan.


sang kasir memasukkan semua belanjaan jiya setelah menghitungnya dan memberikan belanjaannya tapi tidak meminta uang pada jiya.


dengan bingung jiya melihat siapa yang ada di belakangnya.


"hayyy…kamu lagi…saya sudah bilang kamu salah orang…dan saya bukan istri kamu…🤭🤭🤭"(jiya)


jiya keceplosan karena panik in jun terus mengikutinya.


"🤨🤨🤨kapan aku bilang kalau kamu itu istriku???"(in jun)


"a…ada tadi…kamu lupa mungkin"(jiya)


"😏😏😏sudahlah honey…mau sampai kapan kamu menghindar dariku hmmm"(in jun)


"aku tidak menghindar kok… aku cuma kesel aja sama kamu🤭🤭🤭…waduh ini mulut kok gak bisa di rem sih…"(jiya)


"😊😊😊kelakuan seperti ini…hanya istriku yang punya dan itu tidak bisa di jiplak oleh orang lain☺☺☺…"(in jun)


"tau ahhh…"(jiya)


jiya pergi begitu saja dan meninggalkan belanjaannya.in jun segera mengambilnya dan menyusul sang istri.


"woi…jun…itu belanjaan bayar dulu…main kabur aja…emang tu....supermarket punya lu…"(author)


"ya…emang punya gue thor…"(in jun)


"oooo…"(author)


jiya berjalan menuju taman dan duduk sambil menghadap danau,tempat biasa ia akan menumpahkan kekesalannya selama beberapa minggu ini di kota A.

__ADS_1


"aaaaaaaaaaaaaa………kenapa dia harus ada di sini😭😭😭"(jiya)


begitu sakit hati in jun melihat orang yang dia cinta menangis,dengan perasaan yang kacau in jun memeluk jiya dari belakang.


"greppp…jangan nangis lagi Qwen…hatiku sakit melihatmu menangis…apa lagi jika itu karenaku…"(in jun)


jiya masih menangis sampai sesegukkan…kemudian in jun memutar tubuh jiya agar menghadapnya.


"Qwen…ku mohon…berhenti menangis dan aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama hmmmm…jadi pulang ya…kita akan mulai dari awal lagi"(in jun)


"tidak…aku masi marah padamu😐😐😐…"(jiya)


tanpa aba aba in jin mencium jiya dan sedikit m*****tnya…mulanya jiya hanya diam saja tapi lama kelamaan jiya juga tidak bisa menolak sentuhan sang suami padanya,akhirnya diapun menikmati c******n itu.


"Qwen…maafkan aku…setelah kepergianmu semuanya kacau…"(in jun)


jiya memperhatikan wajah tampan sang suami,dan benar saja in jun tampak berantakan.


walaupun gadis gadis diluaran sana mengatakan jika sang suami adalah laki laki idaman tetapi menurut jiya saat ini dia sangatlah kacau.


"makasih Qwen…"(in jun)


sedangkan sang asisten in jun yang dari tadi melihat tuan mudanya sudah bertemu dengan pawangnya,merasa sangat bahagia karena tidak akan ada lagi karyawan yang di pecat karena masalah sepele seperti kemaren kemaren.


"honey…apa kamu akan ikut aku ke hotel hmmm…"(in jun)


"tidak punya apartement kok"(jiya)


"🤨🤨🤨tapi aku tidak pernah melihatmu menggunakan cartu kredit yang aku berikan padamu??"(in jun)


"tentu saja aku menyimpannya…dan selama di sini aku di kirimi uang oleh oppa…"(jiya)


"apaaaaaa…oppa???…itu berarti hyung selama ini tau kamu dimana???"(in jun)

__ADS_1


"tentu saja tau"(jiya)


"sudahlah…"(in jun)



kemudian mereka menuju apartement jiya.


"ceklekkkk…assalamualaikum…"(jiya)


"walaikum salam…kamu sudah pulang Qwen…??"(ibu ibu)


"sudah bu…☺☺"(jiya)


"siapa pria tampan ini Qwen??"(ibu ibu)


"oooo…ini suami jiya bu…"(jiya)


"jiya…???"(ibu ibu)


"ups…🤭🤭🤭maksud Qwen… ini suamiku"(jiya)


"ooooo…"(ibu ibu)


"honey…siapa dia…???"(in jun)


"nanti saja ceritanya…sekarang kamu mandi gih…bau tau…"(jiya)


"masa sih…perasaan aku masih wangi Qwen…"(in jun)


"iya udah sana mandi ihhhh…"(jiya)


pada penasan gak kenapa jiya kabur dari in jun??

__ADS_1


jika penasaran jangan lupa like dan coment y…


__ADS_2